√ Imperialisme : Pengertian, Tujuan, Macam, Penyebab, Akibat Menurut Para Ahli

Diposting pada

Pendidikan.Co.Id – Secara etimologi, Imperialisme ini berasal dari kata latin yakni kata “imperare” yang artinya itu memerintah. Hak untuk dapat memerintah tersebut disebut dengan sebutan imperium . Orang yang diberi hak disebut dengan sebutan imperator. Lazim atau biasanyanya diberi imperium adalah seorang raja, dan oleh karena hal tersebut, raja disebut ialah sebagai imperator dan kerajaannya atau daerah berlaku ialah imperium. Untuk lebih jelasnya baca artikel dibawah ini sampai habis:

Imperialisme : Pengertian, Tujuan, Macam, Penyebab, Akibat Menurut Para Ahli

Pengertian Imperialisme

Imperialisme merupakan suatu kebijakan di mana sebuah negara besar untuk bisa memegang kendali atau pemerintahan atas daerah lain supaya negara itu bisa dipelihara atau juga bisa berkembang.

Secara terminologi, imperialisme merupakan suatu kebijakan suatu negara besar yang memegang kendali ataupun roda pemerintahan terhadap daerah lain untuk dipelihara atau juga untuk bisa berkembang.

pertama kali Imperialisme ini muncul dari Inggris pada akhir abad XIX. Disaat itu, perdana menteri Inggris, melakukan ekspansi (perluasan daerah) kerajaan Inggris, hingga pada suatu “impire” yakni melingkupi seluruh dunia.

Politik yang dilakukan itu mendapat dorongan kuat hingga golongan opisisi takut apabila politik yang dilakukan tersebut akan menimbulkan pada krisis internasional. Golongan atau kelompok yang mendukung sikap pemerintah Inggris pada disaat itu disebut dengan sebutan Impire atau golongan Imperialisme.

Imperialisme merupakan politik untuk dapat menguasai (dengan paksaan) seluruh dunia demi kepentingan diri sendiri yang dibentuk ialah sebagai imperiumnya. Imperialisme adalah politik yang difungsikan tentang seluruh imperium.

Pengertian Imperialisme Menurut Para Ahli

Alan Bullock (1986:409)

Menurutnya Imperialisme merupakan suatu penaklukan penduduk suatu negara kepada daerah-daerah lain dengan menentukan hukumnya dengan melalui kekuasaan, serta melakukan eksploitasi dengan secara ekonomi dan finansial terhadap orang-orang asing tersebut

Henry Pratt Fairchild (1977:150)

Menurutnya, Imperialisme merupakan suatu kebijakan dan juga praktek perluasan suatu negara kepada negara lain yang dilakukan dengan mencaplok wilayah yang berbatasan dengan negara tersebut dengan cara paksa atau juga dengan cara mengambil daerah-daerah jajahan, tanah jajahan serta daerah perlindungan yang dimiliki oleh negara lain.

Lenin

Menurutnya, Imperialisme merupakan sebuah sistem ekonomi politik yang memiliki arti sebuah proses ekonomi yang mempunyai atau memiliki perwujudan dalam keputusan politik.

Tujuan Imperialisme

Dibawah ini merupakan Tujuan dari imperialisme diantaranya:

  • Untuk dapat menyebarkan ide-ide serta juga kebudayaan Barat ke seluruh dunia.
  • Penguasaan ataupun dominasi dunia yang terorganisasi dengan secara politis merupakan suatu imperium dunia
  • Berupa Imperium ataupun hegemoni yang memiliki dimensi kontinental
  • Pengaruh yang lebih besar dari kekuataan yang dilokalisir.

Macam-Macam Imperialisme

Dibawah ini merupakan jenis-jenis imperialisme, diantaranya sebagai berikut:

Imperialisme Secara Umum

Dengan secara umum, imperialisme tersebut dibedakan menjadi 2 yakni :

Imperialisme Kuno (Ancient Imperialism)

Imperialisme kuno itu berintikan pada semboyan gold, gospel, serta glory (kekayaan, penyebaran agama dan kejayaan). Suatu negara merebut negara lain untuk dapat menyebarkan agama, mendapatkan kekayaan serta juga menambah kejayaannya. Imperialisme tersebut berlangsung sebelum revolusi industri serta jgua dipelopori oleh Spanyol dan Portugal.

Imperialisme Modern (Modern Imperialism)

Imperialisme modern ini berintikan pada kemajuan ekonomi. Imperialisme modern timbul setelah revolusi industri. Industri besar-besaran akibat revolusi industri tersebut memrlukan bahan mentah yang banyak serta juga cakupan pasar yang luas. Mereka mencari jajahan untuk dapat dijadikan sumber bahan mentah serta juga pasar bagi hasil industri, serta juga sebagai tempat penanaman modal bagi kapital surplus.

Imperialisme Menurut Wilayah/Sektor

Sedangkan dengan menurut wilayah/sektor gerakan serta tujuan dari imperialisme, imperialisme tersebut dibagi menjadi dengan beberapa jenis, diantaranya yaitu:

Imperialisme Politik

merupakan suatu gerakan yang dilakukan untuk dapat menguasai berbagai jalur politik. Imperialisme politik tersebut bisa atau dapat disaksikan pada saat Pesta Demokrasi, yang mana berbagai calon politik tersebut merupakan bagian dari orang atau figur yang berada didalam jabatan politik. Tidak itu saja, Imperialisme Politik tersebut dapat dilihat pada legislatif yang terjadi perebutan kursi serta juga kursi terbanyak tersebutlah yang bisa atau dapat menang terhadap suatu pengambilan atau juga perumusan kebijakan.

Imperialisme Ekonomi

Pengertian Imperialisme Ekonomi merupakan suatu gerakan atau tindakan yang untuk merebut atau menguasai jalur ekonomi, seperti perputaran modal, saham, sektor industri dan lain sebagainya. Persoalan dari imperialisme ekonomi merupakan suatu jalan yang sedang dilakukan untuk dapat memudahkan suatu tindakan saat terhadap dalam suatu bentuk imperialisme politik.

Imperialisme Kebudayaan

Merupakan suatu tindakan yang dilakukan dengan menguasai jiwa (ide, geest, the mind) terhadap negara lain. Kebudayaan tersebut itu terletak jiwa bangsa tersebut. Hendak menghilangkan kebudayaan dari suatu bangsa serta juga menggantikannya dengan suatu kebudayaan dari Imperialisme.

Imperialisme Militer

Merupakan suatu imperiliasme yang dilakukan dengan menguasai wilayah strategis didalam sebuah bentuk ancaman atau tindakan militer. Hal tersebut dapat atau bisa disaksikan berbagai pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di tiap-tiap negara lain. Hal tersebut tentu akan memberikan ancaman terhadap kebijakan pada suatu negara yang melawan.

Penyebab Adanya Imperialisme

Dibawah ini merupakan penyebab munculnya tindakan imperialisme, diantaranya sebagai berikut:

  1. Hasrat untuk bisa menyebarkan agama atau ideologi
  2. Keinginan untuk bisa menjadi jaya
  3. Keinginan untuk bisa mendapatkan kekayaan suatu negara
  4. Keingian untuk ikut serta juga menguasai perdagangan dunia Dan lain sebagainya

Akibat Imperialisme

Dibawah ini merupakan akibat imperialisme, diantaranya sebagai berikut:

Akibat Politik, diantaranya:

  • Terciptanya tanah jajahan
  • Politik pemerasan
  • Berkobarnya perang kolonial
  • Timbulnya politik dunia (wereldpolitiek)
  • Timbulnya nasionalisme

Akibat Ekonomis, diantaranya:

  1. Negara imperialis ialah pusat kekayaan, negara jajahan lembah kemiskinan
  2. Industri si imperialis menjadi besar, perniagaan bangsa jajahan lenyap
  3. Perdagangan dunia meluas
  4. Adanya lalu-lintas dunia (wereldverkeer)
  5. Kapital surplus serta juga penanaman modal di tanah jajahan
  6. Kekuatan ekonomi penduduk asli tanah jajahan lenyap

Akibat Sosial, diantaranya:

  • Imperialis hidup mewah sedangkan sementara yang dijajah serba kekurangan
  • Imperialis maju, sedangkan yang dijajah mundur
  • Rasa harga diri lebih pada bangsa penjajah, sedangkan rasa harga diri kurang pada bangsa yang dijajah
  • Segala hak terdapat pada imperialis, orang yang dijajah tidak memiliki atau mempunyai hak apa-apa
  • Munculnya gerakan Eropaisasi.

Sekian dan terima kasih sudah membaca mengenai Imperialisme : Pengertian, Tujuan, Macam, Penyebab, Akibat Menurut Para Ahli, semoga dapat bermanfaat untuk anda.

Lihat Juga  √Pengertian dan Unsur Koperasi Indonesia Terlengkap
Lihat Juga  √ Pengertian Revolusi Bumi, Proses, Akibat Beserta Manfaatnya
Lihat Juga  √ Pengertian Kedaulatan, Jenis, Sifat, Bentuk, Menurut Para Ahli