√ Pengertian Strategi

Diposting pada

pengertian-strategi

Pengertian Strategi

Pengertian Strategi adalah salah satu tindakan yang memiliki sifat incremental (senantiasa meningkat) serta terus menerus, yang dilakukan dengan berdasarkan sudut pandang megnenai tujuan yang diharapkan.

Strategi berasal dari turunan kata di dalam Bahasa Yunani yakni Strategos, yang maksudnya ‘Komandan Militer’ pada zaman demokrasi Athena.

Karena pada awalnya kata ini dipergunakan untuk kepentingan militer namun tetapi kemudian berkembang ke berbagai bidang yang berbeda seperti strategi bisnis, ekonomi, olahraga (misalnya sepak bola serta tenis), perdagangan, catur, manajemen strategi, pemasaran, dsb.


Pengertian Strategi Menurut Para Ahli

Untuk dapat mengerti lebih lagi mengenai pengertian strategi ini maka kita dapat merujuk pada beberapa pendapat para ahli mengenai strategi, diantaranya  :

Strategi Menurut Kuncoro (2005: 1-2)

didalam buku yang berjudul “Strategi Bagaimana Meraih Keunggulan Kompetitif” Strategi ini adalah penentuan kerangka kerja dari aktivitas atau kegiatan bisnis perusahaan serta memberikan pedoman untuk mengordinasikan aktivitas sehingga kemudian perusahaan dapat atau bisa menyesuaikan serta mempengaruhi lingkungan yang selalu berubah. Strategi ini mengatakan dengan jelas lingkungan yang diinginkan oleh perusahaan serta juga jenis organisasi seperti apa yang hendak dijalankan.


Strategi Menurut Andrews

Strategi ini adalah pola sasaran, tujuan serta kebijakan/rencana umum untuk meraih tujuan yang telah atau sudah ditetapkan, yang dinyatakan dengan mendefinisikan mengenai apa bisnis yang dijalankan oleh perusahaan, atau juga yang seharusnya dijalankan oleh perusahaan.


Strategi Menurut Kuncoro

Mendefenisikan strategi ini merupakan pemimpin bisnis perusahaan merealisasikan filosofinya. Selanjutnya bahwa strategi tersebut seharunya berkaitan dengan keputusan “besar” yang dihadapi oleh organisasi di dalam melakukan bisnis, yakni suatu keputusan yang menentukan kegagalan serta juga kesuksesan organisasi. Penekanan pada “pola tujuan serta kerangka kerja” menyatakan bahwa strategi tersebut berhubungan dengan prilaku yang konsisten, maksudnya pada saat suatu strategi tersebut sudah atau telah ditetapkan, maka perusahaan tersebut tidak dapat menarik kembali.


Strategi Menurut David (2006: 17)

Strategi ini adalah sebuah alat untuk mencapai tujuan jangka panjang. Strategi tersebut juga dapat diartikan yakni sebagai tindakan potensial yang membutuhkan keputusan manajemen tingkat atas serta juga sumber daya perusahaan di dalam jumlah yang besar. Selain dari itu, strategi tersebut bisa atau dapat mempengaruhi kemakmuran perusahaan itu dalam jangka panjang, khusus untuk 5 tahun serta beriorientasi kemasa depan. Strategi mempunyai konsekuensi yang multifungsi serta multidimensi dan juga perlu untuk mempertimbangkan faktor-faktor internal yang kemudian dihadapi oleh perusahaan.


Strategi Menurut Hit, Ireland dan Hoskisson, “

Strategy is an integrated and coordinated set of commitments and actions designed to exploit core competencies and gain a competitive advantage.” Termonologi strategi pada 20 mulanya itu berasal dari literatur tentang perang. Di dalam perspektif itu bisnis dimaknai yakni sebagai pertempuran serta pesaing merupakan musuh, sedangkan pemerintah itu memiliki membuat serta melaksanakan segala aturan (Sampurno 2003: 03).


Konsep Strategi

Konsep-Strategi

  1. Perencanaan untuk semakin memperjelas arah yang ditempuh oleh organisasi, yakni dengan cara yang rasional di dalam mewujudkan tujuan jangka panjang.
  2. Acuan yang berkenan itu dengan penilaian konsistensi, atau juga inkonsistensi perilaku serta juga tindakan, yang dilakukan oleh sebuah organisasi.
  3. Sudut yang diposisikan oleh organisasi di dalam memunculkan aktivitasnya.
  4. Sebuah perspektif yang menyangkut visi yang terintegrasi diantara organisasi, serta lingkungannya yang menjadi batas bagi aktivitasnya.
  5. Rincian langkah taktis organisasi yang isinya ini ialah informasi untuk mengelabui para pesaing.

Tingkatan Strategi

Tingkatan-Strategi

1. Strategi Korporasi (Corporate Strategy)

Strategi korporasi ini adalah salah satu strategi yang mencerminkan seluruh arah perusahaan, itu dengan tujuan menciptakan pertumbuhan bagi perusahaan dengan secara keseluruhan serta manajemen segala macam bisnis lini produk.

Jenis – Jenis Strategi Korporasi

  1. Strategi Pertumbuhan (Growth Strategy) ini merupakan sebuah strategi dengn berdasarkan terhadap tahap pertumbuhan yang sedang dilewati perusahaan.
  2. Strategi stabilitas (Stability Strategy) ini merupakan suatu strategi di dalam menghadapi kemerosotan penghasilan yang sedang dihadapi oleh suatu perusahaan.
  3. Retrenchment Strategy ini adalah salah satu strategi yang diterapkan untuk memperkecil atau juga mengurangi usaha yang dilakukan perusahaan.

2. Strategi Bisnis (Business Strategy)

Strategi bisnis ini merupakan sebuah strategi yang terjadi ditingkat produk atau pun unit bisnis serta juga merupakan strategi yang menitikberatkan pada perbankan posisi bersaing produk atau pun jasa pada spesifik industri atau juga segmen pasar tertentu.


3. Strategi Fungsional (Functional Strategy)

Strategi fungsional ini merupakan suatu strategi yang terjadi di level fungsional seperti,pemasaran, operasional, sumber daya manusia, keuangan.

Riset serta pengembangan yangmana strategi tersebut akan meningkatkan area fungsional perusahaan sehingga kemudian mendapat keunggulan bersaing.


Tipe Strategi

Tipe-Strategi

Menurut Milles dan Snow et,.al di dalam Kuncoro (2005: 88-89) kemudian mengungkapkan bahwa keberhasilan suatu organisasi di dalam menggunakan strategi untuk bisa atau dapat beradaptasi dengan lingkungan pesaingnya ialah dapat dengan melalui beberapa strategi diantaranya sebagai berikut :

Adapun tipe tipe strategi ini, diantaranya sebagai berikut :

1. Strategi Integrasi

Strategi Integrasi ini juga dikelompokn kedalam 3 tipe diantaranya  :

  1. Integrasi ke Depan (Forward Integration)
    Integrasi ke depan (forward integration) ini merupakan beberapa upaya memiliki atau juga meningkatkan kendali atas distributor atau pengecer. Saat tersebut semakin banyak perusahaan manufaktur (pemasok) yang menjalankan strategi integrasi kedepan yakni dengan cara mendirikan situs web untuk kemudian menjual produk-produk mereka dengan secara langsung kepada konsumen. Strategi itu menyebabkan gejolak di sejumlah industri.
  2. Integrasi ke Belakang (Backward Integration)
    Integrasi ke belakang (backward integration) ini merupakan segala macam strategi untuk mencoba memiliki atau meningkatkan kontrol terhadap perusahaan pemasok. Strategi tersebut sangat tepat di gunakan pada saat perusahaan pemasok saat ini tidak bisa atau dapat diandalkan, terlalu mahal, atau juga tidak dapat atau bisa memenuhi kebutuhan mereka. Persaingan global ini juga memacu perusahaan untuk mengurangi jumlah pemasoknya serta menuntut pelayanan serta mutu yang lebih baik dari yang terdapat sekarang ini.
  3. Integrasi Horizontal (Horizontal Integration)
    Strategi pertumbuhan integrasi horizontal ini bisa atau dapat dilakukan dengan melalui akuisisi perusahaan pesaing yang memiliki line of business yang sama.
    Yang dapat atau bisa dilakukan dalam strategi ini ialah dengan meningkatkan ukuran perusahaan, meningkatkan penjualan, keuntungan serta juga pasar potensial dari perusahaan.

2. Strategi Intensif

Adapun Strategi Intensif ini dikelompokan menjadi :

  1. Penetrasi Pasar (Market Penetration)
    Strategi penetrasi pasar ini berusaha untuk meningkatkan pangsa pasar untuk produk serta jasa yang sudah terdapat di pasar dengan melalui usaha pemasaran yang gencar. Strategi ini sering di gunakan sendirian atau juga di kombinasikan yakni dengan strategi lainnya. Penetrasi pasar bisa atau dapat terdiri dari upaya menambah jumlah pramuniaga,  melakukan promosi penjualan ekstensif, menambah belanja iklan, dan juga meningkatkan upaya publisitas.
  2. Pengembangan Pasar (Market Development)
    Pengembangan pasar ini terdiri dari upaya memperkenalkan produk atau jasa yang ada ke wilayah geografis baru.
  3. Pengembangan Produk (Product Development)
    Pengembangan produk ini merupakan strategi yang berupaya meningkatkan penjualan itu dengan memperbaiki atau juga memodifikasi produk/jasa yang sudah ada. Pengembangan produk itu biasanya memerlukan biaya yang besar untuk penelitian serta pengembangan.

3. Strategi Diversifikasi

Adapun Strategi Diversifikasi ini juga dikelompokan kedalam ;

  1. Diversifikasi Konsentris
    1. Pada saat organisasi bersaing di dalam industri yang tidak tumbuh atau juga pertumbuhannya lambat.
    2. Pada saat menambah produk baru, namun masih terkait, kemudian akan meningkatkan penjualan produk yang terdapat saat ini secara signifikan.
    3. Ketika produk baru, namun masih terkait, dapat atau bisa di tawarkan dengan harga yang sangat bersaing.
    4. Pada saat produk baru, namun masih terkait memiliki fluktuasi dari penjualan musiman yang menyeimbangkan fluktuasi penjualan sebuah perusahaan tersebut saat ini.
    5. Ketika produk-produk organisasi saat ini di dalam tahap daur hidup produk yang menurun.
    6. Pada saat organisasi memiliki tim manajemen yang kuat.
  2. Diversifikasi Horisontal (Horizontal Diversification)
    Menambah produk atau pun jasa baru yang tidak terkait untuk pelanggan yang sudah ada disebut dengan diversifikasi horizontal (Horizontal diversification). Risiko strategi tersebut tidak sebesar diversifikasi konglomerat disebabkan karena perusahaan pasti sudah mengenal pelanggan yang sudah ada.
  3. Diversifikasi Konglomerat (Conglomerate Diversification)
    1. Perusahaan di dalam industri yang pertumbuhannya itu lambat mengakuisisi perusahaan yang berada di dalam industri yang berkembang cepat dengan tujuan untuk meningkatkan pertumbuhan total.
    2. Perusahaan yang memiliki kelebihan uang cash sering kemudian mendapatkan bahwa investasi di dalam industri yang berbeda merupakan strategi yang begitu menguntungkan.
    3. Perusahaan yang mengakuisisi mempunyai kemampuan manajemen, finansial serta teknik dan juga pemasaran yang bisa diaplikasikan kepada perusahaan yang lebih lemah sehingga bisa atau dapat meningkatkan kemampuan laba perusahaan yang lemah tersebut.
    4. Perusahaan bisa atau dapat melakukan diversifikasi dengan maksud membagi-bagi risiko itu ke dalam beberapa industri.

4. Strategi Defensif

Adapun Strategi Defensif ini dikelompokan menjadi :

  1. Rasionalisasi Biaya (Retrenchment)
    Rasionalisasi biaya(retrenchment) ini terjadi disaat sebuah organisasi tersebutmelakukan restrukturisasi yakni dengan melalui penghematan biaya serta aset untuk kemudian meningkatkan penjualan serta juga laba yang sedang menurun. Rasionalisasi biaya ini dirancang untuk memperkuat kompetensi pembeda dasar organisasi.
  2. Divestasi (Divestiture)
    Menjual suatu divisi atau juga bagian dari organisasi disebut dengan divestasi (Divestiture).
    Divestasi ini sering digunakan untuk meningkatkan modal yang selanjutnya itu akan digunakan untuk akuisisi atau juga investasi strategis lebih lanjut. Divestasi ini bisa atau dapat itu menjadi bagian dari strategi rasionalisasi biaya menyeluruh untuk setelah itu melepaskan organisasi dari bisnis yang kurang atau juga tidak menguntungkan, yang membutuhkan modal terlalu besar atau pun juga  tidak cocok dengan kegiatan atau aktivitas lainnya di dalam perusahaan.
  3. Likuidasi (Liquidation)
    Likuidasi (liquidation) ini merupakan menjual semua aset sebuah perusahaan denbgan secara bertahap sesuai nilai nyata aset tersebut.
    Likuidasi ini adalah pengakuan kekalahan serta akibatnya bisa merupakan strategi yang dengan secara emosional sulit dilakukan.

Hakikat Penerapan Strategi

Hakikat-Penerapan-Strategi

Penerapan strategi ini membutuhkan tindakan-tindakan seperti misalnya perekrutan karyawan baru, pengalihan wilayah penjualan, penutupan fasilitas, penambahan departemen baru, pengembangan anggaran keuangan, pengembangan tunjangan karyawan yang baru, pentransferan manajer antardivisi, pengubahan strategi penetapan harga dalam organisasi, penetapan prosedur pengendalian biaya, pembangunan fasilitas baru, pelatihan karyawan baru, pembentukan sistem informasi manajemen yang lebih baik dan pengubahan strategi iklan.


Contoh Strategi

  1. Produsen Obat Tradisional (Jamu), menggunakan sebuah strategi di dalam memenuhi keinginan masyarakat akan obat yang berkhasiat tinggi. Taktik ini dapat berupa penawaran dari harga yang murah,dan untuk jumlah pembelian tertentu itu kemudian akan mendapatkan sebuah kalender, dsb.
  2. Strategi pemasaran yang bisa atau dapat bikin produk cepat laku yakni buy 1 get 1. Anda dapat menjual sabun cuci pakaian serta mengratiskan softener pada pelanggan.

Demikianlah penjelasan mengenai Pengertian Strategi, Tipe, Tingkatan, Penerapan, Konsep dan Contoh, semoga apa yang diuraikan dapat bermanfaat untuk anda. Terima kasih

Lihat Juga  √ Pengertian Osmosis
Lihat Juga  √ Pengertian Farmakologi, Cabang, dan Ruang Lingkupnya
Lihat Juga  √ Pengertian Masyarakat