√ 8 Konsep Dasar Akuntasi, Pengertian, Tujuan dan Prinsipnya

Posted on

Pendidikan.Co.Id – Kembali lagi kali kita akan membahas mengenai konsep dasar akuntasi, seperti yang kita ketahui, secara garis besar akuntasi sendiri merupakan suatu penjabaran, pengukuran mengenai informasi yang akan membantu dalam pembuatan atau pengambilan keputusan. untuk lebih jelas lagi mengenai konsep dasar akuntasi, silahkan dibaca sampai habis.

8 Konsep Dasar Akuntasi, Pengertian, Tujuan dan Prinsipnya

Pengertian Akuntasi

Berdasarkan AAA (American Accounting Association), akuntansi merupakan suatu proses dalam mengidentifikasi, mengukur, juga melaporkan informasi ekonomi untuk memungkinkan adanya suatu penilaian dan juga pengambilan keputusan yang jelas serta tegas bagi mereka yang menggunakan data atau informasi tersebut.

Sementara menurut AICPA (America Institute of Certified Public Accountants), akuntansi merupakan suatu seni pencatatan, penggolongan, peringkasan yang tepat serta juga dinyatakan dalam satuan mata uang, transaksi-transaksi dan juga kejadian yang setidaknya itu bersifat finansial dan juga  penafsiran hasil-hasilnya.

Secara umum akuntansi itu merupakan seni dalam mengukur, berkomunikasi serta juga menginterpretasikan aktivitas/kegiatan keuangan. Secara luas, akuntansi juga dapat dikenal juga sebagai bahasa bisnis.

Tujuan Akuntasi

Akuntansi ini memiliki tujuan yakni untuk menyiapkan sebuah laporan keuangan yang bersifat akurat agar dapat dimanfaatkan oleh para atasan (manjer) atau siapapun (pemegang saham, kreditur atau pemilik) yang membutuhkan, dalam pengambil kebijakan serta juga kepentingan lainnya. Pencatat harian yang terlibat dalam proses tersebut dikenal dengan sebutan pembukuan.

Akuntansi keuangan merupakan suatu cabang ilmu dari akuntansi di mana pada informasi keuangan bisnis itu dicatat, diklasifikasi, diringkas, diinterpretasikan serta juga dikomunikasikan.

Konsep Dasar Akuntansi

Pada dasarnya, semua ilmu mempunyai konsep yang mendasari. Tanpa adanya kosep mungkin hal-hal besar bisa jadi tidak mempunyai sebuah dasar/landasan/pegangan yang kuat dalam ilmu/pengetahuan dan juga pelaksanaanya. menurut Anthony, Hawkins, dan Merchant ini adalah konsep dasar yang melandasi ilmu akuntansi, adalah sebagai berikut.

Entitas Bisnis (Entity Theory)

Pada konsep ini, perlakuan akuntansi terhadap suatu perusahaan atau bisnis harus berbeda dengan si pemilik entitas. Kepemilikan aset serta kewajiban antara pemilik dan juga perusahaan itu tidak boleh disamakan.

Menurut Suwardjono (2005), Mengandaikan Konsep Entitas Bisnis,  perusahaan itu  sebenarnya sama seperti manusia yang bisa  melakukan suatu perbuatan ekonomi maupun juga hukum. Sebagai konsekuensi, hubungan diantara perusahaan dan pemilik itu tidak dapat untuk di campuradukkan.

Walaupun hubungannya terpisah, namun pemilik entitas tersebut memiliki hak dan kesempatan atas keuntungan yang didapatkan atau diperoleh atau dihasilkan oleh perusahaan tersebut. Keuntungan itu disebut juga dengan sebutab dividen. Perlu diingat bahwa laba bersih yang dihasilkan sebuah perusahaan nantinya tidak langsung mengalir ke kantong pemilik dengan secara utuh. Ada beberapa bagian yang disebut dengan Laba Ditahan yang berfungsi untuk dapat memastikan operasional perusahaan itu tetap jalan / berlanjut.

Pengukuran Uang (Money Measurement Concept)

Uang adalah suatu alat ukur yang paling umum serta dianggap paling tepat dalam mencatat aktivitas ekonomi. Penyajian akuntansi dengan landasan moneter ialah sebagai tolok ukur terbaik dalam menjadikan komunikasi informasi ekonomi dari pembuat ke penerima informasi laporan tersebut lebih obyektif. Laporan akuntansi yang diperlihatkan dengan satuan moneter negara setempat ini juga berfungsi ialah sebagai dasar pengambilan keputusan dengan berdasarkan kondisi saat ini dibandingkan dengan tujuan-tujuan perusahaan.

Mengapa uang dijadikan ialah sebagai standar dalam mencatat aktivitas ekonomi menurut konsep ini? Perlu untuk diingat bahwa kita sudah tidak menganut sistem ekonomi barter. Uang mempunyai nilai nominal yang sudah pasti dan jelas, tidak seperti pengukuran nilai dengan menggunakan barang (barter) yang sangat berpotensi miss karena memiliki sifat yang subjektif. Itulah kenapa uang itu menjadi standar penilaian pokok.

Kelangsungan Usaha (Going Concern)

Daklam Konsep ini mempercayai adanya statement bahwa sebuah perusahaan tersebut diandaikan terus berjalan dalam waktu yang tidak ditentukan. Implikasi dari sebuah pemahaman konsep kelangsungan usaha merupakan suatu kondisi bangkrut menjadi sesuatu yang aneh dilihat dari sudut pandang konsep ini.

Perusahaan diandaikan dapat bertahan untuk selamanya serta tidak di rencanakan untuk bisa bangkrut. Implikasi lain dari konsep kelangsungan usaha ini ialah perusahaan dapat yakin untuk dapat beroperasi dalam jangka waktu yang panjang sehingga akan mampu menyelesaikan segala macam proyek,, dan menjalankan berbagai macam programnya.

Konsep kelangsungan usaha tersebut juga memiliki implikasi lain terhadap laporan akuntansi periodik. Karena diandaikan bahwa sebuah perusahaan tersebut tidak akan mengalami kebangkrutan (alias menghilangkan segala macam kemungkinan tak terduga yang terjadi dimasa depan), terjadinya pemenggalan aliran aktivitas atau kegiatan akan berdampak secara keseluruhan periode.

Dua Aspek Akuntansi

Konsep dua aspek akuntansi ini memetakan tiap-tiap transaksi kealam dua aspek. Hubungannya kepada penerimaan atas manfaat serta pemberian atas manfaat. Sebagai contoh, pada saat perusahaan baru saja membeli aset baru misalnya berupa mesin produksi, aset tersebut mempunyai dua aspek.

Aspek pertama ialah pada saat mesin bisa memproduksi barang atau jasa yang akan dijual serta menghasilkan sejumlah uang yang disebut dengan sebutan pendapatan perusahaan. Sedangkan pada aspek kedua dari aset ini ialah pada saat mesin tersebut melahirkan kewajiban pembayaran bagi perusahaan yang membeli aset tersebut kepada supplier mesin.

Kos

Konsep ini paling banyak digunakan pada saat perusahaan hendak menentukan nilai jual sebuah aset serta juga mendapatkan laba dari transaksi tersebut. Karena besarnya laba tersebut harus diukur dengan secara pasti dan juga meminimalisir subyektivitas pemberi nilai, maka digunakanlah konsep kos.

Periode Akuntansi

Sebuah bisnis memang diproyeksikan akan dapat terus berjalan sampai pada batas waktu tidak ditentukan, bukan berarti konsep waktu tersebut tidak penting dalam urusan akuntansi. Konsep waktu ini akan tetap digunakan untuk dapat mengetahui hasil operasi sebuah perusahaan (yang setelah itu disajikan dalam bentuk laporan posisi keuangan).

Pencatatan seperti ini biasanya dibuat dengan berperiode biasanya dengan waktu 1 tahun . Itulah mengapa, dalam akuntansi itu juga dikenal adanya laporan tahunan serta laporan keuangan. Tanpa periode waktu, akuntansi tersebut tidak bisa dijadikan ialah sebagai media penilaian atas kinerja dari sebuah bisnis dan kita tidak dapat menilai apakah yang sudah dikerjakan sudah mencapai goals/target atau belum tercapai.

Perbandingan (Matching Concept)

Konsep ini memberikan sebuah pemahaman bahwa beban diakui pada saat pengeluaran itu sudah dilunasi. Beban tersebut akan diakui pada saat produk – baik barang maupun jasa – itu sudah memberikan kontribusi pada pendapatan. Misalkan pemerintah itu menjual surat obligasi dengan senilai Rp 1.000.000 dan dengan bunga 12% serta dibayarkan dua kali dalam setahun pada 1 Januari 2017.

Maka, di tahun yang sama pada tanggal 1 Juli harus membayar bunga itu sebanyak Rp 60.000. pada saat dicatat dalam penjurnalan, akun nya merupakan beban bunga. Karena selama 6 bulan terhitung penjualan surat obligasi dan sudah menikmati manfaat dari kegitan atau aktivitas tersebut.

Upaya dan Hasil (Effort and Accomplishment)

Hampir mirip dengan Konsep Perbandingan yang mengakui adanya beban, Konsep Upaya serta Hasil ini mengakui adanya pendapatan dan juga manfaatnya belum diberikan. Misalkan ialah agen asuransi tersebut berhasil mendapatkan konsumen baru yang membayar polis secara langsung dan lunas dalam satu tahun.

Sejumlah nominal yang mewakili polis 11 bulan ke depan itulah diakui sebagai pendapatan diterima di muka. walaupun pihak asuransi tersebut belum memberikan manfaat untuk polis yang sudah dibayar dalam waktu 11 bulan, namun pihak asuransi sudah dapat dan berhak menganggap bahwa uang yang dibayarkan pemegang polis itu  sebagai pendapatannya.

Sekian ulasan mengenai 8 Konsep Dasar Akuntasi, Pengertian, Tujuan dan Prinsipnya, semoga dapat bermanfaat untuk anda.

Lihat Juga  √ Pengertian Kimia Analisis, Jenis, dan Metode
Lihat Juga  √ Penelitian: Pengertian, Karakteristik, Tujuan dan Manfaat Penelitian
Lihat Juga  √ Pengertian Design Grafis, Prinsip dan Unsur dan Program
√ 8 Konsep Dasar Akuntasi, Pengertian, Tujuan dan Prinsipnya
Rate this post