√ Pengertian Virus, Ciri, Struktur, Peranan dan Reproduksi

Diposting pada

Pendidikan.Co.Id – Saat ini kita akan membahas megnenai Pengertian Virus, Penjelasan selengkapnya akan diuraikan sebagai berikut :

Pengertian Virus, Ciri, Struktur, Peranan dan Reproduksi

Pengertian Virus

Pengertian virus merupakan sebuah anisme nonseluler yang yang mana akan terususun dari subunit protein serta juga berukuran sangat kecil dam juga mempunyai sifat parasit obligat intraseluler (cuman saja “hidup” dalam sel makhluk hidup).

Kata “Hidup” yang dimaksud diatas ini tidak sama dengan kata “hidup” untuk makhluk seluler baik itu monoseluler seperti bakteri maupun juga multiseluler seperti manusia. Kata “hidup” untuk virus ini ini direduksi atau dikurangi menjadi merangkai materi organik di dalam sel inang (tempat dia numpang) untuk bisa dapat memperbanyak dirinya, selain dari itu juga termasuk mememecahkan sel inangnya, kemudian menginfeksi sel inangnya dan juga dapat menghasilkan senyawa tertentu.

Struktur Virus

Virus ini sangat banyak sekali jenisnya, mulai dari helical, icosahedral, prolate, envelope ataupun complex. Jadi kita ambil yang umum saja. T virus atau bakteriofag. Virus bakteriofag ini memiliki bentuk seperti laba laba. Virus yang utuh (artinya ,memiliki kepala, ekor, tabung ekor serta juga termasuk kaki) yang disebut juga dengan virion (meskipun banyak lagi bentuk aneh dari virus di dalam berbagai jenisnya). Di dalam kepala virus T-Fag itu juga terdapat suatu materi genetik (pusat informasi dari keturunan) yang akan dilindungi oleh adanya selubung protein yang sering disebut dengan sebutan kapsid. Kapsid ini tersusun oleh subunit subunit kecil (yang berbahan protein) yang disebut dengan sebutan kapsomer. Nukleokapsid ini merupakan suatu istilah yang akan digunakan untuk unit dasar asam nukleat serta juga selubung protein pada virus.

Tabung pada virus T-Fag itu bisa/dapat digunakan untuk memasukkan materi genetik pada prosessan infeksi virus ke sel inang.lalu setelah itu dalam kondisi yang sudah pas, virus tersebut mulai memperbanyak diri dalam sel inang serta lalu kemudian meledakkan sel inangnya. Jeda waktu setelah infeksi serta juga mulainya “penyusunan ulang dan juga perbanyakan diri” virus ini sering disebut dengan waktu inkubasi.

Ukuran virus itu berada dalam ukuran nanometer (nm) artinya 1 nanometer itu sama dengan 1 per 1000 mikrometer,yang artinya sama dengan 1/1000000 mm. Range atau kisaran dari ukuran tubuh virus pada normalnya ialah 20-450 nm. Akan juga virus terbesar juga pernah ditemukan berdiamater 500 nm serta juga panjang 700-1000 nm. Para peneliti mengukurnya menggunakan sebuah metode yang disebutan dengan metode sentrifugasi ultra high speed (kecepatan yang sangat tinggi).

Reproduksi Virus

Cara dari reproduksi virus ini dikenal ialah sebagai proliferasi yang terdiri dari:

a. Daur litik (litic cycle)

  • 1. Fase Adsorbsi (fase penempelan)
    Ditandai dengan melekatnya ekor virus pada sel bakteri. Setelah menempel virus tersebut mengeluarkan enzim lisoenzim (enzim penghancur) sehingga akan terbentuk lubang pada dinding bakteri untuk dapat memasukkan asam inti virus.
  • 2. Fase Injeksi (memasukkan asam inti)
    Setelah terbentuk lubang pada sel bakteri setelah itu virus akan memasukkan asam inti (DNA) ke dalam tubuh sel bakteri. Jadi kapsid virus tersebut tetap berada di luar sel bakteri serta berfungsi lagi.
  • 3. Fase Sintesis (pembentukan)
    DNA virus ini akan mempengaruhi DNA bakteri untuk dapat mereplikasi bagian-bagian virus, sehingga terbentuklah bagian-bagian virus. Di dalam sel bakteri yang tidak berdaya tersebut disintesis virus serta protein yang dijadikan ialah sebagai kapsid virus, di dalam kendali DNA virus.
  • 4. Fase Asemblin (perakitan)
    Bagian-bagian virus yang sudah terbentuk, oleh bakteri itu akan dirakit menjadi virus sempurna. Jumlah virus yang terbentuk itu sekitar 100-200 buah di dalam satu daur litik.
  • 5. Fase Litik (pemecahan sel inang)
    Pada saat perakitan selesai, maka virus tersebut akan menghancurkan dinding sel bakteri dengan enzim lisoenzim, akhirnya virus tersebut akan mencari inang baru.

b. Daur lisogenik (lisogenic cycle)

  • 1. Fase Penggabungan
    Di dalam menyisip ke DNA bakteri DNA virus itu harus memutus DNA bakteri, setelah itu DNA virus menyisip di antara benang DNA bakteri yang terputus tersebut. Dengan kata lain, di dalam DNA bakteri itu terkandung materi genetik virus.
  • 2. Fase Pembelahan
    Setelah menyisip DNA virus tidak aktif itu disebut dengan profag. Setelah itu DNA bakteri mereplikasi untuk melakukan pembelahan.
  • 3. Fase Sintesis
    DNA virus ini melakukan sintesis dalam membentuk bagian-bagian viirus
  • 4. Fase Perakitan
    Setelah virus itu membentuk bagian-bagian virus, dan setelah itu DNA masuk ke dalam akan membentuk virus baru
  • 5. Fase Litik
    Setelah perakitan itu selesai terjadilah lisis sel bakteri. Virus yang terlepas dari inang tersebut akan mencari inang baru.

Klasifikasi Virus

Menurut klasifikasi Bergey, virus ini termasuk ke dalam divisio Protophyta, kelas Mikrotatobiotes serta ordo Virales (Virus). Pada tahun 1976 ICTV (International Commite on Taxonomy of Virus) kemudian mempublikasikan bahwa virus ini  diklasifikasikan struktur serta komposisi tubuh, yakni dengan berdasarkan kandungan asam. Pada dasarnya virus dibedakan atas dua (2) golongan yakni virus DNA dan virus RNA.

Virus DNA mempunyai beberapa famili:

  • 1. Famili Parvoviridae seperti genus Parvovirus
  • 2. Famili Papovaviridae seperti genus Aviadenovirus
  • 3. Famili Adenoviridae seperti genus Mastadenovirus
  • 4. Famili Herpesviridae seperti genus Herpesvirus
  • 5. Famili Iridoviridae seperti genus Iridovirus
  • 6. Famili Poxviridae seperti genus Orthopoxvirus

Virus RNA mempunyai beberapa famili:

  • 1. Famili Picornaviridae seperti genus Enterivirus
  • 2. Famili Reoviridae seperti genus Reovirus
  • 3. Famili Togaviridae seperti genus Alphavirus
  • 4. Famili Paramyvoviridae seperti genus Pneumovirus
  • 5. Famili Orthomyxoviridae seperti genus Influensavirus
  • 6. Famili Retroviridae seperti genus Leukovirus
  • 7. Famili Rhabdoviridae seperti genus Lyssavirus
  • 8. Famili Arenaviridae seperti genus Arenavirus

Ciri-ciri Virus

Virus ini bisa diidentifikasi melewati beberapa ciri-ciri berikut ini :

  • Virus bersifat aseluler (tidak mempunyai sel)
  • Memiliki ukuran sangat kecil atau juga mikroskopik yakni ialah sekitar 20-300 milimikron
  • Hanya dapat hidup di dalam sel hidup
  • Pada umumnya virus ini berupa hablur (krital)
  • Virus ini hanya mampu untuk memiliki salah satu macam dari asam nukleat RNA atau juga DNA saja.
  • Tidak melakukan aktivitas/kegiatan metabolisme
  • Bentuk bervariasi, mulai dari bentuk oval, silinder, polihedral, serta juga kompleks
  • Virus tidak bergerak, tidak membelah diri.
  • Virus ini dapat dikristalkan

Peranan Virus

Kebanyakan dari jenis virus ini memang banyak yang merugikan, yang mana virus yang menyerang tumbuhan juga akan menyebabkan kerusakan atau juga kematian pada tumbuhan. misalnya pada daun tembakau yang akan diserang tobacco Mozaic virus. Selain dari itu juga virus juga bisa menginfeksi pada hewan,misalnya ialah sepoerti cacar pada sapi Vicinia Virus.

virus yang telah/sudah ini dilemahkan itu bisa juga dimanfaatkan di dalam sebuah bidang kesehatan,yang diantaranya dengan ialah membuat antitoksin, melemahkan bakteri, memproduksi vaksin dan juga menyerang patogen.

Sekian dan terima kasih sudah membaca mengenai Pengertian Virus, Ciri, Struktur, Peranan dan Reproduksi, semoga apa yang diuraikan dapat bermanfaat untuk anda. Terima kasih.

Lihat Juga  √ Pengertian Daur Ulang, Tujuan, Manfaat, Proses, dan Macamnya
Lihat Juga  √ Pengertian Ekonomi Kerakyatan, Ciri, Tujuan, Prinsip dan Dampak
Lihat Juga  √ Pengertian Norma, Fungsi, Manfaat, Ciri, Jenis, dan Tujuannya