Manajer adalah

Diposting pada

Pendidikan.Co.Id – Saat ini kita akan membahas mengenai Manajer, adapun point yang akan dijelaskna ialah tugas, fungsi, tingkatan, etika dan peran manajer, penjelasannya sebagai berikut :

Pengertian Manajer, Tugas, Fungsi, Tingkatan, Etika Dan Perannya

Pengertian Manajer

Manajer adalah orang yang mempunyai pengalaman, pengetahuan serta keterampilan yang baik yang diakui oleh organisasi untuk bisa memimpin, mengelola, mengendalikan, mengatur dan juga mengembangkan organisasi dalam rangka mencapai suatu tujuannya. Atau definisi lain dari manajer adalah seseorang yang dapat atau bisa mengarahkan orang lain Serta mampu untuk bertanggung jawab atas kegiatan atau aktivitas dalam pekerjaan tersebut.


Fungsi Manajer

Dibawah ini merupakan beberapa fungsi yang dilakukan oleh seorang manajer diantaranya sebagai berikut :

  1. memimpin organisasi.
  2. mengatur dan mengendalikan organisasi.
  3. mengembangkan organisasi.
  4. mengatasi berbagai masalah yang dihadapi organisasi.
  5. mengawasi dan mengendalikan organisasi.
  6. menumbuhkan kepercayaan.
  7. meningkatkan rasa tanggung jawab.
  8. mengevaluasi kegiatan-aktivitas organisasi.
  9. menggali serta juga mengembangkan sumber daya yang dimiliki oleh organisasi atau perusahaan.

Tugas Manajer

Tugas-Manajer

Agar konsep tentang manajer menjadi lebih jelas, berikut ini diuraikan secara terperinci apa tugas-tugas penting yang dilakukan manajer :

  1. Manajer bekerja dengan dan melalui orang lain.
    Istilah “orang” mencakup tidak hanya para bawahan dan atasan, tetapi juga manajer-manajer lainnya dalam organisasi. Disamping itu, “orang” juga termasuk individu-individu dari luar organisasi, langganan, penyedia (supplier), konsumen atau langganan, pengurus serikat karyawan, pejabat dan karyawan kantor-kantor pemerintah dan sebagainya.
  2. Manajer memadukan dan menyeimbangkan tujuan-tujuan yang saling bertentangan dan menetapkan prioritas-prioritas.
    Setiap manajer akan menghadapi sejumlah tujuan, masalah dan kebutuhan organisasional yang semuanya ini bersaing untuk memperebutkan sumberdaya-sumberdaya organisasi (manusia, material atau bahkan waktu manajer). Karena berbagai sumberdaya tersebut selalu terbatas, manajer harus menjaga keseimbangan di antara berbagai tujuan dan kebutuhan organisasional.
  3. Manajer bertanggung jawab dan mempertanggungjawabkan.
    Para manajer ditugaskan untuk mengelola pekerjaan-pekerjaan tertentu secara sukses. Mereka biasanya dievaluasi atas dasar seberapa baik mereka mengatur tugas-tugas yang harus diselesaikan. Lebih lanjut, manajer juga bertanggung jawab atas kegiatan-kegiatan para bawahannya. Sukses atau kegagalan bawahan adalah cerminan langsung sukses atau kegagalan manajer.
  4. Manajer harus berpikir secara analisis dan konseptual.
    Untuk menjadi pemikir yang analisis, manajer harus mampu merinci dan memisah-misahkan suatu masalah menjadi komponen-komponen masalah, menganalisa komponen-komponen tersebut, dan kemudian mencari penyelesaian yang layak (feasible) dengan akurat. Dan yang lebih penting bagi manajer adalah menjadi pemikir konseptual, yang mampu memandang keseluruhan tugas dan mengkaitkan suatu tugas dengan tugas-tugas lain.
  5. Manajer adalah seorang mediator.
    Organisasi terdiri dari orang-orang, dan kadang-kadang mereka saling tidak bersetuju atau saling bertentangan. Bila hal itu terjadi dalam suatu unit kerja atau organisasi, maka bisa menurukan semangat kerja dan produktivitas, atau bisa merusak suasana kerja, atau bahkan para karyawan yang cakap bisa meninggalkan organisasi. Kejadian-kejadian seperti ini menuntut peranan manajer sebagai mediator (penengah).
  6. Manajer adalah seorang politisi.
    Seperti apa yang dilakukan politisi dalam mengkampanyekan program-programnya, manajer harus mengembangkan hubungan-hubungan baikm untuk mendapatkan dukungan atas kegiatan-ekgiatan usulan-usulan atau keputusannya. Setiap manajer yang efektif “memainkan politik” dengan mengembangkan jaringan kerjasama timbale balik dengan para manajer lain dalam organisasi.
  7. Manajer adalah seorang diplomat
    Manajer mungkin harus berperan sebagai wakil (representative) resmi kelompok kerjanya pada pertemuan-pertemuan organisasional. Manajer juga mungkin mewakili organisasi dalam berurusan dengan kontraktor, langganan, pejabat pemerintah atau personalia organisasi lain.
  8. Manajer mengambil keputusan-keputusan sulit
    Organisasi selalu menghadapi banyak masalah (misalnya, kesulitan financial, masalah personalia, dan sebagainya). Manajer adalah seorang yang diharapkan dapat menemukan pemecahan berbagai masalah sulit dan mengambil keputusan yang akurat.
Lihat Juga  √ Pengertian Logistik

Seorang manajer adalah apa yang dilakukan manajer, dan manajer tentu saja melakukan banyak hal yang berbeda. Begitu banyak dalam kenyataannya, sehingga berbagai peranan dan kegiatan yang telah diuraikan di atas hanya merupakan sebagian saja untuk melengkapi pembahasan tentang pengertian manajer, berikut akan diuraikan berbagai kegiatan dan peranan yang dilakukan manahjer dari sisi pandang lain.


Tingkatan-Tingkatan Manajer

Manajer seringkali dikelompokan kedalam beberapa macam atau kategori, diantaranya sebagai berikut :


  • Manejemen lini pertama (first line management)

Manajer lini pertama / First line management merupakan suatu tinggkatan paling rendah, sering juga dikenal dengan manajer operasional. Tugasnya itu seperti memimpin serta mengawasi pegaawai non-manajerial yang terlibat didalam proses produksi. Biasanya manajer lini sering disebut dengan supervisor, manajer area, manajer shift, manajer department, manajer kantor atau mandor.


  • Manajer tingkat menengah (middle management)

Manajer tingkat menengah atau middle management itu berada diantara manajer lini pertama (first line management) serta manajer puncak (top management), tugasnya itu ialah sebagai penghubung antar keduanya. Dibawah ini merupakan jabatan yang termasuk kedalam manajer tingkat menengah diantaranya seperti sebagai berikut :

  1. manajer proyek,
  2. manajer pabrik,
  3. manajer divisi atau kepala bagian.

  • Manajer puncak (top management)

Manajer puncak bertugas untuk dapat merencanakan kegiatan atau aktivitas maupun strategi organisasi atau perusahaan dengan secara umum juga mengarahkan jalannya organisasi ataupun perusahaan. Manajer puncak ini dikenal dengan sebutan executive officer, contoh dari manajer puncak ini seperti :

  1. Chief Executive Officer (CEO),
  2. Chief Financial Officer (CFO)
  3. Chief Information Officer (CIO).

Etika Manajer

Seorang manajer harus mempunyai etika didalam proses manajerial. Etika manajerial merupakan suatu dasar perilaku yang memandu manajer dalam aktivitas/pekerjaan mereka. Terdapat tiga (3) kategori/kelompok yang dinyatakan oleh Ricky W. Griffin.

  1. Tingkah laku kepada karyawan
  2. Tingkah laku kepada organisasi
  3. Tingkah laku kepada agen ekonomi lainnya
Lihat Juga  √ Pengertian Eritrosit

Peran Manajer

Henry Mintzberg menggemukakan bahwa terdapat sepuluh peran yang dijalankan oleh manajer pada suatu organisasi tempatnya bekerja. Dari 10 peran tersebut dikelompokkan menjadi tiga kelompok, penjelasannya sebagai berikut:


  • Pertama

Peran antara pribadi, yang berhubungan dengan orang dan kewajiban lain yang memiliki sifat seremonial dan simbolis. Peran ini mencakup juga peran sebagai figur untuk bawahannya, pemimpin serta juga penghubung.


  • Kedua

Peran informasional, mencakup peran manajer untuk dapat memantau serta menyebar informasi, juga tentu berperan sebagai juru bicara.


  • Ketiga

Peran dalam pengambilan keputusan, mencakup peran untuk dapat seorang wirausahawan, menyelesaikan masalah, membagi sumber daya serta berunding. Yang dengan secara garis besar kegiatan atau aktivitas yang dijalankan oleh manajer adalah melakukan interaksi dengan orang lain.

Jadi dapat disimpulkan bahwa manajer adalah seseorang yang mampu untuk dapat mengendalikan serta memimpin organisasi atau perusahaan dalam mencapai suatu tujuan.


Keterampilan Manajer

Keterampilan-Manajer

Berikut adalah keterampilan manajer, antara lain:


  1. Keterampilan konseptual (conceptional skill)

Manajer tingkat atas (top manager) harus memiliki keterampilan untuk membuat konsep, ide, dan gagasan demi  kemajuan organisasi. Gagasan atau ide serta konsep tersebut kemudian haruslah dijabarkan menjadi suatu rencana kegiatan untuk mewujudkan gagasan atau konsepnya itu. Proses penjabaran ide menjadi suatu rencana kerja yang kongkret itu biasanya disebut sebagai proses perencanaan atau planning. Oleh karena itu, keterampilan konsepsional juga meruipakan keterampilan untuk membuat rencana kerja.


  1. Keterampilan berhubungan dengan orang lain (humanity skill)

Selain kemampuan konsepsional, manajer juga perlu dilengkapi dengan keterampilan berkomunikasi atau keterampilan berhubungan dengan orang lain, yang disebut juga keterampilan kemanusiaan. Komunikasi yang persuasif harus selalu diciptakan oleh manaje terhadap bawahan yang dipimpinnya. Dengan komunikasi yang persuasif, bersahabat, dan kebapakan akan membuat karyawan merasa dihargai dan kemudian mereka akan bersikap terbuka kepada atasan. Keterampilan berkomunikasi diperlukan, baik pada tingkatan manajemen atas, menengah, maupun bawah.

Lihat Juga  √ Pengertian Inflasi

  1. Keterampilan teknis (technical skill)

Keterampilan ini pada umumnya merupakan bekal bagi manajer pada tingkat yang lebih rendah. Keterampilan teknis ini merupakan kemampuan untuk menjalankan suatu pekerjaan tertentu, misalnya menggunakan program komputer, memperbaiki mesin, membua kursi, akuntansi dan lain-lain.


Baca Juga :