√ Pengertian dan 5 Contoh Gerak Endonom, Esionom, dan Higroskopis

Posted on

Pendidikan.Co.Id – Dikesempatan ini kita akan membahas mengenai gerak tumbuhan, Gerak Pada Tumbuhan itu dibagi Menjadi 3 Macam atau jenis yakni  Gerak Endonom, Esionom, serta juga Gerak Higroskopis.Dibawah ini merupakan penjelasan lebih lanjut mengenai Gerak Tumbuhan :

Pengertian dan 5 Contoh Gerak Endonom, Esionom, dan Higroskopis

Pengertian Gerak Tumbuhan

Gerakan pada tumbuhan merupakan suatu resapan terhadap sebuah rangsangan baik itu  yang bersumber dari dalam ataupun dari luar. Oleh sebab itu timbulnya gerak pada tumbuhan yang terjadi itu merupakan bukti adanya iritabilitas.

Jenis sumber rangsangan yang dapat menjadi sebuah pemicu gerak pada tumbuhan itu sendiri dapat dihasilkan dari adanya cahaya, dari sentuhan, dari kinera, dari gravitasi maupun juga bisa atau dapat dihasilkan dari suhu udara. Arah gerak yang dimiliki oleh tumbuhan tersebut berbeda beda ada yang memiliki sifat untuk mendekati dan juga ada yang bersifat menjauhi dari suatu rangsangan.

Gerak Tumbuhan

Seperti yang sudah ditulis diatas bahwa gerak pada tumbuhan itu dibagi menjadi 3 yakni gerak endonom, Esionom, serta juga Gerak Higroskopis, dibawah ini merupakan penjelasan dan contohnya

Gerak Endonom

Gerak endonom disebut juga dengan gerak autonom merupakan suatu gerak pertumbuhan daun serta gerak rotasi sitoplasma pada sel sel daun Hydrilila verticillata dapat atau bisa diketahui dari gerak sirkulasi klorofil di dalam sel. Gerak tersebut terjadi dengan secara spontan serta tidak diketahui penyebabnya, atau tidak perlu adanya rangsangan dari luar.

Terdapat beberapa tumbuhan di lingkungan kita yang mengalami gerak endonom ini. Kebanyakan dari mereka itu dapat melakukan gerak dikarena oleh faktor ketersediaan air di dalam bagian tubuhnya. Oleh sebab itu, gerak endonom juga kerap disebut dengan sebutan gerak higroskopis.

Gerak Higroskopis

merupakan sebuah gerak pada bagian tubuh tumbuhan yang disebabkan karena pengaruh perubahan pada kadar air dalam seol sehingga terjadilah pengerutan yang tidak merata. Contoh dari dari gerak Higroskopis ini adalah membukanya sel anulus pada sporangium tumbuhan paku serta juga membukanya gigi peristom pada sporangium tumbuhan lumut.

Contoh Gerak Endonom

Nah, Dibawah ini merupakan beberapa 5 contoh gerak endonom tersebut.

  • 1. Pecahnya kulit buah lamtoro

Kulit buah lamtoro itu bergerak membuka disebabkan karena pengaruh menurunnya kadar air pada buah tersebut. Menurunnya sebuah kadar air tersebut bukan diakibatkan karena faktor suhu (temperatur udara), melainkan disebabkan oleh kondisi fisiologis serta enzimatis buah yang memang sengaja menurunkannya supaya kemasakan fisiologi pada buah segera tercapai. Mereka membelah dengan sendirinya tanpa karena faktor luar yang mempengaruhinya.

  • 2. Pecahnya kulit buah turi

Buah turi Serta buah dari tumbuhan kacang-kacangan (polong-polongan) lainnya tersebut juga melakukan contoh gerak endonom. Buah turi yang mencapai pada tingkat kematangan fisiologis (sudah tua) akan dapat memecahkan kulitnya sendiri disebabkan karena kadar air buah yang menurun serta juga sudah mencapai ambang batas terendahnya. Biji turi tersebut akan keluar dari kulit buah untuk jatuh ke tanah serta juga berkecambah dan meneruskan perkembangbiakan.

  • 3. Pecahnya kulit buah kapuk

Buah kapuk ini akan membelah kulitnya pada saat ia sudah cukup tua. Kondisi tersebut terjadi dikarenakan kadar air pada kulit buah itu sudah sangat rendah serta tidak mampu lagi menahan pemuaian kulit buah kapuk.

  • 4. Membukanya gigi peristom pada sporangium lumut

Tumbuhan lumut itu berkembang biak dengan spora. Sporangium atau wadah spora pada tumbuhan lumut tersebut akan membuka pada saat spora di dalamnya itu telah matang. Gigi peristom pada sporangium tersebut akan bergerak dan juga memungkinkan spora di dalamnya itu untuk keluar dan tumbuh menjadi tumbuhan lumut baru.

  • 5. Membukanya sel anulus pada sporangium tumbuhan paku

Mirip seperti lumut, Tumbuhan paku ini juga berkembang biak dengan spora. Bedanya, bila jika tumbuhan lumut, sporangium itu dilindungi oleh adanya gigi peristom, maka pada tumbuhan paku, sporangium tersebut justru dilindungi oleh sel anulus. Sel anulus tersebut akan bergerak membuka jika kadar air sporangium itu sudah sangat rendah.

Gerak Esionom

merupakan Gerak tumbuhan yang disebabkan oleh karena adanya rangsangan dari lingkungan sekitar. Dengan berdasarkan macam jenis Rangsangannya, gerak esionom ini dapat dibedakan menjadi 3 bagian yaitu,

  1. Gerak Tropisme
  2. Gerak Taksis, dan
  3. Gerak Nasti

Gerak Topisme

Gerak Tropisme merupakan suatu gerak tumbuhan yang arah geraknya itu dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan. Tropisme positif merupakan gerak yang arahnya itu mendekati rangsangan, Sedangkan tropisme negatif merupakan kebalikannya yakni gerak yang arahnya itu menjauhi rangsangan. Dengan berdasarkan jenis rangsangannya, tropisme ini dibedakan lagi menjadi beberapa macam, yaitu :

  1. Geotropisme atau Gravitropisme
    merupakan suatu gerak tropisme yang disebabkan oleh rangsangan gaya gravitasi bumi. Geotropisme ini ada dua yaitu geotropisme positif dan geotropisme negatif. Geotropisme positif ini gerak pada organ tumbuhan itu mendekati inti bumi. Sedangkan pada geotropisme negatif ini geraknya itu berlawanan arah gravitasi bumi.
  2. Fototropisme merupakan suatu gerak tropisme yang disebabkan oleh adanya pengaruh rangsangan dari cahaya. Fototropisme ini terbagi dua yakni fototropisme positif serta juga fototropisme negatif. Pada umumnya, pada bagian tumbuhan di atas tanah itu bersifat fototropisme positif, misalnya seperti bunga matahari akan mekar serta pada batangnya mengikuti arah dari sinar matahari. Dan akar nya itu bersifat fototropisme negatif.
  3. Tigmotropisme merupakan suatu gerak tropisme yang disebabkan oleh karena adanya rangsangan dari sentuhan. Pada umumnya tigmotropisme ini terjadi pada tumbuhan pemanjat (tumbuhan yang mempunyai sulur)seperti anggur, ubi jalar, melon, serta juga tumbuhan pemanjat lainnya.
  4. Hidrotropisme adalah suatu gerak tropisme yang disebabkan oleh karena adanya rangsangan dari air. Contohnya dari gerak pertumbuhan akar menuju ke air.
  5. Termotropisme merupakan suatu gerak tropisme yang disebabkan oleh karena  adanya rangsangan dari suhu.
  6. Kemotropisme merupakan suatu gerak tropisme yang disebabkan oleh karena adanya rangsangan zat kimia. Contohnya itu gerak akar menuju pupuk.
  7. Reotropisme merupakan suatu gerak tropisme yang disebabkan oleh karena aliran air sehingga mempengaruhi arah dari gerak tumbuhan. Contohnya seperti eceng gondok.

Gerak Taksis

Gerak Taksis merupakan suatu gerak pindah tempat seluruh bagian tumbuhan yang arahnya itu dipengaruhi oleh sumber rangsangan. Gerak ini Taksis dibedakan menjadi beberapa macam, antara lain ialah sebagai berikut:

  1. Fototaksis merupakan suatu gerak taksis yang disebabkan oleh karena adanya rangsangan dari cahaya. contohnya ialah seperti gerak Euglena menuju cahaya. Fototaksis ini dibedakan menjadi dua (2) yaitu fototaksis positif & juga fototaksis negatif. Fototaksis positif merupakan suatu gerak tumbuhan yang mendekati rangsangan cahaya, sedangkan pada fototaksis negatif ini kebaliknya gerak tumbuhan menjauhi rangsangan cahaya.
  2. Kemotaksis adalah suatu gerak taksis yang disebabkan oleh karena adanya rangsangan dari zat kimia. Contohnya sepertinya pada gerak sel spermatozoid menuju sel telur.
  3. Galvanotaksis atau Elekrotaksis merupakan suatu gerak taksis yang disebabkan oleh karena adanya rangsangan listrik. Contohnya ialah seperti Gerak organisme tingkat rendah bergerak mendekati listrik.
  4. Termotaksis merupakan suatu gerak taksis yang disebabkan oleh rangsangan suhu atau temperatur .
  5. Gravitaksis merupakan suatu gerak taksis yang disebabkan oleh karena adanya Gravitasi Bumi
  6. Tigmotaksis merupakan suatu gerak taksis yang disebabkan oleh karena adanya kontak fisik atau sentuhan.
  7. Reotaksis suatu merupakan gerak taksis yang disebabkan oleh karena adanya oleh aliran air.
  8. Phonotaksis merupakan suatu gerak taksis yang disebabkan oleh karena adanya oleh suara.

Gerak Nasti

Gerak Nasti merupakan suatu gerak pada bagian tumbuhan yang arah geraknya itu tidak dipengaruhi oleh arah datangnya suatu rangsangan. Gerak nasti ini disebabkan oleh karena adanya  perubahan turgor pada jaringan pada tulang daun. Dengan berdasarkan jenis rangsangannya itu, nasti ini dibedakan menjadi beberapa macam, antara lain sebagai berikut:

  1. Seismonasti atau Tigmonasti merupakan gerak nasti yang terjadi oleh karena adanya rangsangan sentuhan. Contohnya ialah seperti gerak menutupnya daun putri malu (Mimosa pudica) pada saat disentuh.
  2. Niktinasti merupakan gerak nasti yang terjadi oleh karena adanya pengaruh gelap. Contohnya ialah seperti “gerak tidur” yang dilakukan daun dari tumbuhan polong-polongan.
  3. Termonasti merupakan gerak nasti yang disebabkan oleh karena adanya rangsangan dari suhu. Contohnya ialah seperti mekarnya bunga tulip pada saat suhu udara naik.
  4. Fotonasti merupakan gerak nasti yang disebabkan oleh karena adanya rangsangan dari cahaya. Contohnya ialah seperti mekarnya bunga pukul empat (Mirabilis jalapa)
  5. Nasti kompleks merupakan gerak nasti yang disebabkan oleh karena adanya  rangsangan lebih dari satu. Contohnya ialah seperti gerak membuka dan menutupnya stomata.

Sekian Ulasan dari pendidikan.co.id mengenai Pengertian dan 5 Contoh Gerak Endonom, Esionom, dan Higroskopis, Semoga dapat bermanfaat untuk anda.

Lihat Juga  √ Geologi : Pengertian, Macam, Aplikasi dan Contoh Menurut Para Ahli
Lihat Juga  √ Demokrasi : Pengertian, Prinsip, Sejarah, Ciri dan Macam
Lihat Juga  √Latar Belakang, Kronologi dan Dampak Akibat Perang Dunia 1
√ Pengertian dan 5 Contoh Gerak Endonom, Esionom, dan Higroskopis
Rate this post