√ Pengertian Altruisme

Diposting pada

Pengertian Altruisme

Pengertian Altruisme

Secara etimologi, istilah altruisme tersebut berasal dari beragam bahasa diantaranya ialah bahasa Spanyol “Autrui” yang memiliki arti orang lain, kemudian dalam bahasa Latin “Alter” yang artinya adalah lain, dan juga dalam bahasa Inggris “altruism ” yang artinya adalah mementingkan orang lain.

Tokoh yang pertama kali yang kemudian menggunakan istilah ini ialah Auguste Comte. Menurutnya, terdapat 2 motif seseorang memberi bantuan yakni egois serta juga altruis. Pertolongan egois tersebut ditujukan penolong untuk dapat memanfaatkan pihak yang ditolong. Sedangkan, Pertolongan altruis tersebut ditujukan penolong untuk kepentingan pihak yang kemudian diberi pertolongan.

Secara umum pengertian altruisme ini merupakan kepedulian pada kesejahteraan orang lain itu tanpa memperdulikan dirinya sendiri. Perilaku altruisme tersebut memfokuskan pada dorongan untuk dapat memberikan bantuan pada orang orang lain itu tanpa mengharapkan balasan. Altruisme tersebut juga diartikan sebagai bentuk ketulusan memberikan bantuan pada orang lain itu tanpa mengharapkan imbalan.


Altruisme ini merupakan suatu sifat yang sesungguhnya telah atau sudah lama hadir dalam diri manusia, terintegrasi dengan secara harmonis dengan nilai-nilai dasar yang kemudian membuat seorang individu itu menjadi manusiawi. Sayangnya seiring dengan perkembangan zaman sifat sekarang ini menjadi sedikit demi sedikit jenyduab tergerus oleh dekadensi moral serta juga gaya hidup yang terlalu liberal sehingga banyak individu yang kemudian melupakan kodrat serta posisinya yang tidak signifikan di dalam semesta yang luas ini.

Secara awam altruisme tersebut bisa atau dapat disetarakan dengan prosocial behaviour, hal ini merupakan suatu istilah yang diciptakan yakni sebagai antonim dari antisocial behaviour. Prosocial behaviour ini adalah suatu perilaku yang ditujukan untuk bisa atau dapat memberi manfaat bagi seseorang atau juga lebih selain dari individu tersebut, seperti misalnya perilaku menolong, berbagi, serta juga kerjasama. Sedangkan ini altruisme sendiri ialah sebuah motivasi, baik itu berupa dorongan internal atau juga  eksternal, yang ditujukan untuk dapat meningkatkan kesejahteraan/kebahagiaan orang lain. Altruisme tersebut bisa atau dapat dipandang yakni sebagai kebalikan dari egoisme, motivasi yang kemudian ditujukan untuk dapat meningkatkan kesejahteraan diri sendiri. Untuk dapat atau bisa menghasilkan perilaku prososial kita itu tidak harus mempunyai dorongan altruistik serta dorongan altruistik tidak melulu kemudian menghasilkan perilaku prososial.


Dalam kehidupan sehari-hari, sulit rasanya untuk kemudian dapat mengidentifikasi motivasi dasar seseorang di dalam melakukan tindakan yang sekiranya memberi manfaat bagi diri kita terutama jika suatu tindakan itu berasal dari seseorang yang belum kita kenal dengan cukup baik. Menurut David Hume di dalam An Inquiry Concerning the Principles of Morals ia menggemukakan bahwa “pada kenyataannya kondisi dari suatu kebermanfaatan menurut seorang individu tersebut merupakan sumber dari pujian serta juga pengakuan, yangmana hal tersebut tak terpisahkan dari nilai-nilai sosial,kedermaan, kemanusiaan, sumbangan yang diberikan, kemampuan untuk bersosialisasi, serta kesederhanaan”.

Sebagai contoh, pada saat seseorang memberikan donasi pribadi pada sebuah organisasi atau juga untuk suatu kegiatan atau aktivitas sosial terdapat kemungkinan tindakan yang ia lakukan itu dipengaruhi oleh banyak faktor lain daripada sekedar dari adanya dorongan altruistik belaka. Olson (1965) menyatakan bahwa “individu terkadang termotivasi oleh keinginan untuk memperoleh rasa hormat, prestis, pertemanan, serta tujuan sosial dan juga psikologis lainnya”. Hal tersebut yang kemudian disebut oleh James Andreoni yakni sebagai impure altruism. Impure altruism tersebut sedikit banyak mempengaruhi perekonomian di suatu daerah, seperti persebaran pendapatan yang bisa atau dapat menyalur dengan melalui donasi, sumbangan, serta juga hibah yang dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti keinginan untuk dapat memperoleh rasa hormat, prestis, atau juga perasaan lainnya seperti yang telah atau sudah disebutkan sebelumnya.


Baik altruisme murni atau pun juga impure altruism tersebut bisa atau dapat membawa manfaat di dalam kehidupan kita apabila diimplementasikan dengan ideal. Secara naluriah manusia tersebut kemudian akan selalu berusaha untuk dapat membalas kebaikan yang diterima dari individu lain, atau pun juga yang lebih dikenal dengan sebutan sifat timbal-balik atau disebut dengan reciprocity. Sifat tersebut telah atau sudah berkembang dalam diri manusia sejak zaman dahulu, pada saat manusia purba yang berburu serta juga mengumpulkan sumber daya saling bekerja sama untuk kemudian dapat bertahan hidup di lingkungan yang pada saat itu tentu sangat berbahaya apabila dihadapi sendirian. Begitupun juga untuk saat ini, kesuksesan yang diperoleh seorang individu tersebut tentu tidak akan terlepas dari pengaruh serta juga bantuan dari sekelompok individu lainnya, bukan semata-mata disebabkan oleh karna keterampilan serta kerja kerasnya sendiri. Selain memberi manfaat serta juga kebahagiaan pada orang lain, suatu saat pun kita tentu bisa atau dapat memperoleh manfaat yang sama atau juga bahkan lebih besar dari orang lain pula. Kau menuai apa yang kau tanam serta juga kerjakan.

Pengertian Altruisme Menurut Para Ahli

Pengertian-Altruisme-Menurut-Para-Ahli

Untuk dapat mengerti lebih dalam lagi mengenai Altruisme maka kita dapat merujuk pada beberapa pendapat para ahli diantaranya sebagai berikut :

Sears dkk (1994)

Definisi altruisme merupakan suatu aksi sukarela untuk dapat membantu orang lain itu tanpa pamrih yang dilakukan individu atau juga kelompok.

Santrock (1995)

Pengertian altruisme ini merupakan sebuah kecendrungan yang tak mementingkan diri di dalam memberikan pertolongan pada orang lain.


Baron and Byrne (2005)

Altruisme ini merupakan rasa peduli tanpa kemudian memprioritaskan diri sendiri untuk dapat menolong orang lain.


Nashori (2008)

Altruisme ini merupakan sebuah aksi seseorang atau pun juga sekelompok orang untuk membantu orang lain itu tanpa pamrih kecuali sudah memberikan kebaikan.


Glasman dkk (2009)

Altruisme ini kemudian diartikan yakni sebagai suatu konsep membantu orang lain itu dengan berdasarkan manfaat yang akan diperoleh dikemudian hari serta juga dibandingkan pengorbanan yang dilakukan untuk dapat membantu orang lain.


Myers (2012)

Pengartian altruisme ini merupakan sebuah motif peningkatan kesejahteraan orang lain itu tanpa memikirkan diri sendiri.


Taufik (2012)

Altruisme ini merupakan sebuah bantuan yang diberikan dengan secara murni serta tulus, kemudian tidak mengharap immbalan serta  tidak bermanfaat bagi dirinya.


Karakteristik Altruisme

Karakteristik-Altruisme

Terdapat beberapa karakteristik seseorang yang sifatnya itu altruisme, antara lain (Myers, 2012):

  1. Mempunyai rasa empati di dalam diri.
  2. Dapat mengontrol diri dengan secara internal
  3. Mempunyai ego yang rendah, ia tidak egois yakni dengan mementingkan dirinya sendiri namun ia lebih mementingkan orang lain.
  4. Yakin akan adanya keadilan di dunia, yang mana ia yakin bahwa yang salah akan mendapat hukuman serta jugayang benar akan mendapatkan hadiah. Orang yang dengan memiliki keyakinan kuat dikeadilan dunia ini maka akan terdorong untuk dapat menolong orang lain.
  5. Mempunyai tanggung jawab sosial, yang mana ia akan membantu orang yang membutuhkan bantuannya.

Fuad Nashori mengutip Cohen terdapat tiga ciri altruisme, yaitu.

  • Empati
    Empati ini merupakan kemampuan untuk dapat merasakan perasaan yang dialami olehorang lain
  • Keinginan memberi
    Keinginan untuk memberi ini merupakan maksuthati untuk dapat memenuhi kebutuhan orang lain
  • Sukarela
    Sukarrela ini merupakan apa yang diberikan itu semata-mata untuk orang lain, tidak terdapat kemungkinan untuk memperoleh imbalan (Nashori, 2008:36).

Fuad mengutip leads yang menjelaskan bahwa terdapat tiga ciri altruisme, diantaranya

1.Tindakan itu bukan untuk kepentingan diri sendiri

Ketika seseorang tersebut kemudian memberikan tindakan altruistic boleh jadi ia tersebut juga mengambil resiko yang berat, namun ia kemudian tetap tidak mengharapkan adanya imbalan kepercayaan, materi,nama, tidak pun juga untuk mendapatkan kecaman orang lain. Tindakan tersebut hanya semata-mata untuk kepentingan orang lain.


2.Tindakan tersebut dilakukan secara sukarela

Tidak ada keinginan untuk memperoleh reward apapun. Kepuasaan yang diperoleh dari sebuah tindakan sukarela ini ini semata-mata ditinjau dari sejauh mana keberhasilan dari tindakan tersebut. Misalnya, bila donor darah yang diberikan itu memberikan manfaat untuk dapat menolong kehidupan, maka si pemberi pertolongan tersebut akan semakin puas.


3.Hasilnya baik bagi si penolong atau juga yang menolong

Tindukan altruistic ini pun juga sesuai dengan kebutuhan orang yang sedang ditolong serta juga si pelaku tersebut kemudian memperoleh internal reward (contohnya alkah seperti: bahagia, kepuasan diri, kebanggaan, serta lain sebagainya) dari tindakannya itu (Nashori, 2008:36).

Aspek Alturisme

Aspek-Alturisme

Selain itu, aspek altruisme pada individu diantaranya (Dayakisni dan Hudaniyah, 2003):

  1. Kerjasama. Seseorang yang memiliki sifat altruis itu akan lebih senang apabila mengerjakan sesuatu dengan secara bersama-sama sehingga ia kemudian bisa bersosialisasi serta pekerjaan juga akan lebih cepat selesai.
  2. Membantu. Seseorang yang memiliki sifat altruis ini suka memberikan pertolongan pada orang lain serta juga memberikan hal yang bermanfaat.
  3. Kejujuran. Seseorang yang memiliki sifat altruis tersebut akan lebih mengutamakan kejujuran pada dirinya.
  4. Kemurahan Hati. Seseorang yang memiliki sifat altruis tersebut senang membantu serta dermawan kepada orang lain.

Faktor Yang Mempengaruhi Altruisme

Faktor-Yang-Mempengaruhi-Altruisme

Terdapat 2 faktor yang dapat atau bisa mempengaruhi seseorang altruisme pada orang lain, diantaranya sebagai berikut :

Faktor Internal

Ini adalah suatu faktor yang berasal dari dalam diri seseorang untuk kemudian bersikap altruisme, diantaranya sebagai berikut :

  1. Adanya rasa empati yang memotivasi dirinya untuk kemudian menolong orang lain serta juga mengesampingkan kepentingan dirinya.
  2. Adanya nilai keagamaan serta juga nilai moral pada diri.
  3. Adanya faktor personal serta situasional yang mana seseorang tersebut kemudian akan lebih suka membantu orang yang ia sukai, mempunyai kesamaan, memerlukan bantuan serta lain sebagainya.
  4. Adanya rasa tanggung jawab sosial yang tertanam dalam diri sehingga kemudian ia akan membantu tanpa ada suatu pamrih.
  5. Bergantung pada kondisi atau suasana hati, yang mana ia akan membantu apabila suasana hatinya sedang baik.
  6. Adanya norma timbal baik yang mana harus membantu orang yang telah atau sudah memberikan bantuan pada kita.

Faktor Eksternal

Ini adalah suatu faktor yang memberikan dorongan sikap altruisme yang berasal dari luar diri seseorang. Faktor tersebut meliputi:

  1. Kebetulan berada ditempat yang sama yakni dengan orang yang membutuhkan bantuan atau juga kebetulan hanya seorang diri sehingga ia kemudian harus membantu orang tersebut.
  2. Adanya orang lain yang menolong sehingga kemudian memicu diri untuk mau ikut menolong.
  3. Adanya desakan waktu, biasanya orang yang senggang tersebut akan memberikan bantuan serta mereka yang terburu-buru itu akan cenderung mengabaikan.
  4. Kemampuan yang dimiliki, yang mana apabila ia merasa bisa menolong maka ia kemudian akan menolong apabila tidak maka ia juga tidak akan menolong.

Contoh Altruisme

Apabila seseorang dalam keadaan terkena musibah maka dan kamu kemudian hanya mempunyai beberapa rupiah yang akan kamu belikan barang, kamu kemudian tergerak untuk memberikan uang tersebut ke orang yang terkena musibah dan mengesampingkan keinginan kamu untuk membeli barang.

Demikianlah penjelasan mengenai Pengertian Altruisme, Karakteristik, Aspek, Faktor, dan Contoh, semoga apa yang diuraikan dapat bermanfaat untuk anda. Terima kasih

Lihat Juga  √ Pengertian Pasar Modal, Manfaat, Jenis, dan Instrumennya
Lihat Juga  √ Pengertian Intellectual Capital, Karakteristik, Pengukuran, Komponen dan Teori
Lihat Juga  √ Pengertian Bioteknologi