√ Pengertian Hub, Fungsi, Jenis Beserta Cara Kerjanya

Diposting pada

Pendidikan.Co.Id – Kesempatan ini akan membahas mengenai HUB, penjelasan selengkapnya mengenai HUB ini akan diuraikan sebagai berikut :

Pengertian Hub, Fungsi, Jenis, Kelemahan dan Cara Kerjanya

Pengertian Hub Network

Hub (network hub) merupakan sebuah perangkat yang memiliki fungsi untuk dapat menghubungkan komputer yang satu dengan komputer lainnya itu di dalam sistem jaringan. Komputer yang terhubung dengan melalui hub ini bisa saling bertukar informasi antara satu sama lain. Namun tidak hanya terbatas pada komputer saja, segala bentuk perangkat yang berhubungan dengan komputer ini dapat dihubungkan dengan hub ini.

Pada dsaranya hub ini mempunyai banyak port ethernet. Semua perangkat yang terhubung dengan melalui port tersebut akan terhubung pada jaringan LAN, yang di akhirnya itu dapat melakukan komunikasi antar perangkat dalam meningkatkan efektivitas serta efisiensi kinerja masing-masing perangkat.

Hub ini mempunyai sistem kerja yang mirip dengan switch. Hanya saja apabila pada switch, data yang ditransfer itu kemudian  akan diteruskan ke port yang spesifik (port yang menjadi tujuannya). Sementara dari itu untuk hub sendiri, data yang diterima itu kemudian akan dikirimkan ke seluruh perangkat yang terkoneksi ke dalam port tersebut. Sehingga di dalam kasus ini, hub ini tidak melakukan penyaringan atau juga pengalihan ke jaringan lainnya.

Dengan demikian, apabila terdapat sebuah hub dengan 8 port serta ada 5 port yang aktif, maka data yang masuk itu kemudian akan diteruskan ke 5 port yang aktif tersebut. Hal tersebut tentu menjamin bahwa informasi tersebut dapat terkirim dengan cukup baik. Namun dari segi efisiensi sendiri akan kurang bagus disebabkan karna akan menghabiskan bandwidth jaringan. Oleh sebab itu pada umumnya orang itu akan lebih memilih switch daripada hub.

Macam Jenis dan Fungsi Hub

Secara umum hub tersebut dibedakan menjadi 3 macam, yaitu 1) passive hub, 2) active hub, dan 3) intelligent hub.

Passive hub ini merupakan suatu hub yang memiliki suatu kemampuan dalam menerima serta mengirimkan data dari dan ke komputer yang terhubung ke hub itu sendiri.

Sedangkan active hub merupakan hub yang menerima data dari perangkat yang terhubung dengannya, setelah itu mempunyai kemampuan memperkuat data sebelum dikirimkan ke perangkat lain yang terhubung padahub tersebut.

Jenis terakhir ialah intelligent hub, merupakan suatu hub yang dilengkapi dengan fungsi-fungsi tambahan tertentu. Melalui fungsi-fungsi tambahan itu, hub tipe ini dapat melakukan pengaturan serta juga pengawasan kepada arus pergerakan data pada hub tersebut.

Fungsi Hub

Hub sendiri mempunyai fungsi yang memungkinkan sebuah perangkat yang terhubung itu dapat saling bertukar informasi. Dengan demikian komputer yang terhubung pada hub tersebbut akan bisa/dapat bertukar data. Pada dasarnya hub ini digunakan pada sistem jaringan LAN kecil yang mempunyai kompleksitas jaringan yang juga tidak terlalu tinggi.

Fungsi lainnya dari Hub ini diantaranya:

  1. Memfasilitasikan penambahan penghilangan ataupun juga penambahan workstation.
  2. Menambah suatu jarak network (memiliki fungsi sebagai repeater).
  3. Menyediakan atau juga memfasilitasi fleksibilitas dengan mensupport interfaceyang berbeda (Ethernet, Toket ring dan FDDI)
  4. Menawarkan feature-featur yang fault tolerance (Isolasi Kerusakan).
  5. Memberikan menegement yang tersentralisasi ( koleksi informasi, diagnostic).

Cara Kerja hub

Hub ini bekerja dengan cara menerima data dari perangkat yang terhubung ke dalam port-nya serta kemudian mengirimkan ke perangkat lain yang terhubung ke port hub tersebut. Hub tersebut tidak bisa mendeteksi tujuan pengiriman data. Jadi hub tersebut akan mengirimkan data ke seluruh perangkat yang terhubung pada hub, tidak seperti halnya switch yang akan mengirimkan data itu ke perangkat yang hanya dituju.

Hal itu membuat pengiriman data dengan melalui hub ini tidak begitu efisien karena hub mengirimkan data pada seluruh port itu secara bersamaan. Hal tersebut akan membuat penggunaan bandwidth jaringan jadai melonjak. Oleh karna itu biasanya apabila kita menggunakan hub, maka koneksi pada komputer tersebut akan menjadi lambat.

Didalam kasus menghubungkan 2 komputer, kita hanya cukup menggunakan kabel UTP saja. Maka kedua komputer itu sudah dapat terhubung. Namun dalam kasus komputer yang lebih banyak, Contohnya saja dengan 10 komputer, maka kita itu akan membutuhkan hub ini untuk dapat mengirim data dari komputer yang satu kemudian diteruskan ke 9 komputer lainnnya.

Pada saat hub ini menerima paket data dari 1 komputer, maka informasi tersebut kemudian akan dikirimkan ke 9 komputer lainnya. Walaupun mungkin data pada hub itu diteruskan ke seluruh perangkat yang terhubung pada hub tersebut, pada kenyataannya data tersebut hanya akan diproses disalah satu perangkat yang menjadi tujuan paket data tersebut.

Dengan demikian pada saat hub mengirimkan data pada seluruh perangkat yang terhubung, maka bandwidth jaringan itu akan menjadi overload. Sebagai akibatnya ialah kecepatan akses data pada jaringan itu akan melambat. Hub tersebut memang cukup efektif didalam menghubungkan jumlah komputer yang tidak terlalu banyak. Tapi pada saat jumlah komputer yang dihubungkan itu lebih banyak lagi, maka hub ini akan menjadi kendala. Disaat seperti itulah perangkat seperti switch akan digunakan.

Kelemahan atau Kekurangan Dari HUB

Adapun kelemahan dari HUB ini ialah sebagai berikut :

  1. Tergolong peralatan Layer 1 di dalam OSI model (Physical layer).
  2. Tidak bsisa membaca paket-paket data.
  3. Tidak bisamengetahui sumber dan tujuan data.
  4. Hanya berperan dalam menerima serta meneruskan data yang masuk ke semua peralatan padajaringan termasuk yang mengirim data.

Nah itulah penjelasan mengenai Pengertian Hub, Fungsi, Jenis, Kelemahan dan Cara Kerjanya, semoga apa yang diuraikan dapat bermanfaat untuk anda. Terima kasih

Lihat Juga  √ Pengertian Bridging (Bridge), Cara Kerja, Fungsi, Jenis dan Kelebihannya
Lihat Juga  √Pengertian, Ciri dan Jenis Prosa Secara Umum
Lihat Juga  √ Pengertian Sistem Pemerintahan Presidensial, Unsur, Ciri, dan Kelebihannya