√ Pengertian Deuteromycota

Diposting pada

Pengertian-Deuteromycota

Pengertian Deuteromycota

Deuteromycota ini adalah jamur yang belum diketahui cara reproduksi seksualnya. Oleh sebab itulah Deuteromycota ini sering disebut dengan sebutan jamur yang tidak sempurna. Jamur ini tidak bisa atau dapat dimasukkan kedalam kelompok ascomycota disebabkan karna tidak mempunyai askus, juga tidak dapat atau bisa dikategorikan kedalam basidiomycota disebabkan karna tidak memiliki basidium. Nama lain dari Deuteromycota ini ialah fungi imperfecti atau jamur tidak sempurna. Mungkin nanti di suatu reproduksi seksualnya itu telah diketahui, mungkin jamur ini akan mempunyai 2 (dua) nama yang disematkan pada fase berbeda di dalam siklus hidupnya. Terdapat sekitar 25.000 spesies yang telah atau sudah dikenali dari Deuteromycota.

Jamur Deuteromycota ini adalah jamur yang berkembang biak dengan konidia serta belum diketahui tahap seksualnya. Selain dengan melalui konidia, reproduksi dari jamur Deuteromycota dengan secara aseksual ini juga dapat atau bisa dilakukan dengan membentuk blastospora (berbentuk tunas) serta juga artrospora (yakni pembentukan spora itu dengan benang hifa).


Dengan demikian, beberapa jenis jamur yang belum diketahui alat reproduksi generatifnya itu dimasukkan ke dalam divisi Deuteromycota. Deutermycota atau disebut juga the imperfect fungi (jamur yang tidak sempurna) ini tidak mengalami sebuah reproduksi seksual atau mereka itu hanya menunjukkan tahap aseksual (anamorph) dari jamur yang mempunyai tahap seksual (teleomorph).

Jamur Deuteromycota ini juga menyerupai Ascomycota (septanya sederhana). Jadi, kelompok jamur ini bisa atau dapat dikatakan yakni sebagai “keranjang sampah”, tempat sementara dallam menampung jenis-jenis jamur yang belum pasti statusnya. Apabila untuk penelitian yang dilakukan berikutnya itu kemudian  ditemukan cara reproduksi seksualnya, maka jenis jamur dari anggota Deuteromycota ini juga akan dapat untuk dikelompokkan ke dalam divisi Ascomycota atau pun juga divisi Basidiomycota.

Monilia-sitophila

Sebagai contoh ialah jamur Monilia sitophila (jamur oncom), sebelumnya diketahui bahwa reproduksi seksualnya ini digolongkan pada Deuteromycota, namu saat ini waktu diketahui reproduksi seksualnya ialah dengan menghasilkan askospora di dalam askus (peritesium), maka kemudian dikelompokkan ke dalam Ascomycota serta  diganti dengan nama Neurospora sitophila atau juga Neurospora crassa.

Namun masih juga terdapat para ahli yang kemudian menggolongkan Jamur Penicillium dan juga Aspergillus ini ke dalam Deuteromycotina dengan sebuah alasan yakni disebabkan karna tingkat konidiumnya itu begitu jelas serta tidak asing lagi, meskipun tingkat seksualnya itu sudah atau telah diketahui dengan baik.


Struktur Jamur Deuteromycota

struktur-deuteromycota Jadi Struktur dari Jamur deuteromucota atau disebut dengan imperfect fungi (jamur tidak sempurna) ini  terdapat claosporium, Hifa, Alternaria, Conidium serta juga phialophora.


Siklus Hidup Deuteromycota

Jamur deuteromycota ini dominan memiliki sifat adalah saprofit pada materi organik, yakni hidup sebagai parasit padatumbuhan tingkat tinggi serta juga sebagai penyebab dari rusaknya dari beberapa tanaman budidaya. Deuteromycota ini pun juga dapat atau bisa menyebabkan penyakit pada manusia, contohnya ialah seperti penyakit kurap serta panu. Selain dari itu mereka juga menyebabkan pelapukan pada kayu.

Seluruh jamur anggota divisi artifisial ini bereproduksi itu dengan secara aseksual yakni konidia. Konidia tersebut dibentuk pada ujung konidiosfora, secara langsung pada hifa yang bebas. Beberapa jenis hidupnya itu pada dedaunan serta sisa-sisa tumbuhan yang tenggelam di dasar sungai yang memiliki arus deras.

Beberapa kelompok atau gologan yang lain itu merupakan parasit pada protozoa serta hewan-hewan kecil lainnya itu dengan berbagai cara. Beberapa jenis itu juga ditemui pada semut serta sarang rayap.


Beberapa jamur parasit itu pada hewan-hewan kecil itu dengan mengembangkan unbranched body di dalam tubuh sang korban, kemudian dengan secara perlahan-lahan ia akan menyerap nutrien itu sampai korbanya itu mati. Setelah itu jamur itu kemudian memproduksi rantai spora yang mungkin menempel atau juga termakan oleh hewan-hewan lain yang kemudian akan menjadi korbannya.

Cara lain ialah dengan cara menangkap mangsanya itu dengan hifa yang bisa menusuk, dengan menumpangi serta  melekat pada amuba. Salah satu dari kelompok jamur penghuni tanah ada yang mampu untuk menangkap cacing nematoda itu dengan membentuk cincin hifa atau juga hyphal loop.

Siklus-Hidup-Deuteromycota

Ukuran cicin hifa ini juga lebih kecil dari ukuran tubuh nematoda serta runcing dikedua ujungnya. pada saat nematoda itu memasukkan kepalanya ke dalam cincin hifa, cacing itu kemudian cenderung berusaha keluar dengan bergerak maju, dan bukan mundur, sehingga cacing itu malah akan terjebak pada kumparan hifa jamur itu . Apabila berhasil menjerat korbannya itu, jamur itu kemudian akan membentuk haustoria yang tumbuh dan menembus ke dalam tubuh si cacing kemudian mencernanya.


Reproduksi Aseksual dan Paraseksual Deuteromycota

  1. Reproduksi aseksual ini terjadi dengan menghasilkan konidia atau juga menghasilkan hifa khusus yang disebut dengan konidiofor.
  2. Walaupun tidak mempunyai reproduksi seksual, tetapi rekombinasi genetiknya itu masih bisa terjadi, sehingga disebutlah paraseksualitas. Siklus paraseksual ini adalah suatu proses mengirim materi genetik itu tanpa melalui pembelahan meiosis serta juga perkembangan dari struktur seksual.

Ciri Deuteromycota

Dibawah ini merupakan ciri-ciri atau karakteristik dari Deuteromycota, diantaranya sebagai berikut :

  1. Multiseluler (memiliki sel banyak) tapi terdapat beberapa jenis jamur itu merupakan organisme yang memiliki sel tunggal dan juga membentuk sebuah pseudomiselium(miselium semu) dikondisi atau situasi lingkungan yang menguntungkan.
  2. Sebagian besar itu adalah mikroskopis (artinya tidak dapat atau bisa diamati dengan mata telanjang).
  3. Dinding sel itu terbuat dari zat kitin.
  4. Pada jenis-jenis tertentu juga ditemukan hifa bersekat dengan sel yang berinti satu, namun dominan itu berinti banyak..
  5. Terbentuk spora itu dengan secara vegetatif serta belum diketahui fase kawinnya sehinga disebut kemudian jamur tidak sempurna atau imperfekti.
  6. Berkembang biaknya itu dengan membentuk spora aseksual yakni dengan melalui fragmentasi serta konidium yang bersel satu atau juga yang bersel banyak. Sedangkan untuk reproduksi seksual itu belum diketahui.
  7. Banyak yang sifatnya parasit atau merusak yang mengakibatkan penyakit pada hewan-hewan ternak, manusia serta juga tanaman budidaya.
  8. Hidupnya itu secara saprofit maupun juga parasit.
  9. Biasanya itu berhabitat pada tempat yang lembab.

Peranan dan Contoh Deuteromycota

Dibawah ini merupakan contoh dari Deuteromycota, diantaranya sebagai berikut :

Peranan Deutoromycota yang menguntungkan

  • Aspergillus oryzae : digunakan untuk melunakan adonan roti
  • Aspergillus wentii : digunakan sebagai bahan pembuatan tauco, kecap, sake serta asam oksalat
  • Monilia sitophyla : pembuatan oncom
  • Tolypocladium inflatum : obat untuk menekan reaksi kekebalan

Peranan Deutoromycota yang merugikan

  1. Epidermophyton Floocosum : penyebab kutu air
  2. Melazasia fur-fur : penyebab panu
  3. Altenaria sp. : Parasit pada tanaman kentang
  4. Fusarium : Menjadikan tanaman tomat sebagai inangnya
  5. Trychophyton tonsurans : penyebab ketombe
  6. Tinea versicolor : mengakibatkan penyakit kaki atlet pada manusia
  7. Trichophyton sp. : mengakibatkan penyakit kulit ring worm pada manusia
  8. Helminthospora oryzae : sebagai parasit karena dapat merusak kecambah serta menyerang daun dan buah tanaman budi daya.
  9. Ephidermophyton floocosum : ini jmaur yag menyebabkan penyakit kutu air
  10. Mycrosporum sp. dan Tryghophyton sp. : menyebabkan penyakit kurap
  11. Sclerothium rolfsie :menyebabkan penyakit busuk pada tanaman.
  12. Candida ablicans : meyebabkan infeksi pada vagina.
  13. Curvularia sp. : hidup parasit
  14. Chaclosporium sp. : parasit pada buah buahan dan sayuran.
  15. Trychophyton tonsurans :menimbulkan ketombe di kepala
  16. Fusaarium sp. hidup pada tanaman tomat
  17. Altenaria sp. : hidup pada tanaman kentang

Demikianlah penjelasan mengenai Pengertian Deuteromycota, Ciri, Reproduksi, Siklus, Peranan dan Contoh, semoga apa yang diuraiakan dapat bermanfaat untuk anda.

Lihat Juga  √ Pengertian Germinasi
Lihat Juga  √Pengertian, Unsur, Teknik dan Kreativitas Seni Peran
Lihat Juga  √ Pengertian Black Hole, Sejarah, Teori, Ciri dan Jenisnya