√ Pengertian Jaringan Ikat, Ciri, Fungsi, Letak, Komponen & Jenisnya

Diposting pada

Pendidikan.Co.Id – Kesempatan ini kita akan membahas mengenai Jaringan Ikat, penjelasan mengenai Jaringan ikat ini akan diuraikan sebagai berikut :

Pengertian Jaringan Ikat, Ciri, Fungsi, Letak, Komponen & Jenisnya

Pengertian Jaringan Ikat

Pengertian jaringan ikat ini merupakan suatu jaringan yang berfungsi mengikat, menyokong serta menambat bagian jaringan atau juga organ lainnya. Komponen dari penyusun jaringan ikat ini ialah \sel yang tersusun dalam matriks ekstrasluler serta tersusun menyebar.

Jaringan ikat ini ialah sebuah jaringan yang paling banyak itu terdapat di dalam tubuh serta juga mempunyai susunan sel yang jarang serta tersebar dalam suatu matriks ekstraseluler. Jaringan ikat ini terbentuk dari adanya mesenkim yang berasal dari mesoderm. Mesoderm ini juga ialah lapisan tengah embrio. Jaringan ikat ini disebut juga dengan sebutan jaringan penyokong atau jaringan penunjang.

Ciri Ciri Jaringan Ikat

Ciri ciri atau juga karakteristik jaringan ikat ini diantaranya ialah sebagai berikut :

  • Letak sel jaringan ikat ini tidak berhimpit apabila hanya berhubungan pada ujung protoplasmanya.
  • Mempunyai komponen intraseluler atau matriks.
  • Mempunyai bentuk sel yang tidak teratur, sitoplasma bergranula serta inti sel menggelembung.

Fungsi Jaringan Ikat

Fungsi dari jaringan ikat ini ialah untuk mengikat atau menyokong antar jaringan atau antar organ. Selain dari itu, terdapat fungsi lain jaringan ikat ialah sebagai berikut :

  • Sebagai pengikat dan penyambung antar jaringan.
  • Sebagai penyokong dan pembentuk struktur tubuh.
  • Sebagai pelindung suatu organ.
  • Sebagai transportasi cairan tubuh.
  • Menyusun sistem sirkulasi darah.
  • Mengisi rongga di antar organ.
  • Mengangkut oksigen dan makanan ke jaringan lain.
  • Mengangkut sisa metabolisme ke alat pengeluaran.
  • Menghasilkan kekebalan.
  • Mengikat serta menyokong jaringan yang lain.
  • Melindungi organ.
  • Menyimpan energi.
  • Membentuk tubuh.

Komponen Penyusun Jaringan Ikat

Jaringan ikat tersebut tersusun atas matriks serta sel jaringan ikat, penjelasan selengkapnya sebagai berikut :

Matriks

Matriks ini merupakan materi dasar dalam melekatkan sesuatu. Dengan demikian, matriks ini memiliki fungsi ialah sebagai tempat melekatnya sesuatu. Matriks ini tersusun atas serabut serta bahan dasar ialah cairan ekstraseluler. Jaringan ikat itu tersusun atas 3 jenis serat serta bahan dasar matriks tersebut diantaranya:

  • Serat kolagen
    Serat kolagen ini terbuat dari kolagen. Sifat dari serat kolagen tidak elastis, sangat kuat, serta mudah robek apabila ditarik mengikuti panjangnya. Serat koladen ini terdapat pada tendon yang memiliki fungsi untuk menghubungkan otot serta tulang. Selain pada tendon, serat kolagen ini ditemukan juga pada tulang serta kulit. Penyusun utama serat kolagen ialah protein kolagen.
  • Serat elastis
    Serat elastis ini memiliki sifat yang sangat elastis serta memiliki tingkat kelenturan yang tinggi. Bentuk dari serat elastis ini berupa untaian panjang dan berwarna kuning. Sifat serat elastis mirip dengan karet. Serat elastis terdapat pada pembuluh darah, ligamen serta selaput tulang rawan pada laring. Serat elastin itu tersusun atas elastin yang terdiri atas mukopolisakarida serta protein dan juga dikelilingi oleh glikoprotein yang disebut fibrillin.
  • Serat retikuler
    Serat retikuler ini sangat tipis serta bercabang. Serat retikuler ini tersusun atas kolagen serta dilanjutkan oleh serabut kolagen. Serat ini mempunyai elastisitas yang rendah. Serat retikuler ini lebih tipis dari serat kolagen serta dilapisi glikoprotein. Fungsi serat retikuler ialah untuk menghubungkan jaringan ikat dengan jaringan yang lain. Serat retikuler ini terdapat pada hati, limpa serta juga kelenjar limfe.
  • Bahan dasar
    Bahan dasar matriks ini merupakan mukopolisakarida sulfat serta asam hialuronat. Matriks itu akan bersifat lentur apabila memiliki asam hialuronat tinggi, contohnya pada sendi dan juga pada matriks akan bersifat kaku jika memiliki mukopolisakarida tinggi, contohnya seperti pada tulang punggung. Fungsi asam hialuronat ialah sebagai pengikat air, pelumas, serta peredam benturan. Komponen utama mukopolisakarida ialah sulfat terutama kondroitin sulfat.

Sel-Sel Jaringan Ikat

Dibawah ini  merupakan macam-macam jenis sel jaringan ikat, diantaranya:

  • Fibroblas
    Fibroblas ini merupakan sel berbentuk serat serta berfungsi untuk mensekresikan protein.
  • Makrofag
    Makrofag ini ialah sel yang memiliki bentuk tidak teratur serta berfungsi untuk pinositosis serta fagositosis. Pinositosis ini ialah suatu proses meminum partikel-partikel kecil, biasanya berupa zat buangan di dalam bentuk cairan. Sedangkan untuk fagositosis merupakan suatu proses memakan sel-sel mati serta juga bakteri.
  • Sel tiang
    Sel tiang ini ialah sel yang berfungsi menghasilkan heparin serta histamin. Heparin ini berfungsi mencegah pembekuan darah. Sedangkan histamin memiliki fungsi ialah meningkatkan permeabilitas kapiler darah.
  • Sel lemak
    Sel lemak ini memiliki fungsi sebagai menyimpan lemak. Sel lemak tersebut akan membentuk jaringan lemak atau jaringan adiposa.
  • Sel plasma
    Sel plasma ini berbentuk tidak teratur serta berfungsi melawan patogen. Sel plasma ini banyak ditemukan pada saluran pencernaan serta saluran pernapasan.

Jenis Jaringan Ikat

Dengan berdasarkan struktur serta fungsinya, jaringan ikat dapat dibedakan menjadi beberapa macam diantaranya sebagai berikut :

  • Jaringan ikat sejati, ini merupakan jaringan ikat yang terdiri dari jaringan ikat longgar serta  jaringan ikat padat.
  • Jaringan ikat cair, ini merupakan jaringan ikat yang terdiri dari jaringan darah serta limfa.
  • Jaringan ikat penyokong, ini merupakan jaringan ikat yang berperan dalam membentuk serta menyokong tubuh. Jaringan ini terdiri dari tulang rawan dan  jugatulang keras.

Penjelasan selengkap mengenai Jenis Jaringan ikat ini selengkapnya akan diuraikan sebagai berikut :

Jaringan Ikat Longgar

Jaringan ikat longgar ini merupakan jaringan dengan sel yang jarang serta sebagian jaringannya itu tersusun matris berupa cairan lendir atau juga mukus yang mengandung serabut kolagen dan juga serabut elastin. Ciri-ciri jaringan ikat longgar ini ialah seratnya tersusun longgar. Letak jaringan ikat longgar ini terdapat pada makrofag, sel plasma, sel tiang serta juga sel lemak. Fungsi jaringan ikat longgar ialah untuk membungkus/melindungi organ, pembuluh darah serta saraf.

Jaringan Ikat Padat

Jaringan ikat padat tersusun atas sel-sel fibroblas serta memiliki banyak serat kolagen yang tersusun padat serta teratur. Serat kolagen itu memiliki sifat fleksibel tapi tidak elastis. Fungsi jaringan ikat padat ialah untuk menghubungkan antar organ. Jaringan ikat padat terdapat pada tendon, ligamen, serta pembungkus tulang serta lapisan dermis pada kulit. Fungsi tendon ialah sebagai penghubung antara tulang dengan otot sedangkan fungsi ligamen yakni sebagai penghubung tulang dengan tulang lainnya.

Jaringan Darah

Jaringan darah ini merupakan jaringan ikat yang istimewa karena berwujud cairan. Jaringan darah ini termasuk jaringan ikat sebab mempunyai matriks ekstraseluler itu berupa cairan yakni plasma darah. Fungsi jaringan darah ialah untuk membawa sari makanan, hormon, oksigen, sisa hasil metabolisme serta mencegah infeksi. Jaringan darah terdiri atas eritrosit (sel darah merah), leukosit (sel darah putih), trombosit (keping darah), serta juga plasma darah.

Jaringan Limfa

Jaringan limfa atau jaringan getah bening ini memiliki fungsi untuk kekebalan tubuh dan jug mengangkut cairan jaringan, protein, lemak, garam mineral serta zat lainnya dari jaringan ke sistem pembuluh darah. Jaringan limfe ini terdapat pada organ seperti timus, kelenjar limfe tonsil serta limpa. Jaringan limfe ini terdiri atas serat retikuler dan juga makrofag.

Jaringan Tulang Rawan

Tulang rawan pada anak-anak ini berasal dari jaringan embrional yang disebut dengan sebutan mesenkim. Sedangkan pada orang dewasa itu berasal dari sebuah selaput tulang rawan atau juga perikondrium yang didalamnya mengandung banyak kondroblas (pembentuk sel tulang rawan). Jaringan tulang rawan atau juga kartilago terdiri atas:

  • Tulang rawan hialin
  • Tulang rawan elastis
  • Tulang rawan fibrosa

Jaringan Tulang Keras

Tulang keras ini merupakan sebuah jaringan ikat yang mengandung banyak mineral. Jaringan tulang tersebut tersusun atas sel tulang yang disebut dengan sebutan osteosit. Osteosit ini terdapat pada lakuna serta dibentuk oleh osteoblas.

Matriks penyusun jaringan tulang tersebut mengandung kolagen dan juga kalsium fosfat sehingga membuat struktur jaringan tulang itu menjadi sangat keras. Apabila dilihat dengan menggunakan alat bantu mikroskop, jaringan tulang tersebut tersusun atas unit yang berpembuluh darah. Pembuluh darah itulah yang menyuplai zat makanan bagi pertumbuhan tulang serta saraf. Jaringan tulang itu berfungsi sebagai penyokong tubuh, alat gerak, serta pelindung organ dalam tubuh.

Terdapat dua jenis tulang yakni tulang padat atau tulang yang tidak mempunyai rongga seperti tulang pipa serta tulang spons atau tulang yang mempunyai rongga seperti tulang pendek.

Sekian dan terima kasih sudah membaca mengenai Pengertian Jaringan Ikat, Ciri, Fungsi, Letak, Komponen dan Jenisnya, semoga apa yang diuraikan dapat bermanfaat untuk anda.

Lihat Juga  √ Pengertian Tumbuhan Monokotil, Ciri, Family dan Contohnya
Lihat Juga  √ Pengertian E-Government, Manfaat, Jenis, Kelebihan & Kekurangan dan Contoh
Lihat Juga  √ Pengertian Sel Lemak (Adiposa)