√ Pengertian Dekonsentrasi, Tujuan, Ciri Dampak dan Contohnya

Diposting pada
√ Pengertian Dekonsentrasi, Tujuan, Ciri Dampak dan Contohnya
5 (100%) 1 vote

Pendidikan.Co.id – Pada kesempatan ini kita akan membahas mengenai dekonsentrasasi, adapun penjelasannya sebagai berikut :

Pengertian Dekonsentrasi, Tujuan, Ciri Dampak dan Contohnya

Pengertian Dekonsentrasi

Pengertian dekonsentrasi merupakan suatu penyerahan atau pelimpahan wewenang dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah yang bertujuan untuk dapata meningkatkan efisiensi sera juga  efektivitas penyelenggaraan pemerintahaan.

Dalam hal ini kewenangan yang dilimpahkan itu hanyalah terbatas pada wewenang administratif saja, sedangkan untuk wewenang politik masih tetap dipegang oleh pemerintah pusat. Dengan kata lain, dekonsentrasi ini merupakan perpaduan antara Sentralisasi dengan Desentralisasi.

Dasar hukum yang mengatur dekonsentrasi itu tercantum dalam PERMEN Republik Indonesia No. 39 Tahun 2001 mengenai Penyelenggaraan Dekonsentrasi. Pada peraturan itu dijelaskan mengenai hal-hal yang berhubungan dengan pelaksanaan dekonsentrasi.

Tujuan Dekonsentrasi

Didalam pelaksanaan sistem dekonsentrasi tentu terdapat beberap tujuan yang ingin dicapai. Sesuai dengan pengertian dekonsentrasi, adapun beberapa tujuan dari dekonsentrasi ini diantaranya sebagai berikut:

1. Meningkatkan Efisiensi dan Efektivitas Pemerintahan

Penyelenggaraan pemerintahan ini tentunya membutuhkan tingkat efisiensi serta tingkat efektivitas yang baik. Dengan melimpahkan wewenang tertentu dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah, maka sebuah proses penyelenggaraan pemerintahan terebut akan menjadi lebih baik.

2. Pengelolaan Pembangunan dan Pelayanan Umum

Pembangunan serta juga pelayanan unttuk kepentingan umum merupakan hal yang sangat penting didalam penyelenggaraan pemerintahan didaalam suatu negara. Oleh sebab itu, pemerintah daerah yang diberikan wewenang untuk bidang administratif tesebut akan lebih mudah melaksanaan pengelolaan serta  juga pelayanan kepentingain publik.

3. Menjaga Komunikasi Sosial dan Budaya

Indonesia ini terdiri dari berbagai suku bangsa dengan tentu karakteristik yang berbeda-beda. Dengan adanya penyerahan wewenang yang diberikan dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah  itu akan terjadi proses komunikasi sosial kemasyarakatan serta juga sosial budaya dalam sistem administrasi negara tersebut akan dapat dilakukan dengan baik.

4. Menjaga Keharmonisan Pembangunan Nasional

Pembangunan di tia-tiap daerah dapat terlaksana dengan baik apabila terjalin suatu keharmonisan serta keselarasan dengan pembangunan nasional yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Dengan begitu, pemerataan pembangunan di tiap-tiap daerah akan terlaksana dengan secara berkesinambungan.

5. Menjaga Keutuhan NKRI

Pembangunan ekonomi serta juga infrastruktur yang merata di tiap-tiap daerah merupakan salah satu bentuk keadilan sosial yang harus dilaksanakan pemerintah pusat. Dengan begitu, maka tidak ada lagi kesenjangan sosial antar daerah yang pada akhirnya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Indonesia.

Ciri-Ciri Dekonsentrasi

Terdapat beberapa ciri khusus yang terdapat pada sistem dekonsentrasi. dibawah ini merupakan ciri-ciri dekonsentrasi diantaranya sebagai berikut:

  1. Merupakan suatu penyerahan kewenangan.
  2. Pelimpahan wewenang dilakukan dengaan secara vertikal, misalnya dari Presiden kepada Gubernur.
  3. Pihak yang dilimpahkan wewenang itu berstatus mewakili yang memiliki wewenang sehingga tidak memegang tanggungjawab sendiri.

Kelebihan dan Kekurangan Dekonsentrasi

Didalam pelaksanaannya dekonsentrasai ini, tentu terdapat dampak baik itu kelebihan dan kekurangan asas dekonsentrasi. Sesuai pada pengertian dekonsentrasi di atas, dibawah ini merupakan kelebihan dan kekurangan dari deekonsentrasi tersebut diantaranya :

1. Kelebihan Asas Dekonsentrasi

  1. Secara politis, dekonsentrasi tersebut dapat meminimalisir keluhan di daerah terhadap suatu kebijakan pemerintah pusat.
  2. Dekonsentrasi tersebut juga akan memungkinkan pemerintah daerah berkomunikasi dengan pemerintah pusat dalam hal perencanaan dan juga pelaksanaan pembangunan di bidang ekonomi.
  3. Memungkinkan juga terjadinya hubungan langsung antara pemerintah dengan rakyat.
  4. Dekonsentrasi tersebut dapat membantu mengamankan dalam pelaksanaan kebijakan nasional di bidang ekonomi, administrasi, serta juga politik.
  5. Dekonsentrasi ini merupakan suatu alat yang efektif untuk menjaga persatuan dan juga kesatuan nasional.

2. Kekurangan Asas Dekonsentrasi

  1. Struktur pemerintahan yang kompleks membuat koordinasi menjadi lebih sulit.
  2. Keserasian serta juga keseimbangan antara semua kepentingan daerah cenderung lebih mudah terganggu
  3. Menimbulkaan fanatisme pada tiap-tiap daerah.
  4. Proses pengambilan keputusan menjadi lebih lama.
  5. Membutuhkan biaya yang lebih besar.

Contoh Dekonsentrasi

Beberapa contoh penerapan asas dekonsentrasi, antara lain;

  1. Gubernur sebagai wakil pemerintah pusat
  2. Pelayanan pajak di tiap-tiap daerah
  3. Penyelenggaraan dinas perhubungan
  4. Penyerahan wewenang dalam pelaksanaan ASIAN GAMES kepada gubernur

Nah itulah penjelasan mengenai Pengertian Dekonsentrasi, Tujuan, Ciri Dampak dan Contohnya, semoga dapat bermanfaat untuk anda.

Lihat Juga  √ Pengertian & Perbedaan Universitas, Institut, Sekolah Tinggi, Politeknik, Akademi
Lihat Juga  √ Pengertian Suku, Ciri, dan Macamnya Menurut Para Ahli
Lihat Juga  √ Pengertian Proxy, Cara Kerja, Fungsi, Manfaat, Jenis, dan Kegunaannya