√ Pengertian Komet, Bagian, Ciri, Jenis dan Contohnya

Diposting pada

Pendidikan.Co.Id – Pada kesempatan kali ini, kita membahas mengenai komet, tak hanya pengertian komet saja namun dilengkapi juga dengan penjelasan lain seperti bagian, ciri, jenis, proses pembentukan dan contoh dari komet itu sendiri, nah untuk penjelasan selengkapnya dibawah ini :

Pengertian Komet, Bagian, Ciri, Jenis dan Contohnya

Pengertian Komet

Pengertian Komet merupakan suatu benda angkasa yang terang, yang ditutupi oleh kabut tipis, serta memiliki bentuk menyerupai ekor yang panjang. Komet ini bergerak mengelilingi matahari, Lintasannya elips serta sangat lonjong sekali tentunya hal ini berbeda dari lintasan planet di tata surya. Kata Komet sendiri sendiri berasal dari bahasa Yunani yakni “Kometes”yang artinya itu adalah “Rambut Panjang”.

Komet sendiri terdiri dari kumpulan partikel debu serta gas yang membeku. Cahaya matahari sering di pantulkan oleh bagian dari komet, sehingga komet ini akan terlihat memiliki ekor, panjang ekornya itu juga bisa mencapai jutaan km, serta arah ekor komet itu selalu menjauhi matahari. Cahaya komet sebagian besar ialah pantulan dari cahaya matahari. Disebabkan karena komet terlihat seperti mempunyai ekor, maka sering kali disebut dengan sebutan bintang berekor.

Bagian-Bagian dan Proses pembentukan komet

Pengertian Komet, Bagian, Ciri, Jenis dan Contohnya

Dibawah ini merupalan bagian-bagian dari komet, yang diantaranya sebagai berikut:

1. Inti

Inti komet ini sangat padat, diameternya juga bisa mencapai samapi berkilometer. Terbentuk dari bahan-bahan Es yang menyusun komet, kemudian berubah menjadi gas.

2. Koma

Koma merupakan daerah yang berkabut pada komet, daerah pada sekeliling bagian inti.

3. Lapisan hidrogen

Lapisan hidrogen ini merupakan lapisan yang membungkus bagian koma, bagian ini tidak akan terlihat apabila dengan menggunakan mata. Diameter dari lapisan hidrogen ini dapat mencapai jutaan kilometer.

4. Ekor

Ekor merupakan Bagian gas pada komet yang bercahaya apabila melewati matahari, serta  terlihat sangat panjang sekali, panjang dari ekor ini bisa mencapai jutaan kilometer.

Dari penjelasan diatas dapat sdisimpulkan bahwa inti dari suatu komet merupakan batu dan es yang padat. Ekor dari komet itu slalu menjauhi matahari, ekornya dari koment ini terdiri dari dua macam partikel yakni gas serta debu. Ekor debu itu akan terlihat seperti lengkungan, sedangkan pada ekor gas itu bisa terlihat lurus. Ekor komet ini terbentuk pada saat mendekati matahari, merupakan saat sebagian bagian inti itu meleleh hingga menjadi gas kemudian angin dari matahari akan meniup gas tersebut serta bergerak ke arah belakang komet, sehingga akan terlihat seperti ekor yang bercahaya.

Ciri-Ciri Komet

Dibawah ini merupakan ciri-ciri dari komet yang perlu untuk kamu ketahui, diantaranya sebagai berikut:

  1. Komet ini bukanlah bintang, tapi komet ini merupakan benda angkasa yang terbentuk dari debu serta es, sebagain besar cahayanya itu berasal dari matahari.
  2. Dikenal juga dengan gas pijar, dengan garis edar yang berbeda-beda.
  3. Terlihat juga memiliki ekor pada saat mendekati matahari, sehingga sering kali di sebut dengan sebutan bintang berekor.
  4. Arah ekor komet ini selalu menjauhi matahari, serta ekornya juga sangat panjang yang dapat  mencapai jutaan km.
  5. Lintasan dari komet bentuknya itu elips serta sangat lonjong, dan lebih panjang dari pada lintasan planet.

Jenis-Jenis Komet

Terdapat dua (2) jenis komet, yakni jenis komet dengan berdasarkan lintasnya dan berdasarkan jumlah kemunculannya, penjelasannya sebagai berikut :

Jenis Komet berdasarkan Lintasannya

Apabila di lihat dari bentuk ataupun panjang lintasannya, diantaranya sebagai berikut:

Komet Berekor panjang

Komet berekor panjang ini merupakan komet yang mempunyai lintasan yang sangat jauh, komet ini akan melalui daerah-daerah di angkasa yang dingin sekali sehingga akan menyerap gas-gas di daerah yang dilaluinya. Saat komet ini mendekati matahari, komet jenis ini akan melepaskan gas-gas sehingga akan membentuk koma serta juga ekor yang panjang sekali. Contoh dari komet yang mempunyai ekor panjang adalah komet halley yang dapat bisa terlihat itu sekitar 76 tahunan sekali.

Komet berekor pendek

Komet berekor pendek ini Merupakan komet yang lintasannya itu pendek, sehingga hal tersebut menyebabkan komet ini menyerap gas-gas pada daerah yang telah di lewatinya  itu juga sedikit. Jadi pada saat komet jenis ini mendekati matahari gas-gas yang dilepaskan pun juga sedikit sehingga akan terlihat memiliki ekor yang pendek, serta ada juga yang terlihat hampir tidak mempunyai ekor. Contoh dari komet yang berekor pendek ini seperti misalnya komet Encke yang melintas dan mendekati matahari itu sekitar 3,3 tahun sekali.

Jenis Komet Berdasarkan Jumlah Kemunculannya

Apabila di lihat dari jumlah kemunculannya jenis komet ini, diantaranya sebagai berikut:

Komet Nonperiodik

Merupakan suatu komet yang kemunculannya itu hanya sekali. Komet jenis ini diperkirakan mempunyai orbit yang sangat panjang serta lama untuk melewati satu putaran. Contoh dari komet nonperiodik ialah komet Arend-Roland, komet Ikeya-Seki, komet Lulin, komet Brooks,  dan komet Kohoutek.

Komet Periodik

Merupakan suatu komet yang kemunculannya itu beberapa kali pada saat dilihat dari Bumi. Komet periodik ini rata-rata mempunyai jarak orbit yang lebih pendek yang membuat untuk kembali pada satu titik yang sama itu dapat ditempuh dalam waktu yang juga lebih cepat. Sehingga hal tersebut tidak mengherankan kalau komet periodik ini dapat dilihat beberapa tahun sekali. Contoh dari komet periodik yakni komet Hartley, komet Kopff, komet Halley,  serta komet Encke.

Contoh Komet

Dibawah ini merupakan beberapa komet diantara sebagai berikut :

Komet Halley

Merupakan sebuah komet yang muncul atau juga yang dapat terlihat oleh mata manusia di bumi itu sekitar 76 tahunan sekali. Komet ini sangat terkenal dibandingkan komet yang lainnya, komet halley ini sangat terang serta memiliki ekor yang panjang sehingga dapat terlihat oleh mata manusia itu tanpa dengan bantuan alat teleskop.

Komet Hyakutake

Merupakan sebuah komet yang mempunyai ekor sangat penjang di bandingkan komet lainnya, komet ini diberi nama Hayakute disebabkna krena komet ini ditemukan oleh astronom asal Jepang, yakni Yuji Hyakute. Periode orbitnya ini mencapai 15.000 tahun, tapi disebabkan karena pengaruh gaya gravitasi planet raksasa di tata surya priode orbitnya ini mencapai 72.000 tahun. Jadi untuk bisa melihat lagi komet hayakute ini diperlukan waktu itu sekitar 72.000 tahun.

Komet Encke

Merupakan sebuah komet yang mempunyai periode sekitar 3,3 tahun, komet ini memiliki ekor pendek. Diberinama dengan Komet Encke berdasarkan orang yang melakukan perhitungan terhadap lintasan orbitnya, yakni Johann Franz Enncke sedangkan yang menemukannya Pierre Mechain.

Komet West

Komet ini terlihat pada tahun 1976, komet ini ialah salah satu komet yang terang pada saat melintasi tata surya bagian dalam.

Komet McNaught

Merupakan komet yang ditemukan tanggal 7 agustus pada tahun 2006 oleh astronom bernama H. McNaught, jadi komet ini di beri nama sesuai dengan nama penemunya. Komet McNaught mendekati jarak terdekat dengan matahari (perihelion) tanggal 12 januari tahun 2007, merupakan komet paling terang sejak 40 tahun terakhir serta dapat terlihat oleh mata dengan tanpa bantuan alat teleskop.

Komet Hale – Bopp

Merupakan sebuah komet yang paling banyak di amati pada abad 20, komet ini termasuk kedalam komet yang paling terang dalam sejarah modern serta dapat terlihat oleh mata manusia selama 18 bulan.

Dibawah ini merupakan contoh komet lainnya seperti:

  1. Ikeya Seki (tahun 1965),
  2. Kohoutek (tahun 1973),
  3. Shoemoker levy (tahun 1994),
  4. De Kock-Paraskevopoulos (tahun 1941),
  5. Mellish (tahun 1917), dsb.

Nah itulah penjelasan mengenai Pengertian Komet, Bagian, Ciri, Jenis dan Contohnya, semoga apa yang dipaparkan diatas dapat bermanfaat untuk anda. Terima kasih

Lihat Juga  √ Pengertian Ekuitas, Jenis Beserta Contoh Ekuitas Dalam Akuntansi
Lihat Juga  √ Pengertian Fotosintesis, Faktor, Reaksi, Fungsi dan Manfaatnya
Lihat Juga  √ Pengertian Gotong Royong, Manfaat, Jenis, Tujuan, Nilai dan Contohnya