√ Pengertian Meiosis, Tahapan, Tujuan, Ciri dan Prosesnya

Diposting pada

Pendidikan.Co.id – Sebelumnya kita sudah membahas mengenai mitosis, oleh karena ini pada kesempatan ini kita akan membahas mengenai Meiosis atau Pembelahan Reduksi, penjelasan selengkapnya mengenai Meisosis ini akan diuraikan sebagai berikut :

Pengertian Meiosis, Tahapan, Tujuan, Ciri dan Prosesnya

Pengertian Meiosis

Meiosis atau pembelahan reduksi ini merupakan suautu pembelahan sel yang menghasilkan sel anakan dengan jumlah kromosom setengah dari jumlah kromosom sel induk. Pembelahan tersebut sangat penting bagi suatu organisme yang berkembangbiak dengan secara seksual yakni di dalam proses pembentukan gamet(gametogenesis).

Pengertian pembelahan meiosis ini merupakan suatu proses pembelahan yang memiliki sifat reduksi yang tujuannya itu untuk menghasilkan gamet. Pembelahan meiosis tersebut disebut juga sebagai pembelahan reduksi disebabkan terjadi pengurangan terhadapat jumlah kromosom diploid (2n) itu menjadi haploid (n). Pembelahan meiosis tersebut terjadi pada sel penghasil gamet seperti pada organ kelamin jantan dan betina.

Sejarah penemuan meiosis ini juga dijelaskan oleh Edouard van Beneden ditahun 1883 disaat mengamati telur cacing Ascaris sp. yang mengandung kromosom ituhanya separuh dari jumlah kromosom yang terdapat pada sel somatis. Pembelahan meiosis inni berasal dari kata meioun yang artinya adalah pengurangan.

Meiosis ini juga dibagi menjadi dua pembelahan nukleus (kariokinesis), yakni meiosis I serta meiosis II. Perbedaan Meiosis 1 serta Meiosis 2 ini adalah adanya suatu pindah silang serta penggandaan kromosom.

Tujuan Pembelahan Meiosis

Dibawah ini merupakan tujuan dari pembelahan sel secara meiosis diantaranya sebagai berikut :

  1. Menghasilkan gamet
  2. Mengurangi setengah jumlah kromosom
  3. Meningkatkan variabilitas genetik pada gamet

Ciri-Ciri Pembelahan Meiosis

Dibawah ini merupakan ciri-ciri dari pembelahan meiosis, diantaranya sebagai berikut :

  1. Terjadi di sel kelamin
  2. Jumlah sel anaknya itu adalah 4
  3. Jumlah kromosen itu 1/2 induknya
  4. Pembelahan tersebut terjadi 2 kali
  5. Membutuhkan waktu yang lebih lama apabial dibandingkan pembelahan mitosis serta
  6. Mempunyai proses yang lebih kompleks.

Tahapan-Tahapan Pembelahan Meiosis

Seperti yang disingung dalam pembahasan diatas bahwa pembelahan meiosis ini berlangsung di dalam dua tahap, yakni meiosis I serta meiosis II. Pada meiosis I itu terjadi suatu reduksi (pengurangan) jumlah kromosom, sedangkan pada meiosis II itu terjadi proses sama dengan pembelahan mitosis.

Pengertian Meiosis, Tahapan, Tujuan, Ciri dan Prosesnya

Meiosis 1 (I)

Meiosis I terdiri dari 4 (empat) tahap yakni profase I, metafase I, anafase I, serta telofase I. Pada awal meiosis I, nukleus tersebut membesar sehingga penyerapan air dari sitoplasma oleh inti itu mencapai 3 kali lipat. Dibawah ini merupakan tahapan pembelahan meiosis pada sel hewan yang mempunyai 2 (dua) kromosom atau juga sepasang kromosom homolog.

Profase I

Tahap profase I pada pembelahan meiosis tersebut mempunyai waktu yang lebih lama serta lebih kompleks apabila dibandingkan dengan tahap profase pada pembelahan mitosis. Tahapan profase I tersebut terdiri dari beberapa tahap diantaranya sebagai berikut :

Leptonema

Leptonema/Leptoten ini merupakan sebuah tahapan terjadinya penggandaan kromosom tersebut menjadi kromatid kembar (sister chromatids). namun tetapi, di dalam pengamatan mikroskop tersebut bentuknya itu masih seperti benang-benang tunggal tipis yang memanjang. Lebih singkatnya, pada tahapan ini akan terlihat benang-benang halus padda bagian inti sel kemudian mulai terbentuk kromosom.

Zigonema

Zigonema/Zigoten ini merupakan tahapan terjadinya tiap kromosom homolog itu berpasangan dan membentuk struktur bivalen yang dinamakan dengan sinapsis. tiap-tiap kromosom tersebut mengalami penggandaan menjadi dua kromatid kembar yang mana tiap bivalen tersebut terdapat 4 (empat) kromatid kembar. Kompleks empat kromatid itu disebut dengan sebutan tetrad.

Lebih singkatnya, pada tahapan ini terjadi:

  • Pembentukan kembaran kromosom (geminus).
  • Kromosom homolog yang berpasangan tersebut disebut dengan bivalen, sedangkan untuk peristiwa berpasangannya antar kromosom homolog tersebut disebut dengan sinapsis.

Pakinema

Pakinema/Pakiten ini merupakan suatu tahapan terjadinya suatu penampakan visual untuk pertamakalinya struktur tetrad. Tahapan ttersebut juga mulai terjadi pindah silang (crossing over), ialah suatu pertukaran materi genetik antara kromatid paternal dengan kromatid maternal. Lebih singkatnya, pada tahap ini geminus (kembaran kromosom) tersebut terbentuk dengan secara sempurna.

Diplonema

Diplonema/Diploten ini merupakan tahapan terjadinya penampakan dengan secara visual tempat terjadinya pindah silang yang disebut dengan kiasma (jamak = kiasmata).

Lebih lengkapnya, pada tahapan ini terjadi:

  • Kromosom tersebut membelah membujur sehingga tiap-tiap kelompok sinapsis ini terbentuk 4 (empat) kromatid serta letaknya itu saling menjauh. Akan tetapi, pada titik-titik tertentu masih terdapat suatu hubungan yang disebut dengan kiasma. Adanya kiasma itu akan memungkinkan terjadinya pindah silang (crossing over).
  • Pasangan kromosom homolog ini memisahkan diri.

Diakinesis

Pada tahap ini terjadi beberapa hal diantaranya sebagai berikut :

  • Terjadinya suatu perpindahan kiasma yakni bergeser ke ujung kromosom.
  • Tiap kromatid anggota tetrad tersebut semakin pendek, menebal, dan juga bergerak ke arah bidang ekuator sel. Nukleolus serta membran nukleus itu menghilang.
  • Mikrotubulus/benang spindel yang keluar dari sentriol itu semakin memanjang serta juga menempel pada kinetokor.

Metafase I

Dibawah ini merupakan tahapan yang terjadi pada metafase I diantaranya sebagai berikut :

  • Dinding inti serta nukleolus (anak inti) itu menghilang.
  • Terbentuk benang-benang spindel.
  • Kromosom homolog (geminus) tersebut bergerak ke bidang ekuator dengan sentromer nya mengarah ke kutub.

Anafase I

Pada tahap ini, kromosom homolog tersebut berpisah kemudiaan bergerak ke kutub berlawanan itu tanpa pemisahan sentromer.

Telofase I

dibawah ini merupakan tahapan yang terjadi pada telofase I, diantaranya sebagai berikut :

  • Retikulum endoplasma tersebut membentuk membran inti pada sekitar kelompok kromosom yang sudah sampai di kutub pembelahan.
  • Membran inti serta anak inti (nukleolus) itu kembali terbentuk.
  • Pembentukan membran plasma itu untuk memisahkan sel anakan.
  • Terbentuk 2 sel anakan yang haploid (n).

Meiosis 2 (II)

Pada pembelahan tahap meiosis II ini berlangsung seperti mitosis, namun sel-selnya itu sifatnya adalah haploid (n). Dibawah ini merupakan tahapan meiosis II, diantaranya sebagai berikut :

Profase II

Peristiwa atau kejadian yang terjadi pada tahap profase II, diantaranya sebagai berikut :

  • Pembelahan dua buah sentriol iitu menjadi 2 (dua) pasang sentriol baru.
  • Tiap-tiap pasang sentriol tersebut bermigrasi ke arah kutub yang berlawanan.
  • Mikrotubul ini membentuk spindel serta membran inti.
  • Nukleus hilang, kromosom ini berubah menjadi kromatid.

Metafase II

Peristiwa atau kejadian yang terjadi pada tahap metafase II ini diantaranya sebagai berikut :

  • Spindel tersebut menghubungkan sentromer itu dengan kutub pembelahan.
  • Kromatid itu akan tertarik ke bidang ekuator.

Anafase II

Peristiwa atau kejadian yang terjadi pada tahap anafase II, diantaranya sebagai berikut :

  • Seluruh isi sel serta benang-benang spindel dari gelendong itu bertambah panjang. Bersamaan dengan itu, sentromer tersebut membelah menjadi dua.
  • Kromatid yang berpasangan itu saling berpisah serta masing-masing kromatid itu bergerak ke arah kutub yang berlawanan.

Telofase II

Peristiwa atau kejadian yang terjadi pada tahap profese II ini, diantaranya sebagai berikut :

  • Benang-benang kromatid yang sudah sampai di kutub itu akan berubah menjadi benang-benang kromatin.
  • Karioteka serta nukleus akan terbentuk kembali.
  • Pada bidang pembelahan itu terbentuk sekat yang membagi sitoplasma tersebut menjadi dua bagian.
  • Terbentuk 4 sel baru itu dengan jumlah kromosom 1/2.

Proses Pembelahan Meiosis

Dibawah ini merupakan proses pembelahan Meiosis, diantaranya sebagai berikut :

Meiosis I

Meiosis I, pembelahan meiosis pertama, itu dimulai dengan profase I. Selama profase I, kompleks DNA serta protein yang dikenal dengan kromatin itu memadat membentuk kromosom. Pasangan kromosom yang direplikasi itu dikenal dengan kromatid adik, serta mereka tetap bergabung pada titik pusat yang disebut dengan sebutaan sentromer. Sebuah struktur besar yang disebut dengan spindle meiosis juga terbentuk dari protein panjang yang disebut dengan sebutan mikrotubulus di tiap-tiap sisi, atau tiang, sel.

Antara profase I serta metafase I, pasangan homolog tetrad tersebut bentuk kromosom. Dalam tetrad, tiap-tiap sepasang tangan kromatid itu dapat tumpang tindih serta menyatu di dalam proses yang disebut dengan pindah silang atau rekombinasi. Rekombinasi ini merupakan suatu proses yang menghancurkan, penggabungan serta bergabungnya kembali itu bagian dari DNA dalam menghasilkan kombinasi baru dari gen.

Dalam metafase I, pasangan kromosom homolog tersebut menyelaraskan di kedua sisi pelat ekuator. Setelah itu, dalam anafase I, kontraksi serat spindle serta menarik pasangan homolog, masing-masing dengan dua kromatid, menjauh dari satu sama lain serta terhadap tiap-tiap tiang sel.

Selama telofase I, kromosom tersebut diapit inti. Sel sekarang aakan mengalami proses yang disebut dengan sitokinesis yang membagi sitoplasma sel asli tersebut menjadi dua sel anak. tiap-tiap sel anak itu ialah haploid dan hanya mempunyai 1 (satu) set kromosom, atau juga setengah jumlah kromosom sel asli.

Meiosis II

Meiosis II ini merupakan pembelahan mitosis dari masing-masing sel haploid itu dihasilkan di dalam meiosis I. Selama profase II, kromosom tersebut memadat, kemudian terbentuk satu set baru serat spindle. Kromosom terrsebut mulai bergerak ke arah ekuator sel. Selama metafase II, sentromer kromatid tersebut berpasangan menyelaraskan sepanjang pelat ekuator di ke-2 sel. Setelah itu pada anafase II, kromosom tersebut terpisah di sentromer. Serat spindle tersebut menarik kromosom terpisah itu terhadap masing-masing tiang sel. Akhirnya, pada saat telofase II, kromosom tersebut diapit membran inti. Sitokinesis berikut, membagi sitoplasma itu dari 2 sel. Dan padaakhir meiosis, terdapat empat sel anak haploid yang akan terus berkembang menjadi salah satu sperma atau juga sel telur.

Perbedaan Antara Mitosis dan Meiosis

Adapun Perbedaan Antara Mitosis dan Meiosis, diantaranya sebagai berikut :

Pengertian Meiosis, Tahapan, Tujuan, Ciri dan Prosesnya

Demikianlah penjelasan mengenai Pengertian Meiosis, Tahapan, Tujuan, Ciri dan Prosesnya, semoga apa yang diuraikan dapat bermanfaat untuk anda. Terima kasih

Lihat Juga  √ Pengertian Pasar Monopolistik, Ciri, Kelebihan dan Kekurangannya
Lihat Juga  √ Pengertian Theory Of constraint, Faktor, Jenis, Tujuan dan Konsepnya
Lihat Juga  √ Pengertian Naturalisasi, Proses, Syarat, beseta Jenisnya