√ Pengertian Peta Rakitan, Tujuan, dan Standar Pengerjaan

Diposting pada

Pendidikan.Co.Id – Pada kesempatan ini kita akan membahas mengenai Peta rakitan atau disebut juga dengan Assembly Chart, untuk penjelasan lengkapnya baca artikel ini:

Pengertian Peta Rakitan, Tujuan, Standar Pengerjaan

Pengertian Peta Rakitan (Assembly Chart)

Peta Rakitan merupakan salah satu gambaran grafis dari urutan-urutan aliran komponen serta rakitan-bagian (sub assembly) ke rakitan pada suatu produk. Akan terlihat bahwa peta rakitan tersebut menunjukkan cara yang mudah untuk memahami :

  1. Komponen-komponen yang membentuk produk
  2. Bagaimana komponen-komponen ini bergabung bersama
  3. Komponen yang menjadi bagian suatu rakitan-bagian
  4. Aliran komponen ke dalam sebuah rakitan
  5. Keterkaitan antara komponen dengan rakitan-bagian
  6. Gambaran menyeluruh dari proses rakitan
  7. Urutan waktu komponen bergabung bersama
  8. Suatu gambaran awal dari pola aliran bahan

Tujuan Pengerjaan Peta Rakitan (Assembly Chart)

Tujuan utama dari peta rakitan ialah untuk dapat menunjukkan keterkaitan diantara komponen, yang dapat juga digambarkan dengan sebuah ‘gambar-terurai’. Teknik-teknik tersebut dapat juga digunakan ialah untuk mengajar pekerja yang tidak ahli untuk dapat mengetahui urutan pada suatu rakitan yang rumit.

Standar Pengerjaan Peta Rakitan (Assembly Chart)

Standar Pengerjaan dari Peta rakitan atau Assembly Chart ini adalah sebagai sebagai berikut [Apple,1990, hal 139] :

1. Operasi terakhir yang menunjukkan rakitan pada suatu produk itu digambarkan dengan lingkaran berdiameter 12 mm serta juga harus dituliskan operasi itu pada sebelah kanan lingkaran tersebut.

2. Gambarkan garis mendatar dari lingkaran kearah kiri, tempatkan lingkaran berdiameter 6 mm pada bagian ujungnya, tunjukkan tiap-tiap komponen (nama, nomor komponen, jumlah, dsb) yang dirakit pada suatu proses tersebut.

3. Apabila yang dihadapi merupakan rakitan-bagian, maka buat garis tadi sebagian serta akhiri dengan lingkaran dengan berdiameter 9 mm, garis yang menunjukkan komponen mandiri tersebut harus ditarik ke sebelah kiri dan juga diakhiri dengan diameter 6 mm.

4. Apabila operasi rakitan terakhir serta komponen-komponennya itu selesai dicatat, gambarkan garis tegak pendek dari garis lingkaran 9 mm ke atas, memasuki lingkaran 12 mm yang menunjukkan operasi rakitan sebelum operasi rakitan yang sudah digambarkan pada langkah 2 serta langkah 3.

5. Kemudian Periksa kembali peta tersebut untuk dapat mempastikan bahwa seluruh komponen itu sudah tercantum, masukkan nomer-nomor operasi rakitan bagian itu ke dalam lingkaran (kalau perlu), komponen yang terdaftar pada sebelah kiri itu diberi nomor urut dari atas ke bawah bagian sub assembly.

Pengertian Peta Rakitan, Tujuan, Standar Pengerjaan
Lingkaran yang menunjukkan rakitan atau juga sub-rakitan tidak selalu harus menunjukkan lintasan stasiun kerja atau juga lintasan rakitan atau bahkan lintasan orang, namun hanya benar-benar menunjukkan urutan operasi yang wajib dikerjakan. Waktu yang diperlukan oleh setiap operasi tersebut akan menentukan apa yang harus dilakukan operator.

Sekian dan terima kasih sudah membaca mengenai Pengertian Peta Rakitan, Tujuan, dan Standar Pengerjaan, Semoga dapat bermafaat untuk anda.

Lihat Juga  √ Pengertian ISO, Tujuan, Manfaat, Beserta Jenisnya
Lihat Juga  √ Pengertian Teks Negosiasi, Struktur, Unsur, Dan Cirinya
Lihat Juga  √ Pengertian E-Business, Strategi, Keuntungan, Unsur dan Contohnya