√ Pengertian Rhizopoda, Ciri, Klasifikasi, Reproduksi, Contoh dan Peranan

Diposting pada

Pendidikan.Co.Id – Kesempatan ini kita akan membahas mengenai Rhizopoda, penjelasan mengenai Rhizopoda ini akan diuraikan sebagai berikut :

Pengertian Rhizopoda, Ciri, Klasifikasi, Reproduksi, Contoh dan Peranan

Pengertian Rhizopoda

Istilah dari kata rhizopoda ini berasal dari bahasa Yunani, yakni rhizo yang berarti “akar” serta podos yang artinya adalah “kaki”. Dengan demikian, Rhizopoda ini berarti kaki yang menyerupai akar. Rhizopoda tersebut merupakan Protozoa yang mempunyai alat gerak berupa kaki semu (pseudopodia). Disebut juga dengan pseudopodia ( kaki semu ) ini disebabkan karna terbentuk yakni sebagai hasil penjuluran sitoplasma sel, yang membuatnta seolah-olah ini memiliki fungsi sebagai kaki. Selain sebagai alat bergerak, pseudopodia ini juga memiliki fungsi untuk mencari makanan.
dalam Kehidupan

Saat ini sudah diketahui bahwa sekitar 40.000 jenis Rhizopoda atau juga Sarcodina, yakni Protozoa yang bentuknya itu tidak tetap,artinya selalu berubah-ubah. Salah satu dari contoh anggota Rhizopoda yang paling terkenal ialah Amoeba yang bisa hidup di air tawar, air asin, di tanah lembab, serta juga beberapa jenis hidup ialah sebagai parasit pada hewan serta juga manusia.

Pada saat bergerak, Amoeba ini akan menjulurkan pseudopodia serta mengaitkan ujungnya setelah itu mengeluarkan lebih banyak sitoplasma itu ke dalam pseudopodia. Gerak semacam tersebut disebut dengan gerak amoeboid. Dengan adanya kaki semu tersebut , memiliki arti bahwa bentuk sel Rhizopoda ini berubah-ubah baik di saat diam atau pun pada saat bergerak.

Ciri-Ciri Rhizopoda

Rhizopoda atau Sarcodina ini mempunyai beberapa karakteristik atau juga ciri-ciri yang membedakannya dengan ketiga jenis Protozoa lainnya. Dibawah ini merupakan ciri-ciri Rhizopoda secara umum, diantaranya sebagai berikut .

  • Bergeraknya itu dengan kaki semu (pseudopodia).
  • Memiliki sifat mikroskopis, disebabkan karna sebagian besar itu memiliki ukuran tubuh itu sekitar 200 – 300 mikron.
  • Mempunyai bentuk sel yang tidak tetap artinya itu berubah-ubah (ex. Amoeba).
  • Beberapa jenis nya juga mempunyai cangkang atau kerangka luar (ex. Foraminifera serta Radiolaria).
  • Memiliki heterotrof, artinya adalah tidak bisa membuat zat makanannya sendiri sehingga untuk dapat memenuhi kebutuhan nutrisinya, Rhizopoda tersebut harus memangsa organisme lain.
  • Hidup bebas (soliter) atau juga parasit.
  • Menelan partikel makanan itu dengan fagositosis.
  • Bernafas itu dengan cara difusi ke semua permukaan tubuh.
  • Sitoplasma tersebut terdiri atas ektoplasma serta endoplasma.
  • Mempunyai vakuola makanan yang berupa rongga untuk mencerna makanan.
  • Mempunyai vakuola kontraktil yang memiliki fungsi untuk membuang sisa hasil metabolisme serta juga untuk mengatur tekanan osmosis tubuh.
  • Mempunyai habitat di air tawar, air laut, tempat-tempat basah serta juga sebagian kecil hidup di dalam tubuh hewan atau juga tubuh manusia.
  • Beberapa jenis dapat membentuk kista, yaitu bentuk penebalan plasma yang berfungsi untuk melindungi diri dari lingkungan yang tidak menguntungkan.

Klasifikasi Rhizopoda

Kelas Rhizopoda atau juga hewan berkaki semu ini terbagi menjadi 5 macam ordo, diantaranya , ordo Filosa, ordo Foraminifera, ordo Labosa ordo Helioza serta ordo Radiolarian. Ciri-ciri atau karakteristik masing-masing ordo adalah sebagai berikut.

  1. Ordo Labosa, ciri-cirinya ialah mempunyai pseudopodia (kaki semu) yang pendek serta tumpul dan juga bisa atau dapat dibedakan dengan secara jelas antara ektoplasma serta endoplasma.
  2. Ordo Filosa, ciri-cirinya ialah mempunyai pseudopodia yang halus yang mirip dengan benang serta juga bercabang-cabang.
  3. Ordo Foraminifera, ciri-cirinya ialah mempunyai pseudopodia yang panjang serta juga halus dan juga mempunyai rangka tubuh dari zat kapur (kalsium karbonat).
  4. Ordo Helioza, ciri-cirinya ialah mempunyai  pseudopodia yang berbentuk seperti benang yang radien serta antarfilamen yang tidak pernah bersatu dan membentuk jala atau juga  anyaman.
  5. Ordo Radiozoa, ciri-cirinya ialah mempunyai rangka yang terbuat dari bahan silika.

Cara Reproduksi Rhizopoda

Rhizopoda (ex. Amoeba) ini berkembang biak dengan secara aseksual atau vegetatif yakni dengan pembelahan biner. Pembelahan biner pada Rhizopoda tersebut tidak dengan melalui tahap-tahap mitosis. Pembelahan tersebut dimulai dari membelahnya inti sel itu menjadi dua, kemudian diikuti oleh pembelahan sitoplasma. Pembelahan inti itu akan menimbulkan lekukan yang sangat dalam kemudian lama-lama akan putus sehingga dari situ terjadilah dua sel anak. Kedua sel anak tersebut kemudian akan mengalami pembelahan biner lagi sehingga setelah hal tersebut menjadi empat, delapan, enam belas sel serta seterusnya.

Pengertian Rhizopoda, Ciri, Klasifikasi, Reproduksi, Contoh dan Peranan

Di situasi yang tidak menguntungkan, Rhizopoda tersebut dapat mempertahankan hidupnya dengan cara membentuk kista, yakni dengan tubuh yang inaktif yang berubah berbentuk bulat sehingga membran plasmanya itu akan menebal guna melindungi tubuhnya dari kondisi luar yang jelek. Apabila keadaan luar ini kemudian sudah baik, misalnya seperti pada saat tersedia cukup makanan, maka kemudian dinding kisat itu kemudian akan percah serta keluarlah Rhizopoda untuk dapat memulai hidupnya kembali.

Contoh dan Peranan Rhizopoda dalam Kehidupan

Sama dengan halnya Flagellata, organisme-organisme yang masuk di dalam kelas Rhizopoda ini juga mempunyai segala macam peranan penting bagi kehidupan manusia, baik yang itu yang sifatnya merugikan atau pun sebaliknya. Dibawah ini merupakan contoh dan peranan rhizopoda dalam kehidupan, diantaranya ialah sebagai berikut :

1. Amoeba

Dengan berdasarkan habitat atau juga tempat hidupnya, Amoeba tersebut dibedakan menjadi 2 (dua) genus, yakni Ektoamoeba serta genus Entamoeba. Dibawah ini merupakan perbedaan serta contoh spesies dari kedua genus Amoeba itu diantaranya.

A. Ektoamoeba

Ektoamoeba ini merupakan amoeba yang hidup bebas di luar tubuh sebuah makhluk hidup. Mereka itu biasanya hidup dan tinggal di tempat-tempat yang lembab. Contoh dari Ektoamoeba ini seperti Amoeba proteus serta Chaos carolinese.

B. Entamoeba

Entamoeba ini merupakan suatu amoeba yang hidup di dalam tubuh sebuah organisme (hewan atau juga manusia) dan juga  biasanya sifatnya menimbulkan penyakit terhadap organismeinang yang ditinggalinya. Contoh dari Entamoeba ialah sebagai berikut.

  1. Entamoeba hystolitica, hidup parasit di dalam usus halus manusia serta bisa atay dapat menyebabkan penyakit disentri amoebawi atau juga dikenal juga dengan penyakitamebiasis. Amebiasis ini merupakan sebuah sejenis penyakit yang rusaknya jaringan tubuh itu terutama pada eritrosit (yakni sel darah merah) serta getah bening sehingga akan menyebabkan faces pada penderita bercampur dengan darah serta juga lendir.
  2. Entamoeba ginggivalis, hidup yakni sebagai parasit di dalam rongga mulut yang bisa atau dapat menyebabkan penyakit radang serta gusi berdarah. Amoeba tersebut bisa atau dapat hidup di sela-sela gigi yang kotor.
  3. Entamoeba coli, hidup di dalam kolon (usus besar) manusia yang sebenarnya itu bukan parasit akan tetapi kadang-kadang itu menyebabkan diare (buang air besar terus-menerus).

2. Foraminifera

Foraminifera ini mempunyai suatu cangkang dari bahan organik serta kalsium karbonat yang keras. Foraminifera tersebut hidup di tumpukan pasir atau juga melekat pada plankton, ganggang serta bebatuan. Pseudopodia atau kaki semunya itu berupa untaian sitoplasma yang memiliki fungsi untuk berenang, menangkap mangsa serta juga membentuk cangkang.

Sekitar 90% Foraminifera tersebut telah menjadi fosil serta cangkangnya itu merupakan komponen sedimen lautan. Fosil Foraminifera ini digunakan ialah sebagai marker(penanda) umur batuan sedimen serta juga petunjuk di dalam pencarian sumber minyak bumi. Contoh dari Foraminifera ialah Globigerina.

3. Radiolaria

Radiolaria hidup di laut, cangkang tersebut terbuat dari silika ini dengan bentuk yang berbeda-beda pada tiap-tiap spesies. Radiolaria yang sudah mati tersebut akan mengendap di dasar perairan yang menjadi lumpur radiolaria. Lumpur radiolaria tersebut dimanfaatkan yakni sebagai bahan alat penggosok serta bahan peledak. Contohnya ialah Colosphaera serta Acanthometron.

4. Diflugia, Arcella dan Helioza

Pada saat jenis Rhizopoda tersebut hidup di air tawar. Diflugia ini bisa atau dapat mengeluarkan lendir yang menyebabkan butir-butir pasir halus bisa atau dapat melekat. Arcella ini mempunyai suatu cangkang yang tersusun dari zat kitin atau juga fosfoprotein. Cangkang tubuh pada bagian atasnya itu berbentuk kubah, sedangkan untuk bagian bawah berbentuk cekung serta dengan lubang-lubang sebagai tempat keluarnya suatu pseudopodia. Helioza (hewan matahari) ini mempunyai pseudopodia yang sifatnya itu kaku dan juga cangkang yang mengandung kitin atau juga silika seperti kaca.

demikianlah penjelasan mengenai Pengertian Rhizopoda, Ciri, Klasifikasi, Reproduksi, Contoh dan Peranan, semoga apa yang diuraikan dapat bermanfaat untuk anda.

Lihat Juga  √ Pengertian Holding Company, Ciri, Fungsi, Manfaat, Tujuan dan Contohnya
Lihat Juga  √ Pengertian Tulang Baji, Bentuk, Letak, Ciri, Jumlah & Fungsi
Lihat Juga  √ Pengertian Kedaulatan, Jenis, Sifat, Bentuk, Menurut Para Ahli