√ Pengertian Selulosa, Jenis, Struktur, Sifat dan Manfaatnya

Diposting pada

Pendidikan.Co.Id – Kesempatan ini kita akan membahas mengenai Selulosa, penjelasan selengkapnya akan diuraikan sebagai berikut :

Pengertian Selulosa, Jenis, Struktur, Sifat dan ManfaatnyaPengertian Selulosa, Jenis, Struktur, Sifat dan Manfaatnya

Pengertian Selulosa

Selulosa ini ialah suatau senyawa seperti serabut, liat, tidak larut di dalam air, serta juga ditemukan di dalam dinding sel pelindung tumbuhan terutama pada tangkai batang, dahan serta semua bahagian berkayu dari jaringan tumbuhan. Rumus senyawa selulosa yaitu (C6H10O5)n.

Selulosa ini merupakan polimer glukosa yang berbentuk rantai linier serta dihubungkan oleh ikatan ß-1,4 glikosidik.

Selulosa ini merupakan senyawa organik yang juga ialah suatu komponen struktural utama dinding sel dari tanaman hijau, banyak bentuk ganggang serta Oomycetes. Selulosa ini juga tidak pernah ditemukan di dalam keadaan murni di alam, namun selalu berasosiasi itu dengan polisakarida lain seperti misalnya lignin, pectin, hemiselulosa, serta xilan. Pada tumbuhan, molekul selulosa tersusun di dalam bentuk fibril yang terdiri atas beberapa molekul paralel yang dihubungkan oleh ikatan glikosidik sehingga sulit diuraikan.

Selulosa pertama kali dijelaskan oleh Anselme Payen pada tahun 1838 ialah sebagai serat padat yang tahan serta tersisa setelah pemurnian jaringan tanaman dengan asam serta amonia. Payen ini mengamati bahwa bahan yang telah dimurnikan mengandung satu jenis senyawa kimia yang seragam, yakni ialah karbohidrat. Hal tersebut dengan berdasarkan residu glukosa yang mirip dengan pati.

Struktur yang linier ini menyebabkan selulosa memiliki sifat kristalin serta tidak mudah larut. Selulosa ini tidak mudah didegradasi dengan secara kimia atau juga mekanis. Di alam, biasanya selulosa tersebut berasosiasi dengan polisakarida lain seperti hemiselulosa atau juga lignin membentuk kerangka utama dinding sel tumbuhan. Selulosa ini memiliki/mempunyai bobot molekul yang sangat bervariasi itu berkisar antara 50.000 hingga 2,5 juta bergantung pada sumbernya. Ukuran panjang rantai molekul selulosa ini dinyatakan ialah sebagai derajat polimerasi (DP).

Ester selulosa ini banyak digunakan ialah sebagai serat serta plastik, sedangkan eter selulosa ialah sebagai pengikat serta bahan tambahan untuk mortir khusus atau kimia khusus untuk bangunan dan juga konstruksi juga stabilisator viskositas pada cat, makanan, produk farmasetik, serta lain-lain. Selulosa ini juga merupakan bahan dasar dalam pembuatan kertas. Serat selulosa mempunyai kekuatan serta durabilitas yang tinggi. Apabila dibasahi dengan air, menunjukkan pengembangan saat jenuh serta juga higroskopis. Bahkan di dalam keadaan basah, serat selulosa alami ini tidak kehilangan kekuatannya. Turunan selulosa ini sudah banyak digunakan di dalam sediaan farmasi diantaranya seperti etil selulosa, metil selulosa, karboksimetil selulosa serta di dalam bentuk lainnya yang digunakan dalam sediaan oral, topikal, dan juga injeksi.

Jenis-Jenis Selulosa

Menurut Nuringtyas (2010), dengan berdasarkan derajat polimerisasi serta kelarutan di dalam senyawa natrium hidroksida (NaOH), ini terdapat 3 (tiga) jenis selulosa diantaranya sebagai berikut :

Selulosa α (Alpha Cellulose)

Pengertian Selulosa, Jenis, Struktur, Sifat dan Manfaatnya

Selulosa α ini merupakan jenis selulosa berantai panjang, tidak larut di dalam larutan NaOH 17,5% atau larutan basa kuat dengan derajat polimerisasi 600 – 1500. Selulosa α ini dipakai sebagai penduga serta atau penentu tingkat kemurnian selulosa. Selulosa α ini merupakan kualitas selulosa yang paling tinggi (murni).

Selulosa α > 92 % ini mencukupi/memenuhi syarat untukdigunakan yaitu sebagai bahan baku utama di dalam pembuatan bahan peledak dan/atau juga propelan , sedangkan untuk selulosa yang kualitas dibawahnya itu digunakan yakni sebagai bahan baku pada industri kertas dan juga industri kain. Semakin tinggi kadar alfa selulosa itu, maka semakin baik juga mutu bahannya.

Selulosa ß (Betha Cellulose)

Pengertian Selulosa, Jenis, Struktur, Sifat dan ManfaatnyaPengertian Selulosa, Jenis, Struktur, Sifat dan Manfaatnya

Selulosa ß ini merupakan jenis selulosa berantai pendek, larut di dalam larutan NaOH 17,5% atau basa kuat dengan derajat polimerisasi 15-90, ini dapat/bisa mengendap bila dinetralkan.

Selulosa γ (Gamma cellulose)

Selulosa γ ini ialah Selulosa yang sama dengan selulosa ß, namun ini derajat polimerisasinya kurang dari 15.

Struktur Selulosa

Selulosa ini mempunyai struktur yang unik sebab kecenderungannya membentuk ikatan hidrogen yang kuat. Ikatan hidrogen intramolekular terbentuk antara:

Pengertian Selulosa, Jenis, Struktur, Sifat dan Manfaatnya

Gugus hidroksil C3 pada unit glukosa serta atom O cincin piranosa yang terdapat pada unit glukosa terdekat.
Gugus hidroksil pada C2 serta atom O pada C6 unit glukosa tetangganya. Ikatan hidrogen antarmolekul ini terbentuk antara gugus hidroksil C6 serta atom O pada C3 di sepanjang sumbu b.
Dengan adanya ikatan hidrogen serta juga gaya van der Waals yang terbentuk, maka struktur selulosa ini bisa tersusun secara teratur serta membentuk daerah kristalin. Di samping itu, terbentuk rangkaian struktur yang tidak tersusun dengan secara teratur yang akan membentuk daerah nonkristalin atau amorf. Semakin tinggi packing densitynya maka selulosa akan berbentuk kristal, sedangkan untuk semakin rendah packing density maka selulosa akan berbentuk amorf.

Derajat kristalinitas selulosa ini dipengaruhi oleh sumber serta perlakuan yang diberikan. Rantai selulosa ini akan bergabung menjadi satu kesatuan membentuk mikrofibril, bagian kristalin akan bergabung dengan bagian nonkristalin. Mikrofibril ini akan bergabung membentuk fibril, lalu gabungan fibril akan membentuk serat.

Sifat-Sifat Selulosa

Menurut Fengel serta Wegener (1984), sifat selulosa ini terdiri dari sifat fisika serta sifat kimia. Selulosa rantai panjang mempunyai sifat fisik yang lebih kuat, lebih tahan lama ini terhadap degradasi yang disebabkan oleh pengaruh panas, bahan kimia atau juga pengaruh biologis.

Sifat lain dari selulosa, diantaranya ialah :

Dapat terdegradasi oleh hidrolisa, oksidasi, fotokimia atau juga dengan secara mekanis sehingga berat molekulnya menurun.
Tidak larut di dalam air maupun pelarut organik, namun sebagian larut dalam larutan alkali.
Dalam keadaan kering, selulosa ini memiliki sifat higroskopis, keras serta rapuh. Apabila selulosa cukup banyak mengandung air maka akan memiliki sifat lunak. Jadi fungsi air disini ialah sebagai pelunak.
Selulosa dalam kristal mempunyai kekuatan lebih baik dibandingkan dengan bentuk amorfnya.
Menurut Harsini serta Susilowati (2010), sifat serat selulosa diantaranya yaitu:

  • Mempunyai kekuatan tarik yang tinggi.
  • Dapat membentuk jaringan.
  • Tidak mudah larut dalam air, alkali serta pelarut organik.
  • Relatif tidak berwarna.
  • Mempunyai kemampuan mengikat yang lebih kuat.

Sekian dan terima kasih sudah membaca mengenai Pengertian Selulosa, Jenis, Struktur, Sifat dan Manfaatnya, semoga apa yang diuraikan dapat bermanfaat untuk anda.

Lihat Juga  √ Hak dan Kewajiban : Pengertian, Makna dan Contoh Menurut UUD 1945
Lihat Juga  √ Pengertian Lidah, Struktur, Fungsi, Papilla, dan Proses Pengecapnya
Lihat Juga  √10 Pengertian Sosial dan Unsur Menurut Para Ahli