√ Pengertian Adsorpsi

Diposting pada

pengertian-adsorpsi

Pengertian Adsorpsi

Peristiwa atau kejadian dari adsorpsi ini adalah peristiwa yangmana suatu zat menarik zat lain yang berada di sekitarnya untuk berinteraksi serta berikatan itu dengan zat tersebut. Proses adsorpsi ini bisa atau dapat terjadi antara zat yang berada di dalam satu fase seperti padat dengan padat atau zat yang berbeda fase misalnya padat itu dengan cair.

Sedangkan peristiwa atau kejadian yang berkebalikan dengan adsorpsi yakni desorpsi yang ini ialah suatu proses pelepasan suatu materi dari material lain.

Adanya peristiwa adsorpsi ini akan membuat zat yang awalnya menyebar ke lingkungan menjadi terkumpul serta terikat pada 1 media adsorpsi yang dinamakan yakni sebagai adsorben dimana material adsorben ini mempunyai kemampuan di dalam menarik zat lain yang cocok untuk berinteraksi itu dengan material tersebut. Sedangkan zat lain yang tertarik atau juga terikat ke dalam material adsorben dinamakan ialah sebagai adsorbat.

Terjadinya adsorpsi melibatkan interaksi antar permukaan pada suatu molekul yang mana material adsorben memiliki permukaan itu dengan tendensi untuk menarik material lain sehingga material adsorbat yang telah atau sudah terikat akan menempel pada permukaan adsorben.

Proses adsorpsi ini banyak dimanfaatkan di dalam bidang kimia seperti ialah sebagai katalis, sebagai penjernih air, serta mengurangi pencemaran pada air.

Apabila kita berbicara mengenai adsorpsi, kita juga mengenal istilah absorpsi. Pada dasarnya kedua peristiwa atau kejadian ini mirip hanya saja adsorpsi melibatkan pengikatan molekul pada lapisan paling atas dari material adsorben. Sedangkan pada absorpsi, pengikatan atau juga penempelan molekul cenderung lebih di dalam hingga menembus lapisan dari material adsorben. Oleh sebab itu, pada umumnya peristiwa atau kejadian absorpsi mempunyai kekuatan ikatan yang lebih tinggi.


Prinsip Kerja Adsorpsi

Prinsip-Kerja-Adsorpsi

Terjadinya adsorpsi ini dikarenakan adanya ketidakstabilan atau juga di dalam bahasa ilmiah dinamakan residual forces dipermukaan suatu zat adsorben yang mana adanya kestabilan itu membuatnya cenderung berikatan dengan zat lain yang cocok untuk mencapai kestabilan.

Maka dari itu, pada umumnya material adsorben mempunyai gugus yang dinamakan itu dengan sisi aktif yang mana gugus ini memiliki peran penting pada proses adsorpsi yakni di dalam berinteraksi dengan molekul adsorbat. Selain adanya interaksi ini, adsorpsi tersebut juga bisa disebabkan oleh karna keberadaan rongga atau pori pada material adsorben.

Material seperti karbon aktif serta zeolit ini ialah material berpori yang mempunyai luas permukaan besar di dalamnya. Akibatnya, adsorbat itu bisa atau dapat masuk ke dalam pori serta memenuhi rongga yang ada sehingga akan terjebak di dalam pori tersebut.

Selanjutnya material yang telah atau sudah berada dalam adsorben dapat atau bisa distabilkan posisinya itu dengan segala macam interaksi seperti ikatan hidrogen, interaksi elektrostatik, interaksi dipol, interaksi van der waals, serta lain sebagainya.


Jenis Adsorpsi

Jenis-Adsorpsi

Adapun beragam macam adsorpi serta penjelasan ini antara lain diantaranya sebagai berikut;

Fisisorpsi / Physisorption (Adsorpsi Fisika)

Fisisorpsi ini adalah salah satu jenis adsorpsi yang didasarkan pada interaksi yang terjadi antara adsorbat itu dengan adsorben. Pada adsorpsi dengan secara fisika, adsorbat ini akan ditarik oleh adsorben serta keduanya ini akan mengalami interaksi secara fisika seperti adanya gaya tarik menarik akibat interaksi van der waals.

Tetapi di fisisorpsi ini tidak sampai melibatkan terjadinya ikatan antara molekul adsorben itu dengan adsorbat. Akibatnya yakni disebabkan karna tidak adanya ikatan antara keduanya, maka interaksi adsorben serta juga adsorbat cenderung lemah serta jenis adsorpsi ini cenderung lebih mudah untuk terjadinya desorpsi.


Kemisorpsi / Chemisorption (Adsorpsi Kimia)

Kemisorpsi ini merupakan jenis lain dari adsorpsi yang adalah suatu adsorpsi dengan interaksi kimia. Pada kemisorpsi, antara molekul adsorben serta adsorbat mengalami peristiwa atau kejadian ikatan kimia. Adanya ikatan kimia antara adsorben serta adsorbat ini akan membuat interaksi kedua material ini lebih kuat.

Akibatnya, untuk melepaskan molekul adsorbat dari material adsorben itu cenderung lebih susah serta membutuhkan energi yang lebih tinggi daripada fisisorpsi. Maka dari itu jenis kemisorpsi ini banyak diaplikasikan untuk tujuan tertentu disebabkan karna sifat ikatannya yang cenderung kuat.


Perbedaan adsorpsi fisika dan kimia

Adapun Perbedaan adsorpsi fisika serta kimia (Atkin, 1999: 437-438) bisa atau dapat dilihat pada tabel, diantaranya sebagai berikut :

Adsorpsi fisika

Adsorpsi kimia

Molekul terikat di adsorben oleh gaya Van der WallsMolekul ini terikat pada adsorben oleh ikatan kimia
Memiliki entalpi reaksi -4 itu sampai -40 kJ/molMemiliki entalpi reaksi -40 sampai 800kJ/mol
Dapat membentuk lapisan multilayerMembentuk lapisan Monolayer
Adsorpsi ini hanya terjadi di suhu dibawah titik didih adsorbatAdsorpsi ini bisa atau dapat terjadi di suhu tinggi
Jumlah adsorpsi pada permukaan ialah fungsi adsorbatJumlah adsorpsi pada permukaan ialah suatu karakteristik adsorben serta adsorbat
Tidak melibatkan energiaktivasi tertentuMelibatan energi aktivasi tertentu
Sifatnya tidak spesifikSifatnya sangat spesifik

Faktor yang Mempengaruhi Adsorpsi

Faktor-yang-mempengaruhi-adsorpsi

Faktor yang bisa atau dapat menjadi pendorong terjadinya adsorpi ini, antara lain sebagai sebagai berikut;

Aktivasi Adsorben

Sebelum suatu material itu bisa atau dapat digunakan ialah sebagai adsorben, material ini perlu dilakukan treatment yang dinamakan ialah sebagai aktivasi. Proses aktivasi ini memiliki tujuan untuk membuat material adsorben itu memiliki atau mempunyai kemampuan untuk menyerap zat lain.

Aktivasi pada umumnya ini dilakukan dengan menghilangkan guest yang ada pada pori atau juga rongga adsorben sehingga didapatkan material adsorben itu dengan rongga kosong serta juga memungkinkan untuk diisi dengan adsorbat yang diinginkan.

Proses aktivasi ini bisa atau dapat dilakukan dengan segala macam cara seperti dengan pemanasan untuk menguapkan zat guest atau juga dengan metode pencucian asam kuat untuk melarutkan material guest diadsorben.


Luas Permukaan Adsorben

Surface area atau juga luas permukaan juga mempunyai peran penting di dalam proses adsorpsi disebabkan karna peristiwa ini melibatkan permukaan dari adsorben. Semakin luas permukaan suatu material adsorben, maka material tersebut juga mempunyai kapasitas adsorpsi yang semakin besar.

Hal ini disebabkan oleh karna semakin luas permukaan menandakan bahwa material tersebut mempunyai peluang yang lebih banyak untuk berinteraksi itu dengan adsorbat.


Waktu Kontak

Pada dasarnya, semakin lama kita mencampurkan adsorben itu dengan adsorbat maka interaksi yang terjadi juga akan semakin besar. Hal tersebut dikarenakan pada proses adsorpsi, terkadang adsorbat itu harus dengan melalui difusi yang mana proses ini juga memerlukan waktu.

Oleh sebab itu dengan waktu yang cukup, maka proses difusi yang sempurna tersebut kemudian akan meningkatkan kapasitas adsorpsi suatu zat.


Pengaruh Temperatur

Suhu lingkungan ini juga berpengaruh pada proses adsorpsi disebabkan karna pada dasarnya adsorpsi ini mengikuti prinsip Le-Chatelier pada kesetimbangan kimia yang mana semakin tinggi suhu tersebut maka proses adsorpsi tersebut akan menurun sedangkan pada suhu rendah maka reaksi ini akan cenderung ke arah kanan.


Pengaruh Tekanan

Pengaruh tekanan ini biasa terjadi pada adsorpsi molekul gas yang mana kenaikan tekanan adsorbat dalam hal ini yakni gas, maka akan meningkatkan kemampuan adsorpsi dari adsorben.

Hal tersebtu karena pada tekanan tinggi suatu molekul cenderung itu kemudian dipaksa untuk menempati ruang sempit, yang akan terjadi yakni molekul akan lebih mudah masuk ke dalam rongga atau juga pori adsorben pada saat diberi tekanan tinggi.

Fakta Mengenai Proses Adsorpsi

Fakta-Proses-Adsorpsi

Segala macam fakta yang menjadi ciri adsorpi di dalam kimia ini, antara lain ialah sebagai berikut;

Adsorpsi Terjadi Secara Spontan

Seperti yang kita tahu bahwa pada saat suatu peristiwa itu terjadi secara spontan, itu berarti peristiwa ini bisa atau dapat terjadi tanpa memerlukan energi tertentu serta juga bisa atau dapat terjadi dengan sendirinya. Reaksi yang spontan tersebut menandakan bahwa reaksi tersebut mempunyai nilai energi gibs negatif.

Di dalam adsorpsi, proses spontan ini menunjukkan bahwa material adsorben ini bisa atau dapat menyerap adsorbat dengan mudah tanpa membutuhkan bantuan energi lain.


Adsorpsi Merupakan Proses Eksotermik

Selain terjadi dengan secara spontan, proses adsorpsi ini juga dikatakan yakni sebagai proses eksotermik. Di dalam pengertian termokimia telah atau sudah dipelajari bahwa proses eksotermik menandakan bahwa reaksi itu terjadi dengan disertai dengan pelepasan energi serta menghasilkan panas pada prosesnya.

Peristiwa atau kejadian adsorpsi juga demikian, pada saaat adsorben bertindak menyerap adsorbat serta jugamembentuk interaksi antara kedua molekul ini maka akan terjadi pelepasan energi itu dengan jumlah tertentu serta didapatkan suhu yang lebih tinggi dari lingkungannya.


Contoh Aplikasi Adsorpsi

Contoh-Aplikasi-Adsorpsi

Untuk contoh penggunaan adsorpi ini, antara lain ialah sebagai berikut;

Penyerap Racun dari Norit

Norit ini ialah suatu material yang tersusun dari bahan karbon aktif. Seperti yang kita tahu bahwa karbon aktif adalah material berpori yang mempunyai kapasitas adsorpsi sangat baik. Norit ini digunakan ialah sebagai adsorben untuk menyerap atau juga mengadsorpsi racun, gas, serta zat yang tidak dibutuhkan di dalam perut dan kemudian akan dibuang.

Penjernih Air dari Tawas

Tawas merupakan material aluminium sulfat yang juga mempunyai kapasitas adsorpsi tinggi. Material tawas ini banyak digunakan ialah sebagai penjernih air yang mana dalam air material ini mempunyai kemampuan untuk menyerap zat lain seperti zat warna, pengotor, serta pencemar lain di dalam air.

Penghilang Logam Berat

Adsorpsi ini juga dikembangkan untuk mengatasi masalah pencemaran pada air limbah industri yang mengandung logam berat serta mempunyai potensi berbahaya di dalam mencemari lingkungan. Inovasi yang ada ialah dengan mengadsorpsi logam berat di dalam air itu menggunakan material adsorben yang efektif.

Demikianlah penjelasan mengenai Pengertian Adsorpsi, Jenis, Faktor, Fakta, Perbedaan & Contoh, semoga apa yang diuraikan dapat bermanfaat untuk anda. Terima kasih

Lihat Juga  √ Pengertian NATO, Latar Belakang, Sejarah, Tujuan dan Anggotanya
Lihat Juga  √ Pengertian Debat, Tujuan, Ciri, Manfaat, Jenis, dan Unsurnya
Lihat Juga  √ Pengertian Sekolah, Fungsi, Unsur, Beserta Jenjangnya