√ Pengertian Titrasi, Jenis, dan Caranya

Diposting pada

Pendidikan.Co.Id – Pada kesempatan ini kita akan membahas mengenai titrasi, yang akan dilengkapi dengan macam jenis titrasi dan cara melakukan titrasi, dibawah ini penjelasannya.

Pengertian Titrasi, Jenis, dan Caranya

Pengertian Titrasi

Titrasi ialah salah satu metode kimia untuk dapat menentukan konsentrasi suatu larutan dengan cara mereaksikan sejumlah volume larutan itu terhadap sejumlah volume larutan lain yang konsentrasinya itu sudah diketahui. Larutan yang konsentrasinya itu sudah diketahui disebut dengan larutan baku. Larutan yang belum diketahui konsentrasinya ditambahkan beberapa tetes indikator, setelah itu ditetesi dengan larutan yang sudah diketahui konsentrasinya. Titik akhir titrasi ialah tepat pada saat terjadi sebuah perubahan warna indikator. Titrasi yang melibatkan reaksi asam serta basa disebut dengan titrasi asam-basa. Terdapat dua jenis titrasi asam basa, yakni asidimetri (penetuan konsentrasi larutan basa dengan menggunakan larutan baku asam) serta jugalkalimetri (penentuan konsentrasi larutan asam dengan menggunakan larutan baku basa).

Jenis Titrasi

Adapun dibawah ini akan dijelaskaan jenis-jenis titrasi, diantaranya sebagai berikut :

Titrasi Redoks

sesuai dengan namanya Titrasi redoks ini merupakan jenis titrasi dengan reaksi redoks. Secara umum terdappata tiga macam reaksi redoks.

  1. Titrasi iodometri.
    Merupakan titrasi redoks yang dengan menggunakan I2 serta juga merupakan jenis reaksi tidak langsung. Karena I2 yang akan bereaksi tersebut harus dibuat terlebih dahulu dengan reaksi redoks sebelumnya.
  2. Titrasi iodimetri.
    Merupakan titrasi redoks dengan I2 juga. Namun bedanya dengan iodometri, I2 yang digunakan itu langsung dalam wujud I2 sehingga disebut juga dengan reaksi langsung.
  3. Titrasi permanganometri.
    Merupakan reaksi titrasi dengan memanfaatkan ion Mn2+. Indikator yang digunakan itu biasanya amilum yang dapat membentuk kompleks dengan I2 yakni iodo-amilum berwarna biru. Selain dari itu bisa juga menggunakan autoindikator. Yang mana kelebihan larutan standar yang menetes pada larutan hasil reaksi utama yang sudah stoikiometris akan menunjukkan gejala tertentu seperti contohnya pada perubahan warna yang menandai titrasi harus dihentikan.

Titrasi Kompleksasi

Titrasi kompleksasi ini merupakan jenis titrasi dengan reaksi kompleksasi atau juga pembentukan ion kompleks. Biasanya digunakan untuk dapat menganalisa kadar logam pada larutan sampel yang dapat membentuk kompleks dengan larutan standar yang biasanya itu merupakan ligan. Indikator yang digunakan itu juga biasanya akan bereaksi dengan kelebihan titran (sama-sama membentuk ion kompleks) serta menunjukkan perubahan warna. Pada titrasi jenis ini terdapat banyak hal yang harus ditimbang dan juga diperhatikan mengingat pembentukan ion kompleks ialah spesifik pada kondisi tertentu. Contohnya pada pH tertentu sehingga larutan sampel tersebut harus didapar dengan buffer pH tertentu pula.

Titrasi Asam Basa

Titrasi asam basa ialah metode analisis kuantitatif yang dengan berdasarkan reaksi asam basa. Sesuai dengan persamaan umum reaksi asam basa = asam+ basa à garam+ air. Indikator yang biasa digunakan ialah indikator yang dapat memprofilkan perubahan warna pada trayek pH tertentu. Kurva titrasi asam basa tersebut biasanya dapat dibuat dengan membuat plot antara ml titran (sb.x) dengan pH larutan (sb.y).

Titrasi Argentometri

Titrasi argentometri merupakan jenis titrasi yang digunakan khusus untuk reaksi pengendapan. Prinsip umumnya ialah mengenai kelarutan serta juga tetapan hasil kali kelarutan dari reagen-reagen yang bereaksi. Dengan secara umum, metode titrasi argentometri terdapata tiga macam.

  1. metode Mohr.
    Pada metode ini tidak ada indikator yang digunakan. Sehingga untuk dappat menandai titik akhir titrasi ialah tingkat kekeruhan dari larutan sampel. Pada saat larutan standar sudah mengalami reaksi stoikiometris dengan larutan sampel, maka ml larutan standar berikutnya yang menetes pada larutan sampel akan menghasilkan endapan disebabkan karena larutan hasil reaksi titrasi telah jenuh.Namun, terdapat juga digunakan indikator yang dapat bereaksi dengan kelebihan larutan standar serta juga membentuk endapan dengan warna yang berbeda dari endapan reaksi utama.
  2. metode Volhard.
    Dalam Metode ini ialah menggunakan indikator yang akan bereaksi dengan kelebihan larutan standar yang membentuk ion kompleks dengan warna tertentu.
  3. metode Fajans.
    Metode ini menggunakan indikator adsorpsi. Endapan yang terbentuk dari reaksi utama tersebut dapat menyerap indikator adsorpsi pada permukaannya sehingga endapan itu  terlihat berwarna.

Cara Melakukan Titrasi

Dalam melakukan titrasi, pertama kita  harus menyiapkan terlebih dahulu paralatan yang terdiri dari Buret, Statif serta Klem, dan juga Erlenmeyer. Selain dari itu harus disiapkan juga larutan baku. Larutan baku yang konsentrasinya sudah diketahui ditempatkan kedalam buret serta disebut dengan larutan penitrasi. Larutan penitrasi tersebut harus sudah diketahui konsentrasinya. Larutan yang akan ditentukan konsentrasinya tersebut ditempatkan dalam labu titrasi dan disebut dengan larutan yang dititrasi. Volume larutan yang akan dititrasi tersebut harus sudah diketahui. Selanjutnya, ke dalam larutan yang akan dititrasi tersebut diteteskan indikator asam-basa. Penempatan larutan kedalam buret serta juga labu titrasi boleh ditukar. Larutan baku tersebut boleh dijadikan larutan penitrasi dan boleh juga dijadikan larutan yang akan dititrasi.

Larutan penitrasi tersebut diteteskan perlahan-lahan ke dalam larutan yang dititrasi. Penetesan baru dihentikan apabila sudah tercapai titik akhir titrasi. Titik akhir titrasi tersebut diketahui dari perubahan warna larutan indikator. Selain dari titik akhir titrasi, dikenal juga titik ekivalen. Titik ekivalen merupakan suatu keadaan zat dalam larutan yang dititrasi tepat habis bereaksi dengan zat dalam larutan penitrasi (asam & basa tepat habis bereaksi). Tepat pada saat seluruh zat habis bereaksi, larutan indikator segera berubah warna, serta pada disaat inilah penetesan dari buret tersebut harus segera dihentikan.

Sekian dan terimakasih sudah membaca mengenai Pengertian Titrasi, Jenis, dan Caranya, semoga dapat bermanfaat untuk anda semua.

Lihat Juga  √ Pengertian Semiotika, Komponen, Cabang, dan Macam Menurut Para Ahli
Lihat Juga  √ Pengertian Pasar Oligopsoni, Ciri, Kelebihan dan Kekurangan
Lihat Juga  √ Pengertian Agresi, Jenis, Bentuk, Aspek dan Contohnya