√ Pengertian Peroksisom

Diposting pada

pengertian-peroksisom

Pengertian Peroksisom (Peroxysome)

Peroksisom (peroxysome) ini merupakan sebuah organel purbakala yang telah atau sudah melakukan seluruh metabolisme oksigen di dalam sel eukariot primitif. Oksigen yang diproduksi oleh bakteri fotosintetik tersebut kemudian akan diakumulasi di atmosfer. Hal tersebut tentunya akan menyebabkan oksigen tersebut menjadi toksik dari sebagian sel .

Peroksisom ini adalahsalah satu organel yang terbungkus oleh adanya membran tunggaldari lipid dilapisi serta  juga di dalamnya mengandung protein pencerap (reseptor). Peroksisom ini memiliki tugas di dalam menurunkan (oksigen) yang terdapat di dalam sel serta juga melakukan reaksi oksidatif. Peroksisom ini juga mengandung enzim-enzim yang mentransfer hidrogen dari segala macam substrat menuju oksigen, menghasilkan hidrogen peroksida yakni sebagai produk sampingan, yang setelah itu menjadi sumber nama organel tersebut.

J. Rhodin Pada tahun 1954, merupakan mahasiswa kedokteran dari Swedia menjelaskan mengenai organel di dalam sebuah sel. Kemudian, penjelasan itu dikembangkan serta juga diteliti oleh sitologis yakni Christian de Duve di tahun 1967 yang berasal dari Belgia.


Struktur Peroksisom

Struktur-Peroksisom

Struktur dari peroksisom ini tidaklah mudah ditemukan, disebabkan karna terlalu kecilnya perbedaan kepadatan dengan lisosom. Karena hal tersebut, kemudian dilakukan injeksi dengan menggunakan deterjen Triton WR – 1339 serta juga dilanjutkan itu dengan mikroskop electron (Bianch serta Sheeler, 1980 ; Kleinsmith dan juga Kish, 1988).

Hasil injeksi ini menunjukkan bahwa peroksisom mempunyai karakter yang unik. Berbentuk kecil seperti bola, mempunyai  ukuran antara mitokondria serta ribosom. Disebabkan karna ukurannya yang kecil, sekitar 0.2 – 2 µm, maka peroksisom ini dikelompokkan ke dalam benda – benda mikro.


Fungsi Peroksisom

Fungsi-Peroksisom

Fungsi utamanya ialah menyederhanakan sebuah asam lemak yang panjang itu dengan melalui betaoksidasi.

Apabila di dalam sel hewan, asam lemak yang ditimbulkan akan panjang membentuk rantai medium, yang setelah itu akan di bawa ke mitokondria serta berakhir dengan dipecah menjadi karbon dioksida dan air.

Berikut Fungsi lain dari Peroksisom adalah :

  1. Sebagai penghasil suatu enzim katalase serta juga oksidase, yakni memiliki atau mempunyai fungsi untuk dapat memindahkan hidrogen dari substrat supaya dapat atau bisa bereaksi dengan oksigen serta bisa atau dapat menghasilkan hidrogen peroksida atau juga H2O2 ialah sebagai penghasil lainnya.
  2. Sebagai bahan bakar respirasi sel yang dihasilkan dari perpecahan asam lemak itu menjadi bentuk molekul kecil.
  3. Di dalam sel hati, fungsi tersebut bisa atau dapat menetralisir racun yang ditimbulkan oleh alkohol serta senyawa kimia berbahaya lainnya.

Peranan Peroksisom Pada Sel Tumbuhan

Seorang ahli tumbuhan dari Amerika, berhasil menemukan bahwa terdapat 2 enzim utama yang mempunyai peran penting di dalam peroksisom tumbuhan, yakni asam oksidase serta katalase. Fungsi yakni membantu tumbuhan di dalam suatu proses fotorespirasi, bersamaan dengan sel organel lainnya seperti, kloroplas serta mitokondria, yang membentuk jaringan sel 3 in 1. Hal tersebut tentunya, mengakibatkan mengapa seringnya didapati pengamatan bahwa ketiga sel organel itu selalu berdekatan.

Fotorespirasi ini diartikan ialah sebagai respirasi yang terjadi saat pencahayaan. Menurut ahli tumbuhan tersebut, menyatakan bahwa proses fotorespirasi ditumbuhan akan berlangsung dengan secara bersamaan itu dengan respirasi normal.

Perbedaannya ialah respon terhadap oksigen pada atmosfer luar, yang mana pada respirasi normal jenuh itu dengan oksigen sebanyak 2 %, sedangkan untuk fotorespirasi tersebut akan terus meningkat sampai oksigen yang dihasilkan mencapai 21 %.

Jika di dalam fotosintesis tumbuhan RuBP itu menyatu dengan karbon dioksida, maka akan menghasilkan 2 molekul asam fosfogliserat. Namun, apabila RuBP itu menyatu dengan oksigen, maka kemudian akan menghasilkan satu molekul fosfogliserat.Selanjutnya, asam fosfogliserat ini mengalami reaksi defosforilasi oleh enzim fosfatase yang membentuk asam glikolat.


Pembentukan tersebut terjadi di dalam sebuah kloroplas, yang kemudian itu glikolat tersebut kemudian akan bergerak menuju peroksisom setelah itu juga dioksidasikan oleh glikolat oksidase untuk kemudian dapat menghasilkan glioksilat dan jugahidrogen peroksida.Selanjutnya hidrogen peroksida itu akan diurai menjadi oksigen serta air oleh katalase. Beberapa asam glioksilat kemudian akan menghasilkan asam glisin.

Setelah itu dari 2 asam glisin tersebut, akan bergabung di mitokondria itu dengan membentuk asam serin serta berkarbon dioksida. Reaksi yang ditimbulkan oleh enzim tersebut merupakan sumber utama dari karbon dioksida difotorespirasi. Setelah dari itu, serin tersebut akan kembali ke peroksisom yakni dengan melalui segala macam rangkaian reaksi untuk membentuk gliserat. Gliserat di dalam kloroplas itu akan dibantu oleh enzim gliserat kinase serta 1 molekul ATP, untuk membentuk 1 molekul asam fosfogliserat serta juga 1 molekul ADP.


Ciri Peroksisom

Ciri-Peroksisom

Di dalam ciri atau karakteristiknya peroksisom itu memakai oksigen serta juga hidrogen peroksida di dalam melakukan reaksi osidatif. Enzim yang berada di dalam peroksisom tersebut kemudian akan menggunakan molekul oksigen guna melepaskan atom hidrogen dari substrat organik tertentu.

Selanjutnya, hidrogen peroksida tersebut akan dimanfaatkan oleh katalase untuk melakukan oksidasi substrat lain, ialah seperti alkohol, fenol, asam format, dan formaldehida. Reaksi itu tentunya memiliki peran ialah sebagai detoksifikasi molekul racun yang ada di dalam darah.

Dibawah ini merupakan reaksi lengkapnya menurut Giese, tahun 1974.

RH2 + O2 → R + H2O2
H2O2 + H2O2 → O2 + 2 H2O (yakni bentuk katalitik)
katalase
RH2 + H2O2 → R + 2 H2O (yakni bentuk peroksidatik)
katalase


Reaksi di dalam Peroksisom

Reaksi-Peroksisom

Pada peroksisom itu dengan menggunakan oksigen (O2) serta juga hidrogen peroksida (H2O2) di dalam melakukan reaksi oksidatif. Lalu pada Enzim-enzim yang berada di dalam peroksisom tersebut bisa atau dapat memanfaatkan suatu molekul oksigen supaya bisa atau dapat melepaskan atom hidrogen yang diterima dari substrat organik (R) tertentu di dalam suatu reaksi oksidatif yang menghasilkan hidrogen peroksida (H2O2).

Pada enzim katalase itu dengan memanfaatkan H2O2 maka bisa atau dapat mengoksidasi substrat lain (misalnya ialah seperti asam format, formaldehida, fenol, dan alkohol).

Pada Reaksi oksidasi ini peranannya sangat penting di dalam mendetoksifikasi segala macam jenis molekul racun yang berada di dalam darah. Sehingga apabila terjadi sebuah penumpukan H2O2 maka setelah itu kemudian akan diubah oleh katalase menjadi O2.

Salah satu dari fungsi yang paling penting dari reaksi oksidatif ini ialah untuk suatu pemecahan molekul asam lemak di dalam proses itu disebut dengan sebutan beta-oksidasi.


Pembentukan Peroksisom

Terdapat dua teori yang menerangkan mengenai bagaimana peroksisom dibentuk serta dihasilkan oleh sel. Teori pertama yang disebut dengan model klasik menyatakan bahwa protein peroksisom ini disintesis dengan bantuan ribosom yang menempel pada endoplasmik retikulum, setelah itu protein peroksisomal tersebut masuk ke dalam sisternae dari endoplasmik retikulum serta juga membentuk kantung (ekor) yang selanjutnya menggenting serta pada akhirnya memisahkan diri itu membentuk peroksisom bebas.

Teori kedua ini menyatakan bahwa protein peroksisomal tersebut disintesis dengan bantuan ribosom bebas, kemudian itu protein peroksisomal laludibebaskan ke sitoplasma serta juga berkembang dan menjadi peroksisom.

Peroksisom ini bisa atau dapat berasal dari retikulum endoplasma serta jugareplikasi oleh fisi. Peroksisom tersebut juga mempunyai atau memilki komposisi enzim yang berbeda itu di dalam jenis sel yang berbeda. Matriks peroksisom ini kemudian diterjemahkan di dalam sitoplasma sebelum dilepas. Terdapat setidaknya 32 protein peroksisom yang disebut dengan peroksin, yang memiliki peran di dalam proses perakitan peroksisom. peroksin PEX5, Reseptor protein,  serta peroksin PEX7 tersebut mengantarkan peroksisom ( yakni mengandung PTS1 atau pun juga urutan asam amino PTS2) serta kembali ke sitosol.Mekanisme ini disebut dengan mekanisme antar-jemput.Sekarang, telah atau sudah ada bukti bahwa hidrolisis ATP ini diperlukan untuk daur ulang reseptor untuk sitosol.


Keragaman Peroksisom

Keragaman-Peroksisom

Peroksisom ini mempunyai atau memiliki komposisi enzim yang berbeda itu di dalam jenis sel yang juga berbeda. Peroksisom ini mampu untuk beradaptasi dengan kondisi atau situasi yang berubah-ubah. Contohnya ialah seperti, sel khamir yang ditumbuhkan di dalam gula mempunyai atau memiliki peroksisom yang kecil, sedangkan untuk sel ragi yang ditumbuhkan di dalam metanol mempunyai atau memiliki peroksisom yang besar untuk mengoksidasi metanol. Apabila sel khamir itu ditumbuhkan di dalam asam lemak peroksisomnya ini membesar untuk memecahkan asam lemak itu menjadi asetil-KoA dengan melalui beta-oksidasi.


Peroksisom Sel Hewan dan Tumbuhan

Ditumbuhan itu terdapat 2 macam peroksisom sedangkan untuk hewan itu hanya terdapat 1 macam peroksisom. Salah satu dari fungsi terpenting biosintetik dari peroksisom hewan ini ialah untuk mengkatalisis reaksi pertama dari pembentukan plasmalogen. Plasmalogen ini merpakan jenis phospolipid terbanyak di myelin. Kekurangan plasmalogen tersebut kemudian menyebabkan myelin disel saraf itu menjadi abnormal, disebabkan oleh karna itulah kerusakan peroksisom tersebut berujung pada kerusakan saraf.

Peroksisom ini juga sangat penting di dalam tumbuhan. Terdapat 2 jenis atau macam peroksisom sudah yang diteliti dengan secara ekstensif. Tipe 1 itu terdapat di daun, yang fungsinya ialah untuk mengkatalisis produksampingan dari reaksi pengikatan CO2 padakarbohidrat, yang dikenal dengan sebutan fotorespirasi.Reaksi tersebut disebut fotorespirasi disebabkan oleh karna menggunakan O2 dan kemudian melepaskan CO2. Tipe peroksisom lainnya, itu terdapat didalam biji yangsedang berkecambah. Peroksisom ke 2 ini, dikenal dengan glioksisom, yang memiliki fungsi penting didalam sebuah pemecahan asamlemak, yang tersimpan didalam lemak biji, kemudian menjadi gula yang diperlukan di dalampertumbuhan tanaman muda.

Proses pengubahan lemak itu menjadi gula tersebut dilakukan dengan rangkaian reaksi yang disebut dengan siklus glioksilat.
Di dalam siklus glioksilat, 2 molekul asetil-KoA tersebut dihasilkan dari adanya pemecahan asam lemak, selanjutnya itu digunakan di dalam membuat asam suksinat. Selanjutnya ialah asam suksinat ini meninggalkan peroksisom serta kemudian akan diubah menjadi glukosa. Siklus glioksilat tersebut tidak terjadi pada sel hewan.Hal tersebut menyebabkan sel hewan tersebut tidak dapat mengubah asam lemak itu menjadi karbohidrat.


Reaksi Fotorespirasi Pada Sel Tumbuhan

Selama waktu fotosintesis, CO2 tersebut diubah menjadi glukosa yakni dengan melalui siklus Calvin, yang pertama dimulai dengan penambahan CO2 itu ke dalam gula 5 karbon, ribulosa-1,5-bifosfat. Namun tetapi, enzim yang terlibat di dalam reaksi ini kadang-kadang mengkatalisis penambahan O2 itu ke dalam ribulosa-1,5-bifosfat, yang memilikiakibat pada produksi senyawa dengan 2  karbon, fosfoglikolat.

Fosfoglikolat ini kemudian akan diubah menjadi glikolat, yang setelah itu ditransfer ke peroksisom, setelah itu dioksidasi serta diubah menjadi glisin.Setelah itu glisin ditransfer ke mitokondria serta diubah menjadi serin.Serin lalu dikembalikan ke di dalam peroksisom serta diubah menjadi gliserat, yang setelah itu ditransfer kembali ke kloroplas.

Demikianlah penjelasan mengenai Pengertian Peroksisom, Keragaman, Pembentuk, Reaksi & Fungsi, semoga apa yang diuraikan dapat bermanfaat untuk anda. Terima kasih

Lihat Juga  √ Pengertian Nilai Sosial, Ciri, Fungsi, Peran, Sumber, Pembagian
Lihat Juga  √ Pengertian Lidah, Struktur, Fungsi, Papilla, dan Proses Pengecapnya
Lihat Juga  √ Pengertian Slogan, Ciri, Tujuan, Macam dan Contohnya