√ Pengertian Okulasi, Proses, Syarat, Tujuan, Manfaat & Contoh

Diposting pada

Pendidikan.Co.Id – Okulasi ini adalah salah satu teknik perbanyakan dengan secara vegetatif buatan yang bisa dilakukan untuk meningkatkan mutu tanaman itu dengan melalui penempelan sepotong kulit pohon dengan mata tunas dari batang atas yang ditempelkan pada irisan kulit pohon lain dari batang bawah sehingga bisa/dapat tumbuh serta bersatu menjadi individu yang baru.

Pengertian Okulasi, Proses, Syarat, Tujuan, Manfaat & Contoh

Pengertian Okulasi

Okulasi ini merupakan suatu serangkaian teknik pembiakan tanaman dengan secara vegetatif yang telah/sudah banyak dikembangkan oleh petani. Di dalam melakukan okulasi pada tanaman diperlukan ketrampilan khusus supaya tujuan okulasi itu dapat berhasil.

Arti batang bagian bawah yang digunakan dalam okulasi ini diharuskan mempunyai sistem perakarannya yang baik, sedangkan untuk batang bagian atas itu biasanya dipilih yang memiliki hasil tanaman yang mempunyai kualitas baik. Terdapat dua macam teknik okulasi yang bisa diterapkan diantaranya teknik okulasi tradisional dan teknik okulasi hijau.

Okulasi disebut juga ialah sebagai salah satu teknik perbaikan dari kualitas tanaman secara vegetatif buatan. Sama seperti jenis perbanyakan vegetatif buatan lainnya, okulasi tersebut dilakukan dengan tujuan untuk bisa/dapat memperoleh bibit tanaman yang berkualitas baik.

Apabila dibandingkan dengan hasil tanaman dengan melalui dari teknik perbanyakan cangkok serta stek, tanaman okulasi mempunyai kualitas yang lebih baik dikarenakan okulasi bisa menggabungkan 2 sifat unggul dari masing-masing bagian tanaman asalnya yang berupa sifat unggul dari batang bawah seperti misalnya sistem perakaran yang kuat serta sifat unggul dari tanaman entres yang dapat/bisa berupa hasil buah yang lebat.

Teknik okulasi ini biasanya dilakukan dengan menggabungkan tanaman-tanaman yang masih di dalam satu spesies. Okulasi yang dilakukan antar tanaman dengan spesies berbeda jarang dilakukan disebabkan karna memiliki tingkat keberhasilannya sangat rendah sebab perbedaan sifat fisiologis dari masing-masing spesies itu dapat menghambat penyatuan batang atas serta batang bawah.

Proses Okulasi

dibawah ini merupakan mekanisme dalam teknik okulasi ini sendiri, antara lain ialah sebagai berikut;

Mengiris batang bawah (membuat jendela okulasi)

Langkah yang pertama di dalam tahapan olukasi ini ialah mengiris batang bawah. Bentuk irisan batang bawah itu tergantung pada cara okulasi yang dipilih. Irisan okulasi tidak boleh terlalu dalam serta melukai bagian kayunya sebab dapat mengakibatkan kegagalan okulasi.

Letak jendela okulasi ini harus berada disisi yang berlawanan dengan arah matahari. memperhatiakan arah matahari Hal ini disebabkan karna untuk mencegah tempelan tidak terkena sinar matahari itu secara langsung. Cara ini berlaku pada bibit batang bawah yang dibudidayakan di dalam bedengan, namun apabila batang bawah tersebut ditumbuhkan dalam polybag atau pot maka letak jendela okulasi tersebut tidak menjadi masalah karena letak bibit lebih mudah untuk diatur posisinya.

Mengambil Mata Tunas atau Tempel

Tahap okulasi yang kedua ini ialah pengambilan mata tempel yang bisa dilakukan dengan tiga cara yuakni bentuk pengambilan sehi empat, sayatan serta bulat. Dengan adanya macam mata tempel tersebut dapat diperoleh bentuk mata tempel yang sesuai dengan cara okulasi yang digunakan.

Penempelan atau Penyisipan Mata Tunas

Tahapan selanjutnya ini adalah penempelan mata tunas. Mata tunas yang sudah diperoleh kemudian disisipkan dan/atau ditempelkan pada jendela okulasi yang sudah dibuat pada batang bawah. Penempelan itu harus dilakukan dengan secara hati-hati supaya tidak sampai merusak kambium.

Hal yang perlu diperhatikan pada saat penempelan mata tunas ini ialah menjaga kebersihan pada kambium sebab dapat mengganggu menyatunya penempelan

Mengikat Tempelan

Pengikatan tempelan ini dapat menggunakan plastik polianil khlorida dengan ukuran tali pengikat kira-kira mempunyai panjang sekitar 20 cm serta lebar sekitar 1,5 cm serta juga tebalnya 0,1 mm. Pengikatan tempelan ini biasanya dilakukan dengan sistem genteng yang diikatkan dari bagian bawah ke atas.

Hal yang perlu diperhatikan di dalam proses pengikatan ialah mata tunas jangan diikat terlalu erat sebab bisa/dapat mengakibatkan kerusakan pada mata tunas.

Membuka Ikatan

Ikatan okulasi tersebut dibuka setelah kurang lebih 1 bulan setelah dilakukannya pelaksanaan untuk dilihat mata tempelnya. Apabila mata temple tersebut masih menunjukkan warna hijau segar dan juga sudah melekat dengan batang bawah berarti okulasi tersebut berhasil dilakukan, namun apabila juga mata tempel berwarna hijau kemerahan atau hitam maka okulasi yang dilakukan gagal.

Memotong Batang Bawah

Pemotongan batang bawah tersebut dilakukan apabila okulasi tersebut telah berhasil. Pemotongan batang bawah tersebut dapat dilakukan dengan cara memotong sekitar 1 cm di atas mata tempel itu dengan bentuk potongan miring kebelakang sehingga air hujan yang jatuh serta tidak mengenai tempelan tersebut. Untuk dapat mencegah terjadinya infeksi maka luka bekas potongan itu harus segera ditutup.

Penutupan tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan lilin atau juga cat untuk menjaga supaya pertumbuhan tunas okulasi dapat tegak lurus. Tunas yang sudah tumbuh diikat pada tiang

Syarat Okulasi

Syarat tanaman yang bisa/dapat dikembangbiakan dalam teknik okulasi ini, antara lain yaitu;

Tanaman Tidak Sedang Tumbuh Daun Baru

Disebabkan karna pada saat tanaman masih memproduksi daun baru itu akan berpengaruh pada kulit yang digunakan ialah sebagai jendela okulasi sehingga kulit yang sudah disayat menjadi cepat kering serta dapat berpengaruh dalam keberhasilan proses okulasi.

Batang Atas dan Bawah Harus Memiliki Umur yang Sama

Hal tersebut untuk mendukung keberhasilan proses okulasi. Umur batang tersebut sangat berpengaruh terhadap kecepatan terbentuknya tunas sehingga perlu adanya suatu keselarasan umur antar kedua tanaman induk supaya dihasilkan sinergi yang baik dalam memunculkan tunas baru.

Tanaman yang dijadikan ialah sebagai batang bawah sebaiknya itu berasal dari biji sebab akan memiliki perakaran yang lebih kuat serta relative tahan terhadap kekeringan. Selain dari itu batang bawah yang digunakan untuk menyambungkan itu juga harus mampu untuk menjalin pertautan yang baik serta juga mampu mendukung pertumbuhan batang atasnya tanpa menimbulkan efek negatif yang tentu tidak diinginkan sehingga diperlukan usia batang yang sama.

Kedua Tanaman yang Akan Diokulasi Harus dari Satu Genus

Kedua tanaman induk yang diokulasi itu harus dari satu family atau genus tanaman supaya okulasi dapat berhasil. Okulasi tersebut jarang dilakukan pada tanaman dengan genus berbeda sebab memiliki tingkat keberhasilan yang rendah akibat perbedaan fisiologis tanaman yang bisa/dapat terjadi sehingga untuk dapat menghindari kegagalan itu kedua tanaman harus dari genus yang sama.

Bebas Hama dan Penyakit

Kedua tanaman yang dijadikan ialah sebagai tanaman induk harus terbebas dari serangan hama atau juga infeksi penyakit. Hal tersebut dikarenakan untuk menghindari resiko kegagalan di dalam okulasi disebabkan terganggunya proses okulasi akibat serangan hama dan penyakit.

Selain itu tanaman yang terserang hama serta penyakit justru bisa/dapat menjadi sumber penularan kepada tanaman hasil okulasi nantinya.

Tanaman Induk Bersifat Unggul

Tanaman induk tersebut harus memiliki sifat yang unggul sebab tujuan utama dari okulasi ini ialah meningkatkan kualitas hasil tanaman yang lebih baik serta unggul sehingga kedua bibit tanaman okulasi juga harus mempunyai sifat yang unggul.

Salah satu sifat unggul yang sebaiknya itu dimiliki oleh tanaman induk ialah mempunyai produksi yang tinggi sehingga dapat/bisa meningkatkan produktivitas tanaman hasil okulasi.

Tujuan Okulasi

Tujuan utama okulasi dari okulasi tanaman ini diantaranya sebagai berikut;

  1. Mendapatkan jenis tanaman baru yang mempunyai sifat menguntungkan seperti tahan penyakit dan juga sifat unggul lainnya yang diperoleh
  2. Bisa mendapatkan hasil penggabungan dari dua sifat berbagai jeis tanaman di induknya.

Manfaat Okulasi

Adapun untuk kegunaan di dalam okulasi ini, antara lain ialah sebagai berikut;

Proses Pembuahan dan Perkembangbiakan Lebih Cepat

Proses okulasi ini bisa/dapat menyebabkan proses perkembangbiakan menjadi lebih cepat sebab faktor umur tanaman induk serta sifat induk yang unggul dan juga mempunyai pertumbuhan yang cepat.

Meningkatkan Produktivitas Tanaman
Okulasi ini merupakan salah satu teknik perbanyakan vegetatif yang bisa/dapat meningkatkan produktivitas tanaman disebabkan didukung oleh bibit atau induk tanaman yang mempunyai sifat unggul serta mempunyai produksi tinggi. Hal itu yang mendorong peningkatan produktivitas serta mutu tanaman hasil okulasi sehingga teknik tersebut lebih menguntungkan.

Pertumbuhan Tanaman Lebih Seragam

Hasil tanaman yang diperbanyak dengan okulasi mempunyai sifat yang seragam. Hal tersebut dikarenakan okulasi ini merupakan perkembangbiakan dengan secara vegetatif tanpa dengan melalui proses peleburan dua gamet yang berarti satu induk tumbuhan tersebut dapat memperbanyak diri serta menghasilkan keturunan yang mempunyai sifat identik dengan induknya. Hal itu yang menjadikan hasil tanamannya tersebut menjadi seragam.

Contoh Okulasi

Beberapa contoh tanaman yang dapat/bisa diokulasikan antara lain diantaranya sebegai berikut;

  • Tanaman alpukat
  • Belimbing
  • Mangga
  • Rambutan
  • Kelengkeng, Dll

Sekian dan terima kasih sudah membaca mengenai Pengertian Okulasi, Proses, Syarat, Tujuan, Manfaat & Contoh, semoga apa yang diuraikan dapat bermanfaat untuk anda.

Lihat Juga  √ Pengertian File, Jenis, Fungsi Beserta Menurut Para Ahli
Lihat Juga  √ Pengertian Telnet, Fungsi, Cara Kerja, Kelebihan dan Comand
Lihat Juga  √ Pengertian DBMS, Tujuan, Fungsi, Macam, Komponen dan Contoh