√ Pengertian Pteridophyta, Ciri, Manfaat, Struktur dan Klasifikasinya

Diposting pada

Pendidikan.Co.Id – Kali ini kita akan membahas mengenai Pteridophyta disebut juga dengan Tumbuhan Paku, penjelasan mengenai Tumbuhan Paku ini akan diuraikan sebagai berikut :

Pengertian Pteridophyta, Ciri, Manfaat, Struktur dan Klasifikasinya

Pengertian Pteridophyta (Tumbuhan Paku)

Pteridophyta (tumbuhan paku) ini merupakan sebuah tumbuhan tingkat tinggi yang sudah mempunyai akar, daun serta batang sejati. Tumbuhan paku ini dapat ditemukan hidup di tempat yang lembab (higrofit), hidup di air (hidrofit) atau juga menempel pada pohon lainnya (epifit). Pteridophyta ini tidak bisa/dapat menghasilkan biji didalam proses seksualnya, Tetapi mereka juga akan melepaskan spora yakni sebagai alat penyebarluasan/perkembangbiakannya.Untuk Saat ini sudah terdapat sekitar 12.000 spesies pteridophyta yang telah ditemukan.

Klasifikasi Pteridophyta (Tumbuhan Paku)

Klasifikasi Pteridophyta ini dikelompokan kedalam 2 yakni dengan berdasarkan spora dan kelasnya, penjelasannya sebagai berikut :

Klasifikasi Dengan berdasarkan Sporanya

Dengan berdasarkan jenis sporanya, tumbuhan paku ini dapat dibedakan menjadi 3 kelompok, yaitu :

Paku Homospora

Paku homospora ini merupakan tumbuhan paku yang bisa/dapat menghasilkan spora yang memiliki jenis kelamin dan juga ukuran sama, tidak dapat/bisa dibedakan antara spora jantang atau juga betina. Tumbuhan jenis tersebut sering disebut juga dengan Tumbuhan paku Isospora. misalnya seperti : Lycopodium sp (paku kawat).

Paku Heterospora

Paku heterospora ini merupakan tumbuhan paku yang bisa/dapat menghasilkan spora yang ukurannya itu sangat berbeda antara spora jantang atau juga betina. Spora jantan ini layaknya akan berukuran lebih kecil sehingga disebut dengan sebutan mikrospora.Sedangkan untuk spora betina itu berukuran cukup besar sehingga disebut dengan sebutan makrospora. Paku heterospora ini sering dikenal dengan sebutan an-isospora. misalnya seperti : Selaginella sp (paku rane).

Paku Peralihan

Paku peralihan ini merupakan tumbuhan paku dengan jenis kelamin yang sangat berbeda jantan serta betina namun untuk ukuran sporannya itu hampir sama. misalnya seperti : Equisetum debile (paku ekor kuda).

Klasifikasi Dengan berdasarkan Kelasnya

Berdasarkan kelasnya, tumbuhan paku dapat dibagi menjadi 4 kelompok utama, yaitu :

Psilophyta (Paku Purba/Paku Telanjang)

Pteridophyta kelas psilophyta ini belum memiliki daun serta akar yang sejati, namun memiliki batang yang sudah adaberkas pengangkutnya. Batangnya bercabang serta mempunyai sporangium di ujungnya. Biasanya mereka berhabitat pada air dangkal. Dindingselnya itu terdiri dari beberapa lapis sel yang tersusun yakni sebagai tetrade. Diameter batangnya itu hanya sekitar 1 cm.

Bagian-bagian yang melebar tersebut bukanlah daun, tetapi mulut kulit yang tidak fertil serta memiliki fungsi untuk asimilasi sehingga dianggap juga sebagai bentuk purbakala dari daun. Pada bagian batang itu terdapat sebuah struktur yang disebut dengan sebutan mikrofil. Mikrofil ini berbentuk sisik, tidak bertulang, serta tersusung jarang-jarang dalam garis spiral.

Equisetophyta/Sphenophyta (Paku ekor kuda)

Tumbuhan paku kelas ini ialah tumbuhan paku yang mempunyai batang mirip dengan bentuk ekor kuda. Daunnya mirip kawan serta tersusun didalam satu lingkaran. Dibawah ini merupakan beberapa ciri utama Equisetophyta/sphenophyta, diantaranya sebagai berikut  :

  • Mempunyai daun itu menyerupai sisik dengan susunan berkarang.
  • Batang beruas-ruas dengan sporangium yang tersusun di dalam stobilus serta bentuknya menyerupai ekor kuda.
  • Mempunyai semacam rimpang yang merayap dengan cabang berdiri tegak.
  • Perkembanganbiakkan aseksualnya dengan spora, sedangkan seksualnya itu dengan membentuk anteredium serta arkegonium.
  • Sporofilnya itu sering ditemukan berbentuk perisai dengan sejumlah sporangium pada sisi bawah.

Lycophyta (Paku Kawat/Paku Rambat)

Lycophyta ini merupakan tumbuhan paku dengan berkas pengangkut sederhana serta mempunyai akar membentuk percabangan menggarpu. Pada tubuh tumbuhan ini juga ditemukan daun yang berbentuk yakni seperti rambut atau jarum. Sporofilnya itu berbentuk segitiga sama sisi, memiliki rangkaian, mempunyai sporangium yang agak pipih. Letak sporangium ialah pada sisi atas daun, dekat dengan pangkalnya.

Filicinae/Pterophyta (Paku Sejati)

Filicinae ini merupakan kelompok tumbuhan paku yang tingkatannya lebih tinggi dari sebelumnya. Kelas ini sudah memiliki akar, batang serta daun sejati dengan secara keseluruhan. Daunnya itu berukuran besar sehingga disebut sebutan megafil. Batangnya itu dapat tumbuh di atas atau di bawah tanah. Ciri khas dari filicinae ialah daunnya yang mudah menggulung dengan sporus yang biasanya ditemukan pada bagian permukaan daun.

Struktur dan Ciri-Ciri Pteridophyta (Tumbuhan Paku)

Dibawah ini merupakan struktur dan ciri-ciri dari Ptridophyta, antara lain :

  • Organisme multiseluler sertaekariotik(selnya ini memiliki membran inti).
  • Memiliki akar, batang, daun sejati serta berspora sehingga disebut dengan sebutan kormophyta spora.
  • Akarnya itu berbentuk seperti serabut serta terdapat kaliptra (tudung akar) diujungnya. Jaringan akar tumbuhan pakuini  tersusun atas epidermis, korteks serta silinder pusat.
  • Batangnya ini juga tersusun atas jaringan epidermis, korteks serta silinder pusat. Pada silinder pusat terdapat berkas vaskuler (pembuluh angkut) yang berperan penting di dalam siklus kehidupannya.
  • Daunnya itu tersusun atas jaringan epidermis, mesofil serta pembuluh angkut.
  • Tumbuhan paku ini dapat bereproduksi dengan secara seksual serta aseksual didalam suatu siklus yang berkelanjutan (metagenesis).
  • Tidak menghasilkan biji.
  • Sebagian besar spesiesnya itu hidup di daerah tropika basah.

Ciri-Ciri Tumbuhan Paku

pada umumnya, tumbuhan paku ini dikenal karena ciri khas dari daun mudanya yang akan menggulung pada bagian ujungnya. Walaupun sebenarnya ciri ini hanya berlaku pada paku leptosporangiatae serta juga anggota Marattiales.

Terdapat beberapa Ciri-ciri morfologi tumbuhan paku diantaranya sebagai berikut :

  • Mempunyai akar, batang atau daun.
  • Memiliki pembuluh angkut xilem atau juga floem.
  • Ukuran dari tumbuhan ini beraneka ragam, mulai dari beberapa milimeter (mm) itu hingga mencapai setingginya itu kurang lebih 6 meter.
  • Penampilan dari luar tumbuhan paku ini juga beraneka ragam, mulai yang berupa pohon , semak, epifit, tumbuhan merambat, mengapung di air, hingga hidrofit atau juga lain sebagainya

Manfaat Pteridophyta (Tumbuhan Paku)

Dibawah ini merupakan beberapa manfaat dari tumbuhan paku ini, diantaranya ialah sebagai berikut :

Tanaman Hias

Banyak tanaman paku yang sering digunakan yakni sebagai tanaman hias di dalam kehidupan.contohnya, Adiantum Cuneatum (suplir), Asplenium nidus (paku sarang burung), atau juga Platycerium biforme (paku simbar menjangan).

Sayuran

Tumbuhan paku yang bisa/dapat dimanfaatkan yakni sebagai sayuran contohnya seperti: Marsilea crenata (semanggi) atau juga Pteridium aquilinum (paku garuda).

Pupuk Hijau

Tumbuhan paku yang banyak dimanfaatkan yakni sebagai pupuk hijau yakni Azolla pinnata yangbersimbiosis dengan Anabaenaazolle yang mampu untuk bisa/dapat mengikat gas N2 bebas.

Untuk Obat-Obatan

Tumbuhan paku ini ada yang digunakan sebagai obat diuretik ialah Equisetum (paku kuda) serta bisa/dapat digunakan yakni sebagai obat luka yaitu Selaginella.

Bahan Bangunan

Tumbuhan paku yang banyak digunakan untuk/bisa pembuatan tiang bangunan ialah Alsophila glauca.

Sekian dan terima kasih sudah membaca mengenai Pengertian Pteridophyta, Ciri, Manfaat, Struktur dan Klasifikasinya, semoga apa yang diuraikan dapat bermanfaat untuk anda.

Lihat Juga  √ Pengertian Repeater, Fungsi, Jenis, Cara Kerja, Kelebihan dan Kekurangan
Lihat Juga  √ Pengertian Novel, Ciri, Struktur, Jenis, Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik
Lihat Juga  √ Pengertian Kata Ganti (Pronomina), Jenis, Ciri dan Contohnya