√ Pengertian Kelenjar Saliva (kelenjar air liur)

Diposting pada

pengertian-kelenjar-saliva

Pengertian Kelenjar Saliva

Kelenjar Saliva (kelenjar air liur) ini merupakan kelenjar eksokrin pada mamalia yang memproduksi air liur. Kelenjar saliva ini adalah kelenjar yang memiliki saluran sendiri. Pada organisme lain yakni selain manusia, serangga misalnya, kelenjar saliva ini memiliki fungsi untuk memproduksi protein penting di dalam tubuh. Terdapat 4 kelenjar saliva di manusia, diantaranya

  1. kelenjar parotis,
  2. kelenjar submandibula,
  3. kelenjar sub lingua, dan
  4. kelenjar saliva minor.

Kelenjar saliva ini adalah organ ditubuh manusia yang memiliki peran di dalam sistem pencernaan. Kelenjar saliva ini bisa atau dapat menghasilkan suatua air liur (saliva) yang didalamnya itu terkandung enzim ptialin atau pun enzim amilase. Fungsi dari enzim ini ialah untuk mengubah karbohidrat itu menjadi maltosa (yakni gula dalam bentuk yang sederhana). Komposisi saliva yang dihasilkan oleh kelenjar saliva tersebut ialah cairan encer berisi air serta juga saliva yang tidak dirangsang.


Fungsi Kelenjar Saliva

  • Fungsi utama dari kelenjar saliva ialah untuk mensekresikan air liur (saliva) itu ke dalam rongga mulut untuk kemudian membantu melindungi mulut, membunuh bakteri, dan mencerna makanan serta untuk menjaga keadaan Mulut.
  • Mensekresikan enzim Amilase, ialah enzim yang memiliki fungsi mengubah Amilum (polisakarida) itu menjadi Maltosa (disakarida).
  • Mempermudah proses mengunyah serta juga menelan.
  • Mengontrol ph Mulut
  • Membantu dalam pergerakan lidah
  • Melindungi gigi dari keropos serta juga karang gigi
  • Mencegah dehidrasi mulut
  • Menjaga kelembaban bibir
  • Memperlambat proses pembusukan makanan yang tersisa ada di gigi

Strukutur Kelenjar Saliva

Kelenjar saliva tersebut merupakan organ eksokrin disebabkan oleh karna memiliki duktus (saluran) yakni penghubung yang membawa hasil sekresinya itu ke tempat yang di tujuan.

Kelenjar saliva ini juga disusun oleh jaringan epitel serta jaringan ikat. Dindingnya adalah jaringan epitel yang dikelilingi oleh adanya jaringan ikat. Jaringan ikat yang mengelilingi pada bagian luar diseluruh kelenjar tersebut disebut dengan kapsul, sedangkan untuk jaringan ikat yang membagi kelenjar itu menjadi lobus lobus padabagian dalam itu disebut dengan septa. Pada bagian kapsul serta septa tersebut terdapat pembuluh darah serta juga saraf yang mensuplai kelenjar.

Sel epitel yang memproduksi saliva itu disebut dengan sel sekretori. Terdapat 2 jenis sel sekretori, duabtarabta sel mukus serta sel serous. Sesuai dengan namanya Sel mukus ini menghasilkan cairan mukus dan sedangkan untuk sel serous itu menghasilkan cairan serosa. Sel Sekretori yang ditemukan dengan berkelompok itu disebut dengan sel acinus.


Anatomi Kelenjar Ludah

Anatomi-Kelenjar-Saliva

Kelenjar ludah tersebut diklasifikasikan ialah sebagai berikut:

Ukuran

Terdapat perbedaan ukuran yang besar antara kelenjar utama yakni seperti kelenjar parotid, kelenjar submandibular, serta juga kelenjar submandibular itu dengan kelenjar minor yang menyebar di hampir di seluruh bagian oral mukosa.

Sifat dari sekresi

Perbedaan antara kelenjar yang memproduksi dengan sekeresi mukosa (kaya akan polisakarida,  tebal, serta juga mengandung sedikit non enzimatik protein) dan sekresi serosa (yakni kaya akan non enzimatik serta enzimatik protein tipis, berair, dan juga hanya mengandung sedikit polysakarida) , serta juga kelenjar yang memproduksi sekresi campuran.


Histologi Kelenjar Saliva

Kelenjar saliva ini adalah kelenjar merokrin yang bentuknya itu berupa tubuloasiner (tubuloaveoler). Bagian dari kelenjar saliva yang menghasilkan sekret itu disebut dengan asini. Dibawah ini merupakan sel-sel yang menyusun asini kelenjar saliva.

A. Asini serosa

Asini-serosa

Asini serosa ini tersusun dari sel-sel berbentuk piramid yang mengelilingi lumen kecil serta berinti bulat. Di basal sel itu terdapat sitoplasma basofilik serta di apeks itu terdapat butir-butir pro-enzim eosinofilik, yang akan kemudian disekresikanke lumen asini dan menjadi enzim. Hasil sekresiaini serous berisi enzim ptialin serta memiliki sifat jernih serta encer seperti air.


B. Asini Mukosa

Asini-Mukosa

Asini mukosa ini tersusun dari sel-sel berbentuk kuboid itu sampai kolumner yang mengelilingi lumen kecil serta mempunyai inti pipih atau juga oval yang terletak di basal. Sitoplasma asini mukou syang berada pada basal sel tersebut memiliki sifat basofilik sedangkan pada daerah inti serta apeks itu berisi musin yang warnanya itu pucat. Hasil sekresiasini mukous tersebut berupa musin yang sangat kental.


C. Asini campuran

Asini-campuran

Asini campuran ini memiliki struktur asini serous dan juga mukous. Bagian serous yang menempel dibagian mukous tersebut tampak sebagai bangunan dengan bentuk bulan sabit.

Pada kelenjar saliva tersebut juga ditemukan struktur lain yakni mioepitel. Mioepitel ini terdapat di antara membran basalis serta juga sel asinus. Sel tersebntuk berbentuk gepeng, dan berinti gepeng, serta mempunyai sitoplasma panjang dan juga mencapai sel-sel sekretoris, serta memiliki miofibril yang kontraktil yang di dalam sitoplama sehingga kemudian membantu memeras sel sekretoris itu mengeluarkan hasil sekresi.


Mekanisme Sekresi Saliva

Mekanisme-Sekresi-Saliva

Saliva ini disekresi sekitar 1 sampai 1,5 liter setiap hari tergantung dari tingkat perangsangan. Kecepatan aliran saliva tersebut juhs bervariasi dari 0,1-4,0 ml/menit. dikecepatan 0,5 ml/menit yakni sekitar 95% saliva teresebut disekresi oleh kelenjar parotis serta kelenjar submandibularis; sisanya kemudian disekresi oleh kelenjar sublingual serta kelenjar saliva minor. Sekresi saliva yang memiliki sifat spontan serta kontinyu itu disebabkan oleh stimulasi konstan saraf para simpatis dan memiliki fungsi yakni untuk menjaga agar mulut serta tenggorokan itu tetap basah setiap waktu.

Selain stimulasi sekresi yang sifatnya adalah konstan, sekresi saliva tersebut  dapat ditingkatkan dengan melalui dua jenis refleks saliva yang berbeda, diantaranya :

1) Refleks saliva sederhana, atau tidak terkondisiRefleks saliva sederhanaterjadi saat baroreseptor di dalam rongga mulut merespons adanya makanan. Saat diaktifkan, reseptor tersebut akan memulai impuls di serabut saraf afferen yang membawa informasi itu ke pusat saliva pada medula spinalis. Pusat saliva ini kemudian mengirim impuls dengan melalui saraf otonom ekstrinsik itu ke kelenjar saliva untuk kemudian meningkatkan sekresi saliva. Gerakan gigi juga mendorong sekresi saliva terseh8tmwalaupun tidak terdapat makanan disebabkan karna adanya manipulasi terhadap baro reseptor yang adadi mulut.

2) Refleks saliva didapat, atau juga terkondisi. Pada refleks saliva didapat, sekresi saliva tersebut dihasilkan tanpa rangsangan oral. Hanya dengan melihat,  berpikir, membaui, atau juga mendengar suatu makanan yang lezat itu dapat atau bisa memicu pengeluaran saliva dengan melalui refleks ini.


Jenis dan Tipe Kelenjar Saliva

Tipe-Kelenjar-Saliva

Adapun jenis dari kelenjar saliva ini terdapat 2 Tipe diantaranya Kelenjar Saliva Minor serta Kelejar Saliva Mayor (Parotis, Submandibula dan juga Sublingua), penjelasannya sebagai berikut :

1. Kelenjar Parotis

Kelenjar parotis ini adalah kelenjar saliva terbesar pada manusia, kelenjar parotis tersebut terletak di bawah telinga. Kelenjar parotis ini berjumlah dua buah (sepasang). Kelenjar parotis tersebut mensekresikan air liur dengan melalui sebuah saluran yang disebut dengan duktus Stensen menuju rongga mulut. 25% dari seluruh air liur kita itu berasal dari kelenjar parotis.


2. Kelenjar Submandibula

Kelenjar Submandibula ini merupakan sepasang kelenjar saliva yang berada di rahang bawah. Produksi dari kelenjar submandibula ini ialah campuran dari serosa serta mukosa yang masuk ke rongga mulut dengan melalui saluran yang disebut dengan duktur Wharton. 70% dari air liur pada rongga mulut itu diproduksi oleh kelenjar ini.


3. Kelenjar Sublingua

Kelenjar Sublingua ini merupakan sepasang kelenjar saliva yang berada di bawah lidah di dekat kelenjar sub mandibula. dan sekitar 5 % dari seluruh air liur yang masuk ke rongga mulut itu berasal dari kelenjar ini.


4. Kelenjar Liur Minor

Terdapat banyak sekali (yakni sekitar 600) kelenjar liu minor di sekitar rongga mulut. Sebagian besar itu berada  di dalam lapisan lamina propria mukosa oral. Diameter 1 kelenjarnya itu sekitar 1 – 2 mm. Kelenjar tersebut merupakan sejumlah sel asini yang terhubung di dalam lobulus kecil. Sekresi utama kelenjar ini ialah mukus.

Pada kelenjar saliva minor itu terdapat 5 pasang kelenjar saliva diantaranya :

  1. Kelenjar Glossopalatinal ini merupakan Kelenjar yang berada di isthimus dari lipatan glossopalatinal serta juga meluas ke bagian posterior dari sublingual ke kelenjar di palatum molle.
  2. Kelenjar Labial ini merupakan Kelenjar saliva yang berada di submukosa bibir. Paling banyak ditemui pada midline serta memiliki banyak duktur.
  3. Kelenjar Bukal ini merupakan Kelenjar saliva yang satu ini berada di mukosa pipi serta juga mirip dengan kelenjar labial.
  4. Kelenjar Palatinal ini merupakan Kelenjar palatinal itu bisa atau dapat kita temukan di sepetiga posterior palatal serta palatum molle.  Kelenjar palatinal ini bisa atau dapat dilihat serta dilindungi oleh jaringan fibrous padat.
  5. Kelenjar Lingual ini merupakan Kelenjar lingual terbagi menjadi 3 diantaranya kelenar anterior lingual, kelenjar lingual van ebner serta juga kelenjar posterior lingual.

Otot Kelenjar Saliva

Adapun Otot di kelenjar saliva ini ialah sebagai berikut :

  1. Otot masseter ini merupakan otot yang letaknya disebelah pinggir wajah dengan berbentuk persegi panjang. Massa pada otot ini kuat serta juga tebal.
  2. Otot mylohiyid ini merupakan otot yang letaknya itu berada di atas perut anterior otot digastik. dan Berbentuk datar serta segitiga.

Terbentuknya Air Liur di Kelenjar Saliva

Kelenjar saliva ini bisa atau dapat menghasilkan air liur disebabkan karna dipengaruhi oleh sistem saraf di manusia. Sistem saraf yang mengatur kelenjar saliva tersebut ialah sinyal yang terdapat pada saraf parasimpatik. Sinyal yang terdapat dari sistem saraf parasimpatik ini berasal dari nukleus salivatorius superior serta juga inferior pada batang otak. Dimulai dari pertemuan medula serta spon menyebabkan rangsangan taktil dan juga pengecapan dari fungsi lidah manusia bisa terjadi. Adanya rangsangan yang diatur oleh sistem saraf parasimpatik tersebut menyebabkan sekresi air liur itu dalam jumlah yang besar yakni dengan kandungan zat organik yang rendah. Sekresi kelenjar saliva tersebut dipengaruhi oleh pelepasan lokal peptida vasoaktif usus. Selain dari faktor sinyal parasimpatik, terdapat pengaruh lain yang bisa atau dapat menjadi penyebab mengapa saliva itu dapat atau bisa diproduksi banyak atau sedikit, misalnya suplay darah ke kelenjar pada saat melakukan sekresi, kebutuhan nutrisi, sel-sel saliva serta juga efek vasodilator.


Penyakit Kelenjar Saliva

Penyakit Pada Kelenjar Saliva terdapat Beberapa penyakit yang disebabkan oleh karna adanya masalah pada kelenjar saliva diantaranya ialah sebagai berikut

  1. Parotitits Epidemika ini merupakan Penyakit yang menyerang kelenjar parotis dengan menunjukkan ciri seperti bengkak, panas serta nyeri. Penyakit tersebut disebabkan oleh karna sejenis virus dari air liur (saliva).
  2. Xerostomia ini merupakan Kelenjar saliva itu tidak berfungsi disebabkan karna produksi air liur berkurang.
  3. Sialadenitis ini merupakan Inflamasi kelenjar saliva akut serta kronik
  4. Sjogren ini merupakan Penyakit gangguan autimun.

Faktor yang Mempengaruhi Laju Aliran Saliva

Laju aliran saliva ini mengalami perubahan disebabkan karna beberapa faktor berikut.

  • Derajat hidrasi
  • Posisi tubuh
  • Paparan cahaya
  • Irama siang dan malam
  • Obat
  • Usia
  • Efek psikis
  • Jenis Kelamin

Demikianlah penjelasan mengenai Pengertian Kelenjar Saliva, Mekanisme, Histologi, Struktur, Fungsi dan Faktor, semoga apa yang diuraikan dapat bermanfaat untuk anda. terima kasih

Lihat Juga  √ Pengertian VPN, Fungsi, Cara Kerja, Manfaat, dan Kelebihannya
Lihat Juga  √ Pengertian Mulut, Struktur, Bagian, Fungsi dan Gangguannya
Lihat Juga  √ Pengertian Motif Ekonomi, Perbedaan, Macam dan Tujuannya