Pengertian Fabel, Ciri, Jenis, Unsur Beserta Strukturnya

Diposting pada

Pendidikan.Co.Id – Terdapat beberapa jenis dongeng yang biasanya diceritakan orang tua kepada anakanya, salah satunya ialah dongeng dengan pemeran utama binatang didalamnya. Berbicara mengenai dongeng binatang, Dongeng yang menampilkan binatang sebagai pemeran utamanya disebut dengan fabel, biasanya membawa pesan-pesan moral bagi manusia.


Mulai dari rasa tanggung jawab, kejujuran, sikap serta lain sebagainya. Untuk lebih jelas mengenai Fabel ini dibawah ini akan dijelaskan selengkapnya dengan beberapa point penting mengenai fabel ini, diantaranya pengertia, ciri, jenis, dan juga struktur dari fabel :

Pengertian Fabel

Pengertian Fabel

Pengertian Fabel ini adalah dongeng yang menampilkan tokoh-tokoh binatang ialah sebagai pemeran utamanya. Tokoh binatang tersebut berperan layaknya manusia, mereka bisa berpikir, berbicara, bersikap, emosi, serta juga berinteraksi layaknya manusia pada umumnya.


Fabel biasanya dibuat untuk tujuan mendidik anak-anak supaya bisa menjadi lebih baik dikehidupan nyata dengan cara mencontoh beberapa tokoh binatang yang memerankan peran yang baik. Alasan kenapa tokoh binatang itu menjadi pilihan dan pemeran utama untuk mendidik anak-anak? Disebabkan karena biasanya anak-anak itu suka dengan tokoh binatang, apalagi karakter binatang itu dibuat lucu.


Unsur-unsur dalam fabel

Di dalam sebuah fabel, terdapat unsur-unsur yang bisa dijadikan sumber identifikasi yang terdiri dari :

  1. Tema : ide atau juga gagasan inti sebuah cerita
  2. Latar : melingkupi latar tempat, waktu, sosial, dan emosional
  3. Tokoh : para pelaku yang terlibat di dalam suatu cerita (binatang)
  4. Watak tokoh : merupakan sifat-sifat yang digambarkan oleh tokoh cerita (seperti misalnya sifat manusia)
  5. Konflik : permasalahan didalam cerita
  6. Amanat : pesan yang terkandung di dalam cerita
  7. Cara penceritaan : merupakan Sudut pandang yang digunakan didalam cerita
  8. Tujuan komunikasi fabel : menginspirasi, menghibur, serta juga mendidik
  9. Alur : Jalan cerita (alur maju)
  10. Pesan : pesan yang ingin disampaikan oleh si penulis kepada pembaca.

Ciri-ciri Fabel

Fabel ini memiliki ciri-ciri sendiri, disebabkan karena penikmat fabel ini ialah dari kalangan anak-anak. Maka fabel ini mempunyai beberapa cirinya sendiri. Dibawah ini merupakan ciri-ciri fabel, sebagai berikut :

  1. Tema cerita fabel ini didominasi mengenai hubungan sosial.
  2. Tokoh-tokoh karakter yang berperan didalam fabel ini para binatang.
  3. Watak yang digambarkan oleh para tokoh (binatang) di dalam fabel ini menyerupai karakter manusia seperti contohnya baik, buruk, , suka menolong, ringan tangan, keras kepala, cerdik, penyabar, pemarah, egois, dan sebagainya.
  4. Tokoh-tokoh fabel yang diperankan oleh para binatang bisa berpikir, berkomunikasi, serta juga bertingkah laku layaknya manusia.
  5. Sudut pandang yang digunakan di dalam fabel ini orang ketiga.
  6. Jalan cerita fabel ini menggunakan alur maju (runtut, dari awal hingga akhir).
  7. Konflik cerita fabel juga melingkupi permasalahan dunia binatang yang menyerupai kehidupan manusia.
  8. Fabel ini dilengkapi dengan penggunaan latar tempat (hutan, sungai, gunung, pepohonan, padang rumput, gua, semak, bebatuan,  dsb), latar waktu (pagi, siang, sore, malam), latar sosial, serta juga latar emosional.
  9. Ciri bahasa di dalam fabel ini memiliki sifat naratif (berurutan), yang berupa dialog yang mengandung kalimat langsung, serta juga menggunakan bahasa informal atau juga bahasa sehari-hari.
  10. Mengandung amanat serta juga pesan berharga untuk pembaca.

Jenis-jenis Fabel

Pada dasarnya fabel ini jika dilihat dari waktu kemunculannya fabel dapat dikategorikan dalam fable klasik serta juga fabel modern, mari kita bahas.

Fabel Klasik

Fabel klasik ini merupakan cerita yang memang sudah ada pada zaman dahulu yang tidak diketahui kapan waktu kemunculannya. Cerita ini diwariskan lewat lisan dengan secara turun temurun oleh orang tua kepada anak-anaknya serta juga selalu tersambung pada generasi berikutnya. Cerita fabel klasik yang kita kenal biasanya ini diperankan oleh kancil, rusa, sapi serta juga kerbau.

Ciri-ciri fabel klasik

  • Ceritanya pendek
  • Tema sederhana
  • Kental dengan pesan-pesan moral
  • Sifat hewani tokoh binatang masih melekat

Fabel Modern

Fabel modern ini merupakan cerita yang muncul didalam waktu yang relatif belum lama serta juga sengaja ditulis oleh pengarang ialah sebagai ekspresi kesastraan. Banyak juga yang dibuat dengan berdasarkan keadaan yang saat ini sedang terjadi. Apabila dilihat dari jumlahnya, fabel modern lebih banyak daripada fabel klasik. Tokoh binatang pada fabel modern ini biasanya lebih beragam, bisa dari binatang apa saja seperti contohnya ular, burung, singa, ikan serta masih banyak lagi.

Ciri-ciri fabel modern

  1. Cerita variatif (bisa panjang bisa pendek)
  2. Tema tidak sederhana alias rumit
  3. Terkadang berupa epik atau saga
  4. Karakter setiap tokoh unik

Struktur Teks Cerita Fabel

Pada umumnya cerita teks fabel ini terbagi menjadi beberapa bagian diantaranya sebagai berikut:

  1. Orientasi
    Merupakan bagian berisikan pengenalan tokoh, latar tempat serta waktu, lalu awalan masuk ke tahap berikutnya.
  2. Komplikasi
    Merupakan tokoh utama berhadapan dengan masalah. Disini ialah bagian dari inti cerita fabel tersebut, Bagian yang memang sengaja harus dibuat, pokok masalah dari cerita.
  3. Resolusi
    Merupakan kelanjutan dari komplikasi yakni pemecahan masalah. Masalah yang sudah dibuat pada komplikasi, ini harus dipecahkan disini dengan cara yang juga kreatif.
  4. Koda
    Ini berisikan perubahan yang terjadi pada tiap-tiap tokoh yang bermain serta juga pelajaran yang bisa kita untuk diambil dari cerita tersebut.

Nah itulah penjelasan mengenai Pengertian Fabel, Ciri, Jenis, Beserta Strukturnya, semoga apa yang dipaparkan diatas dapat bermanfaat untuk anda. Terima kasih

Lihat Juga  √ Pengertian Jaringan Penguat, Jenis, Fungsi Dan Cirinya
Lihat Juga  √ Pengertian Porifera, Ciri, Struktur, Sistem Organ, dan Klasifikasi
Lihat Juga  √ Statistik : Pengertian, Tujuan, Manfaat dan Jenis Menurut Para Ahli