√ Pengertian Seminar, Ciri, Tujuan, Fungsi, Syarat dan Contoh

Diposting pada

Pendidikan.Co.Id – Kesempatan ini kita akan membahas mengenai Seminar, yang dilengkapi dengan beberapa point penting seperti  Ciri, Tujuan, Fungsi, Syarat, pihak yang terlibat dan Contoh seminar, penjelasan selengkapnya sebagai berikut :

Pengertian Seminar, Ciri, Tujuan, Fungsi, Syarat dan Contoh

Pengertian Seminar

Pengertian seminar ini merupakan suatu pertemuan sekelompok orang yang diselenggarakan untuk dapat membahas suatu masalah serta mencari solusi ilmiah terhadap permasalahan tersebut.

Pendapat lain juga ada yang mengatakan arti seminar ini ialah suatu pertemuan yang dilakukan oleh sekelompok orang dengan tujuan untuk dapat membahas suatu topik tertentu serta mencarikan sebuah solusi terhadap permasalahan dengan cara interaksi tanya-jawab.

Secara etimologis, kata seminar ini berasal dari bahasa Latin “seminarium” yang artinya ialah “tanah tempat menananm benih”. Namun tentu saja kata itu tidak didefinisikan dengna secara harfiah, tapi lebih kepada bentuk pengajaran akademis yang dilaksanakan oleh suatu Universitas ataupun juga organisasi.

Dari penjelasan mengenai pengertian seminar, maka ini dapat disimpulkan bahwa kegiatan/aktivitas seminar ialah :

  1. Suatu pertemuan yang diselenggarakan dengan teknis tertentu.
  2. Suatu pertemua yang bersifat massal atau diikuti oleh banyak orang.
  3. Pertemuan yang sarat akan informasi dan pembelajaran.
  4. Pertemuan yang melibatkan proses diskusi ilmiah dan bermanfaat bagi banyak pihak.

Ciri-Ciri Seminar

Seminar ini mempunyai ciri khusus yang membedakannya dengan kegiatan atau aktivitas diskusi lainnya. Mengacu pada pengertian seminar, adapun ciri-ciri kegiatan atau aktivitas seminar diantaranya sebagai berikut:

  • Berbentuk Forum; pada umumnya kegiatan atau aktivitas seminar berbentuk forum interaksi yang melibatkan sejumlah audiens sehingga terjadi komunikasi dua arah terhadap materi yang disampaikan.
  • Mengacu Pada Makalah; pembahasan materi seminar ini mengacu pada makalah atau kerta kerja yang sudah disusun serta disajikan oleh para pembicara.
  • Membahas Isu Ilmiah; setiap kegiatan atau aktivitas seminar selalu mengangkat isu ilmiah yang aktual ialah sebagai bahan untuk didiskusikan.
  • Adanya Respon dari Audiens; dalam kegiatan atau aktivitas seminar, penyanggah utama (biasanya seorang ahli) itu akan diberikan prioritas untuk dapat merespon isi makalah yang disampaikan oleh pembicara. Selanjutnya, para audiens ini juga diberikan kesempatan untuk turut serta juga memberikan pendapat.

Tujuan dan Fungsi Seminar

Pada dasarnya tujuan kegiatan atau aktivitas seminar ini ialah untuk menyampaikan suatu pendapat atau hal baru kepada para peserta. Dengan begitu, para peserta seminar tersebut akan mendapatkan informasi baru yang dapat dikembangkan menjadi sesuatu yang lebih luas kepada orang banyak.

Fungsi seminar secara umum ini ialah sebagai media untuk menyampaikan informasi atau gagasan baru yang memiliki sifat ilmiah kepada khalayak. Dengan begitu, para peserta tersebut dapat/bisa memanfaatkan informasi tersebut untuk menyelesaikan permasalahan yang ada.

Setiap kegiatan atau aktivitas seminar pada umumnya ini diakhiri dengan suatu kesimpulan serta solusi terhadap permasalahan yang dibahas. Solusi itu bisa/dapat diaplikasikan oleh para peserta seminar di dalam kehidupannya, baik dengan secara langsung maupun tidak langsung.

Para peserta seminar tersebut biasanya akan mendapatkan sertifikat, merupakan suatu bukti bahwa mereka telah /sudah memiliki ilmu serta pengetahuan baru di bidang tertentu. Sertifikat itu dapat/bisa menjadi tambahan kualifikasi kompetensi seseorang, baik di dunia kerja atau juga profesional.

Syarat Seminar

Mengadakan seminar ini akan lebih baik apabila memenuhi persyaratan supaya pada saat pelaksaan seminar itu tidak terjadi kesalahan, adapun syarat seminar ialah sebagai berikut :

  1. Anggota atau peserta seminar dapat berfikir logis dalam mengani cara pemecahan masalah.
  2. Pemateri sudah tahu permasalahan yang akan di sampaikan.
  3. Menentukan waktu.
  4. Masalah sudah di rumuskan.
  5. Permasalahan dapat dipecahkan dengan secara sistematis serta ilmiah.

Susunan Acara Seminar

Dibawah ini merupakan susunan acara seminar pada umumnya. Sebagai penyusunan acara ialah ketua pelaksana serta seksi-seksinya. Adapun susunan acara seminar ialah sebagai berikut :

  1. Laporan ketua Pelaksana
  2. Penyajian ketua
  3. Pembahasan oleh pembicara
  4. Diskusi atau tanya jawab
  5. Kesimpulan
  6. Penutupan

Pihak yang Terlibat Dalam Seminar

Kegiatan seminar ini bisa/dapat terlaksana atas kerjasama beberapa pihak yang terlibat di dalamnya. Adapun pihak-pihak yang terlibat di dalam seminar diantaranya ialah sebagai berikut:

  • Pembawa Acara; ini merupakan pihak yang membuka seminar, memperkenalkan pemateri, memperkenalkan moderator serta notulen, dan juga menutup kegiatan seminar.
  • Moderator; ini merupakan pihak yang bertanggungjawab terhadap proses berjalannya suatu seminar.
  • Pemateri; ini merupakan pihak yang menyajikan materi seminar kepada peserta. Biasanya pemateri ini ialah seseorang yang ahli di bidang tertentu.
  • Audiens; ini merupakan peserta seminar yang mendengarkan materi seminar serta memberikan tanggapan terhadap isi materi tersebut.
  • Notulen; ini merupakan pihak yang bertanggungjawab untuk mencatat serta merangkum hal-hal penting di dalam pembahasan materi seminar.

Contoh Seminar

Dibawah ini merupakan contoh seminar terdapat banyak sekali diadakan, misalnya seperti:

  • Seminar menulis
  • Seminar prakarya
  • Seminar narkoba
  • Seminar pendidikan
  • Seminar usaha
  • Seminar bisnis

Sekian dan terima kasih sudah membaca megnenai Pengertian Seminar, Ciri, Tujuan, Fungsi, Syarat dan Contoh, semoga apa yang diuraikan dapat bermanfaat untuk anda.

Lihat Juga  √ Imperialisme : Pengertian, Tujuan, Macam, Penyebab, Akibat Menurut Para Ahli
Lihat Juga  √ Pengertian Lingkungan, Jenis, Unsur, Konsep dan Menurut Ahli
Lihat Juga  √ Pengertian Sentralisasi, Tujuan, Ciri, Kelebihan dan Dampaknya