√ Pengertian Hormon

Diposting pada

Pengertian Hormon

Pengertian Hormon

Pengertian dari hormon ini ialah sebuah zat kimia yang dihasilkan oleh adanya organ pada tubuh tertentu dari adanya kelenjar endokrin yang memiliki fungsi yakni untuk kemudian memacu fungsi dari organtubuh lain. Istilah dari kata hormon tersebut juga berasal dari kata “hormein” yang merupakanbahasa yunani serta artinya ialahmemacu, atau juga dari kata hormao yang artinya ialah membangkitkan atau pun menggairahkan. Seluruh organisme yang termasuk memiliki sifat multiseluler antara lain : manusia, tumbuhan, serta hewan memproduksi hormon. Hormon tersebut memiliki peran penting di dalam mengendalikan proses pertumbuhan, metabolisme, kekebalan, reproduksi, dan juga pola hidup manusia itu sendiri.


Produksi Hormon

Produksi-Hormon

Segala jenis hormon tersebut diproduksi oleh kelenjar yang bernama kelenjar endokrin. Kelenjar endokrin ini juga beragam, antara lain : macam dari kelenjar endokrin itu diantaranya

  1. kelenjar pankreas,
  2. kelenjar hipotalamus,
  3. kelenjar ovarium,
  4. kelenjar pencernaan,
  5. kelenjar timus,
  6. kelenjar tiroid,
  7. kelenjar hipofisis,
  8. kelenjar adrenal.

Hormon ini tidak mempunyai saluran sehingga didalam sekresinya itukemudian masuk ke aliran darah dengan mengikuti pada peredaran darah itu ke semua tubuh, apabila sudah sampai ke organ tertentu, hormon ini  kemudian akan merangsang terjadinya suatu perubahan. Perubahan yang dimaksud disini ialah pada umumnya dengan jangka waktu panjang, contohnya seperti pertumbuhan dan juga pemasakan seksual, namun juga  terdapat suatu hormon yang memiliki waktu relatif lebih pendek seperti pada kejadian yang menakutkan.

Pengertian hormon ini memiliki peran penting di dalam proses metabolisme, sama hal nya seperti enzim. Namun tentu ada perbedaan antara hormon juga enzim ini. Enzim sendiri memiliki kemampuan di dalam mempercepat reaksi metabolisme. hormon ini mempunyai peran di dalam menentukan tingkat metabolisme serta mengontrol fungsi tubuh.


Ciri Hormon

Ciri-Hormon

Adapun Karakteristik umum dari hormon ini ialah sebagai berikut:

  1. Hormon tersebut disekresikan oleh sel-sel endokrin.
  2. Hormon ini ialah pembawa pesan kimiawi.
  3. Hormon ini ialah sinyal kimia yang beredar pada cairan tubuh.
  4. Hormon ini mengatur perilaku sel target.
  5. Hormon, seperti enzim yakni tidak mengkatalisis reaksi apapun.
  6. Mereka disekresikan apabila saat dibutuhkan atau diperlukan, mereka ini tidak disimpan sebelum dibutuhkan.
  7. Hormon di alam itu mungkin protein atau juga non-protein (asam amino atau steroid).
  8. Sekresi hormon itu diatur oleh sistem saraf dengan melalui efek umpan balik.
  9. Hormon itu biasanya menyebabkan efek jangka panjang yakni seperti perubahan perilaku, pertumbuhan, dll
  10. Hormon memiliki fungsi untuk merangsang atau juga menghambat organ sasaran.

Struktur Hormon

Struktur-Hormon

Hormon ini adalah senyawa organik yang disekresikan oleh kelenjar buntu. apabila dilihat dari struktur organiknya, hormon tersebut dibagi menjadi 3 macam yakni, hormon amino, hormon peptide, serta hormon steroid.

Hormon amino

Hormon amino ini merupakan hormon yang mengandung derivat asam amino tirosin, Contoh dari hormon ini ialah :

  1. hormon thiroid, tiroksin, trioditonin (T3)
  2. hormon medula adrenal, epinephtin norepineorin

Hormon peptida

Sebagian besar hormon ini tersusun dari peptida/protein. Hormon ini dapat atau bisa tersusun dari tiga macam amino atau bahkan lebih. Contohnya ialah seperti neurontransmiter ialah seperti noradrenalin serta asetilkolin


Hormon steroid

Hormon steroid ini mengandung senyawa steroid (lemak). Hormon tersebut di produksi di adrenal korteks serta  gonade (testis serta ovarium). Ataupun oleh plasenta itu selama kehamilan. Contohnya ialah aldosteron, testosteron dan progesteron.


Hormon Pada Hewan

Pada hewan, terdapat hormon yaitu hormon yang diproduksi oleh suatu kelenjar endokrin vertebrata. Hormon tersebut bisa atau dapat dihasilkan oleh hampir seluruh sistem-sistem organ dan juga segala macam jenis jaringan yang terdapat pada tubuh hewan. Molekul hormon ini setelah itu dilepaskan langsung ke dalam aliran darah, namun tetapi ada juga jenis/tipe hormon yang disebut dengan sebutan ectohormone atau ektohormon, yang mana hormon tersebut kemudian tidak langsung dialirkan ke aliran darah, namun dengan melalui sirkulasi ataupun  juga difusi ke sel target.


Biasanya pengaturan produksi pada suatu hormon itu dilakukan oleh hipotalamus. Hipotalamus ini memiliki fungsi di dalam mengontrol sekresi dari kelenjar yang lain, khususnya ialah dengan melalui kelenjar pituitari, yang mana kelenjar tersebut kemudian akan mengontrol kelenjar yang lainnya. Hipotalamus inibisa atau dapat memerintahkan pada kelenjar pituitari di dalam mensekresikan hormonnya itu yakni dengan melalui cara mengirim faktor regulasi tersebutke lobus anterior serta kemudian impuls saraf ke posteriornya dan setelah itudengan mengirim impuls saraf tersebut ke lobus posteriornya.

Hormon Pada Tumbuhan

Untuk tumbuhan, hormon tersebut akan dihasilkan khususnya di bagian-bagian tumbuhan yang mempunyai sel-sel yang masih aktif membelah diri atau disaat tahap perkembangan pesat. Transfer hormon dari 1 bagian ke bagian yang lainnya tersebut bisa atau dapat dilakukan dengan melalui cara sistem pembuluh ataupun juga transfer antarsel. Tumbuhan ini tidak memiliki kelenjar tertentu yang dapat atau bisa menghasilkan hormon.


Klasifikasi Hormon

Klasifikasi-Hormon

  1. Hormon perkembangan/Growth hormone ini merupakan hormon yang memegang peranan di dalam perkembangan serta pertumbuhan. Hormon tersebut dihasilkan oleh kelenjar gonad
  2. Hormon metabolisme ini merupakan proses homeostasis glukosa di dalam tubuh diatur oleh macam jenis hormon, contoh seperti glukokortikoid, glukagon, serta katekolamin
  3. Hormon tropik ini merupakan jenis yang  dihasilkan oleh struktur khusus di dalam pengaturan fungsi endokrin yaitu kelenjar hipofise yakni sebagai hormon perangsang pertumbuhan folikel (FSH) pada ovarium serta proses spermatogenesis (LH)
  4. Hormon pengatur metabolisme air serta mineral ini merupakan kalsitonin dihasilkan oleh kelenjar tiroid di dalam mengatur metabolisme kalsium serta fosfor.

Hormon ini dikelompokan kedalam :

1. Berdasarkan Struktur Kimianya

  1. Hormon amina
    Hormon ini ialah molekul hormon paling sederhana, modifikasi dari senyawa asam amino tyrosine contohnya ialah seperti hormon tiroid epineprin serta norepineprin.
  2. Hormon steroid
    Molekul hormon steroid ini ialah derivat kolesterol. Contohnya ialah seperti testosteron,estrogen, progesteron, mineralokortikoids, glukokortikoid. Steroid tersebut bisa atau dapat melintasi membran plasma.
  3. Hormon protein atau peptida
    Molekul hormon protein ini tersusun dari rantai asam amino. Hormon ini juga adalah kelompok terbesar serta diarahkan oleh mRNA diendoplasmic rektikulum, sebagian besar nya itu dibentuk sebagai pheromone. Contohnya ialah Insulin, hypothalmus-signaling hormons. Hormon protein tersebut tidak dapat atau bisa melintasi membran plasma

2. Berdasarkan sifat kelarutannya

  1. Lipofilik, ini adalah kelompok hormon yang dapat atau bisa larut dalam lemak, contohnya ialah seperti progesteron, estrogen, aldosteron, tiroksin
  2. Hidrofilik, ini adalah kelompok hormon yang dapat atau bisa larut dalam air, contohnya ialah seperti glokagon, insulin, ACTH

3. Berdasarkan lokasi reseptor hormon

  1. Hormon yang berhubungan dengan reseptor intraseluler
  2. Hormon yang berhubungan dengan reseptor permukaansel /plasma membran

4. Berdasarkan tempat bekerjanya

  1. Autokrin, ini adalah hormon yang bekerja pada sel yang mensintesis hormon itu sendiri. Contohnya ialah seperti insulin-like growth factor (IGF-1)
  2. Parakrin, ini merupakan jenis hormon yang bekerja disel-sel sekitar, contohnya ialah seperti insulin yang disekresikan dari sel β pankreas serta juga kjemudian mempengaruhi sekresi glukagon itu oleh sel α pancreas
  3. Neuroendokrin, ini adalah hormon yang disintesis di dalam sel saraf kemudian dilepaskan ke aliran darah itu menuju organ target. Contohnya ialah oksitosin

Peranan Hormon

Peranan-Hormon

Adapun peranan penting pada hormon diantaranya sebagai berikut

  1.  Peranan Psikologis, ialah mengatur mood serta suasana hati.
  2. Peranan Fisik, yakni bisa atau dapat menyebabkan munculnya bentuk fisik yang kemudian menjadikan perbedaan antara pria serta wanita.
  3. Peranan sistem reproduksi, memiliki fungsi di dalam mengontrol kinerja organ-organ reproduksi.

Hormon tersebut diproduksi oleh sel-sel yang terdapat dikelenjar hormon yang tersebar dibagian-bagian tubuh. Kelenjar ini dinamakan kelenjar endokrin, yakni kelenjar yang mempunyai kemampuan di dalam memproduksi hormon. Produksi hormon yang dilakukan di dalam kelenjar endokrin di atur oleh hipotalamus. Hipotalamus ini terdapat di dalam otak.

Terdapat yang namanya kelenjar pituitari atau bisa atau dapat disebut dengan sebutan kelenjar hipofisis, merupakan suatu kelenjar endokrin yang juga banyak memproduksi hormon. Tiap hormon tersebut tentu memiliki segala macam fungsi yang juga berbeda-beda, namun tetapi ada juga hormon yang memiliki fungsi itu saling mendukung, contohnya ialah seperti : menghambat atau pun juga merangsang produksi hormon lainnya. Hormon tersebut memiliki banyak fungsi serta juga peranannya sendiri.


Fungsi Hormon

Fungsi-Hormon

Adapun fungsi ini Hormon sangatlah penting keberadaannya, dibawah merupakan fungsi hormon, diantaranya sebagai berikut :

  1. Fungsi hormon dapat atau bisa mempengaruhi metabolisme glukosa, lemak, serta protein seluruh tubuh.
  2. Mengendalikan tekanan darah.
  3. Mengendalikan perkembangan disistem reproduksi serta ciri-ciri seksual.
  4. Merangsang di dalam proses pembentukan sel darah merah(eritrosit).
  5. Fungsi hormon dapat atau bisa mengendalikan pelepasan serta pembentukan hormon yang dilakukan oleh korteks adrenal.
  6. Merangsang pelepasan serta pembentukan dari kelenjar tiroid.
  7. Mempertahankan homeostasis atau juga keseimbangan pada keadaan tubuh terhadap lingkungan disekililingnya.

Sistem Kerja Hormon

Sistem-Kerja-Hormon

Terdapat sekitar 50 jenis hormon beredar pada tubuh di dalam pembuluh darah. Para peneliti Earl Sutherland dimulai ditahun 1950 dengan studi megnenai mekanisme kerja enzim. Penelitian tersebut sebelumnya megnenai aksi adrenalin serta glukagon di dalam respon pemecahan glikogen serta produksi glukosa oleh hati.

Setelah penyelidikan, pertama-tama itu ditunjukkan bahwa respons glukagon terhadap pemecahan glukosa tersebut dipercepat oleh hormon-hormon adrenalin serta glukagon. Kemudian, Sutherland kemudian menemukan bahwa reaksi di atas mengarah pada pembentukan zat refraktori ialah sebagai AMP siklik menengah (adenosin 3,5-monofosfat). AMP siklik tersebut dibentuk oleh enzim adenyl cyclase dari ATP.

AMP siklik tersebut bisa atau dapat dihidrolisis menjadi AMP oleh enzim fosfodiesterase. Stimulasi dari luar atau juga di dalam menghasilkan hormon serta melepaskannya ke dalam plasma darah.

Setelah mencapai sel target, hormon tersebut mengikat reseptor serta kemudian meningkatkan aktivitas adenyl cyclase di membran. Peningkatan aktivitas adenecyl cyclase tersebut menyebabkan peningkatan pembentukan AMP siklik yang terkandung di dalam sitoplasma serta bisa atau dapat mengubah proses di dalam sel tersebut.

Misalnya ialah, aktivitas enzim, permeabilitas membran serta lain sebagainya. Seluruh proses perubahan tersebut bisa atau dapat memanifestasikan dirinya dalam tindakan yakni sebagai respons atau juga upaya fisiologis manusia.

Proses hormon tersebut terdiri dari dua tahap, yakni pembentukan hormon sampai mencapai dinding sel atau juga plasma serta peningkatan jumlah AMP siklik di dalam pertumbuhan atau juga proses dalam sel.

Hormon diproduksi serta kemudian mengendalikan dirinya dengan berdasarkan mekanisme umpan balik atau juga kontrol umpan balik. Kontrol umpan balik pada dasarnya itu menghentikan produksi hormon pada saat asupan hormon tersebut mencukupi. Hal ini berarti, kekurangan atau kelebihan hormon tersebut tentu bisa atau dapat memengaruhi produksi hormon lain. Jumlah hormon di dalam tubuh itu harus benar, tidak terlalu banyak atau pun sebaliknya.

Mekanisme kerja hormon ini dikenal yakni sebagai homeostasis. Homeostasis ini ialah “menyeimbangkan,” dengan berdasarkan pada bagaimana umpan balik bekerja. Mekanisme homeostatik ini berlaku untuk seluruh aktivitas kelenjar endokrin. Mekanisme dari kerja hormon di dalam organel target itu ialah di dalam menempati reseptor yang spesifik di dalam 1 jenis hormon saja.


Jenis Mekanisme Reseptor

Hormon dengan berdasarkan mekanisme kerja reseptornya itu dibagi menjadi hormon steroid serta non-steroid

  1. Steroid Hormon
    Fungsi hormon ini didasarkan di pekerjaan reseptor, yang terletak pada membran sel. Hormon ini kemudian akan mengaktifkan pembawa pesan kedua, yang setelah itu mengaktifkan protein kinase, yang kemudian menyebabkan segala macam aktivitas seluler.
  2. Hormon nonsteroid
    Hormon ini juga mudah melewati membran sel serta reseptor di sitoplasma. Kompleks hormon-reseptor tersebut memasuki nukleus serta mengaktifkan DNA di dalam kromatin guna transkripsi mRNA, yang setelah itu diterjemahkan untuk kemudian menghasilkan protein atau enzim

Sifat Hormon

Hormon ini mempunyai beberapa sifat diantaranya ialah sebagai berikut:

  1. Bekerja dengan secara spesifik pada organ, bagian tubuh tertentu atau pun aktivitas tertentu
  2. Dihasilkan tubuh di dalam jumlah yang sangat sedikit
  3. Bekerja lambat, pengaruh hormon ini tidak spontan
  4. Hormon ini tidak dihasilkan setiap waktu, namun diproduksi hanya apabila diperlukan atau dibutuhkan.

Demikianlah penjelasan megnenai Pengertian Hormon, Fungsi, Ciri, Jenis, Sifat, Sistem, dan Peranan, semoga apa yang diuraikan dapat bermanfaat untuk anda. Terima kasih

Lihat Juga  √ Pengertian NIC, Jenis, Tugas, Fungsi, Cara Kerja Beserta Prinsipnya
Lihat Juga  √ Pengertian Insentif
Lihat Juga  √ Enzim Adalah : Pengertian, Cara Kerja, Fungsi, dan Sifat