√ Akar Tumbuhan : Pengertian, Fungsi, Struktur, dan Jenisnya

Diposting pada

Pendidikan.Co.Id – Tumbuhan merupakan suatu organisme eukariota multiseluler yang tergolong ke dalam kerajaan Plantae. Tumbuhan ini memiliki banyak manfaat bagi kehidupan, Namun tau kah kamu bahwa tumbuhan memiliki bagian yang berguna sebagai candangan makanan, nah itu adalah akar. dibawah ini merupakan pengertian akar tumbuhan selengkapnya.

Akar Tumbuhan : Pengertian, Fungsi, Struktur, dan Jenisnya

Pengertian Akar Tumbuhan

Akar adalah bagian bawah tumbuhan yang biasanya berkembang di bawah permukaan tanah. Beberapa dari jenis tumbuhan ada juga memiliki akar yang tumbuh di udara. Bentuk serta juga struktur akar sangat banyak dan beragam. Keadaan tersebut berkaitan dengan fungsi akar yang merupakan tempat penyimpan cadangan makanan, akar sukulen, akar napas, serta juga akar rambut.

Apabila biji tumbuhan dikotil berkecambah, Nah pada bagian bawahnya akan keluar akar. Akar tersebut disebut juga dengan sebutan radikula yang akan menembus tanah. Akar tersebut dinamakan akar primer. kemudian beberapa periode akar akan membentuk akar cabang yang dinamakan dengan sebutan akar sekunder. Akar tumbuhan ini memiliki fungsi antara lain :

Fungsi Akar

Asal akar ialah dari akar lembaga (radix). Pada dikotil, akar lembaga tersebut akan terus tumbuh sehingga membentuk akar yang disebut dengan akar tunggang. Pada monokotil, akar lembaga ini mati, setelah itu pada pangkal batang maka akan tumbuh akar-akar yang mempunyai ukuran hampir sama sehingga membentuk akar lagi yang disebut dengan akar serabut.

Akar monokotil serta dikotil pada ujungnya dilindungi oleh tudung akar (kaliptra), yang berfungsi untuk dapat melindungi ujung akar sewaktu menembus tanah. Sel-sel kaliptra ini ada yang mengandung butir-butir amilum, yang dinamakan dengan kolumela.

Akar pada tumbuhan mempunyai fungsi yang banyak dan bermacam-macam. Fungsi akar pada tumbuhan antara lain ialah sebagai berikut:

  1. Untuk mengikat tubuh tumbuhan pada tanah.
  2. berfungsi sebagai tempat menyimpan cadangan makanan.
  3. Menyerap air dan garam-garam mineral terlarut.

Struktur Akar

Struktur akar tumbuhan ini dapat diamati dengan melaluai sebuah cara pemotongan akar dengan secara melintang. Oleh karena itu, struktur akar berikut ini dikelompokkan kedalam dua yakni :

Struktur Bagian Luar Akar (Morfologi akar)

Struktur bagian luar akar disebut juga (morfologi akar) terdiri dari antara lain:

  1. Leher atau pangkal akar –
    ialah bagian akar yang bersambungan dengan pangkal batang.
  2. Ujung akar –
    ialah titik tumbuh akar yang dilindungi oleh tudung akar  atau disebut juga dengan kaliptra.
  3. Batang akar –
    ialah bagian akar yang terletak antara leher akar serta ujung akar.
  4. Cabang-cabang akar –
    ialah bagian yang tidak langsung bersambungan dengan pangkal batang namun keluar dari akar pokok.
  5. Serabut akar –
    ialah cabang-cabang akar yang halus serta mempunyai bentuk serabut.
  6. Rambut akar atau bulu-bulu akar –
    ialah penonjolan sel-sel kulit luar (epidermis) yang sesungguhnya dan akan memperluas daerah penyerapan air dan mineral. Rambut akar hanya tumbuh dekat ujung akar dan umumnya relatif pendek.
  7. Tudung akar ( kaliptra) –
    terletak paling ujung dan berfungsi untuk melindungi akar terhadap kerusakan mekanis pada waktu menembus tanah.

Struktur Bagian Dalam Akar

Struktur pada bagian dalam akar disebut dengan (anatomi akar) terdiri dari, ialah sebagai berikut:

Epidermis
Susunan sel-sel epidermis rapat serta setebal satu lapis sel, dinding selnya ini mudah dilewati air. Sebagian sel epidermis ini membentuk sebuah rambut akar dengan pemanjangan ke arah lateral dari dinding luarnya. Bulu akar ialah modifikasi dari sel epidermis akar, yang memiliki tugas untuk dapat menyerap air dan garam-garam mineral terlarut. Bulu akar tersebut memperluas permukaan akar sehingga penyerapan dapat lebih efisien.

Korteks
Letak korteks langsung pada bawah epidermis, sel-selnya tersebut tidak tersusun rapat sehingga banyak sekali terdapat ruang antarsel yang memiliki peran dalam pertukaran gas. Sebagian besar korteks ini dibangun oleh jaringan yang disebut dengan jaringan parenkim. Korteks ini memiliki fungsi ialah sebagai tempat menyimpan makanan.

Endodermis
Endodermis ialah sebuah lapisan pemisah antara korteks dengan silinder pusat. Sebagian besar sel endodermis tersebut mempunyai bagian layaknya pita yang mengandung gabus (zat suberin) ataujuga zat lignin. Bagian tersebut disebut dengan sebutan pita kaspari. Sel-sel endodermis tersebut dapat mengalami penebalan zat gabus pada dindingnya juga membentuk seperti titik-titik, yang dinamakan dengan titik kaspari.

Dalam perkembangan selanjutnya penebalan zat gabus ini sampai pada dinding sel yang menghadap silinder pusat, Apabila diamati dari alat bantu mikroskop maka akan tampak seperti huruf U, disebut jug dengan sel U, sehingga air tidak akan dapat menuju ke silinder pusat. namun tidak semua sel-sel endodermis ini mengalami penebalan, sehingga akan memungkinkan air dapat masuk ke silinder pusat.

Sel-sel tersebut disebut juga dengan sebutan sel penerus/sel peresap. Jadi, endodermis ini memiliki fungsi ialahsebagai pengatur jalannya larutan yang diserap dari tanah masuk ke silinder pusat.

Silinder pusat/stele
Silinder pusat/ stele ialah sebuah bagian terdalam dari akar. Yang terdiri atas berbagai macam jaringan, yakni:

  1. Perisikel/ perikambium
    Perisikel/ perikambium ialah sebuah lapisan terluar dari stele yang tersusun dari satu atau juga beberapa lapis sel. Akar cabang ini terbentuk dari pertumbuhan persikel ke arah luar. Perisikel ini memiliki fungsi dalam pertumbuhan sekunder serta jugapembentukan akar ke samping.
  2. Berkas pembuluh angkut
    Berkas pembuluh angkut ini terdapat di sebelah dalam perisikel. yang terdiri atas xilem serta floem yang tersusun secara bergantian dengan menurut arah jari-jari. Pada dikotil antara xilem juga floem terdapat sebuah jaringan yang disebut dengan jaringan kambium.
  3. Empulur
    Sedangkan Empulur letaknya ini berada paling dalam atau di antara berkas pembuluh angkut yang terdiri dari suatu jaringan parenkim. Empulur hanya terdapat pada akar tumbuhan dikotil saja.

Jenis-jenis Akar

Bentuk-bentuk akar pada tumbuhan menjadi salah satu perbedaan dalam pengelompokan tumbuhan tingkat tinggi. Pada saat biji tersebut berkecambah, bakal akar (radikula) ini berkembang menjadi akar lembaga. Secara umum, akar tersebut dibedakan menjadi dua jenis, yakni akar tunggang juga akar serabut.

Perbedaan Akar tunggang dan akar serabut

1. Akar tunggang

  1. Akar tunggang umumnya dipunyai oleh tumbuhan berkeping dua (dikotil) yang diperbanyak dengan secara generatif oleh biji.
  2. Jenis akar ini mempertahankan akar lembaganya.
  3. Akar lembaga tersebut berkembang menjadi akar pokok (primer) yang kemudian akan bercabang-cabang menjadi akar-akar yang lebih kecil.
  4. Akar pokok yang berasal dari akar lembaga ini disebut akar tunggang (radix primaria) yang memiliki percabangan.

2. Akar serabut

  1. Akar serabut umumnya dimiliki oleh tumbuhan berkeping satu (monokotil).
  2. Akar serabut ini berbentuk seperti serabut-serabut kelapa, kecil, serta panjang.
  3. perakaran tumbuhan dikotil yang diperbanyak dengan secara vegetatif berupa akar serabut.
  4. Akar serabut ini terbentuk dari akar lembaga yang mati
  5. Dan tumbuh akar-akar baru yang memiliki ukuran yang relatif sama serta juga keluar dari pangkal batang.

Sekian dan terima kasih sudah membaca mengenai Akar Tumbuhan : Pengertian, Fungsi, Struktur, dan Jenisnya, Semoga dapat bermanfaat untuk anda.

Lihat Juga  √ Pengertian Tajuk Rencana, Ciri, Struktur, dan Syaratnya
Lihat Juga  √Pengertian, Ciri dan Jenis Budaya Politik Secara Umum Menurut Para Ahli
Lihat Juga  √ Devisa : Pengertian, Macam, Sumber, Fungsi dan Tujuan