√ Pengertian Anamnesa

Diposting pada

Pengertian Anamnesa

Pengertian Anamnes

Pengertian Anamnesa ini adalah sebuah komunikasi atau juga dialogis yang aktif antara dokter serta tenaga medis dengan pasien, sehingga kemudian komunikasi yang aktif ini ialah bentuk komunikasi yang memiliki sifat tetapi lebih dari itu komunikasi yang empati.

Anamnesa tersebut biasanya bentuk bidang kesehatan yang sifatnya itu ialah pada bidang psikologi, disebabkan karna kemampuan seorang dokter atau juga tenaga kesehatan lainnya yang berhubungan itu dengan kemampuan dalam menanggapi cerita pasien.

Pengertian Anamnesa tersebut juga dapat atau bisa dilakukan dari beberapa dokter terhadap pasien itu di dalam bentuk perawatan kepada pasien atau pun juga psikologi.


Tindakan Di Lakukan Anamnesa

Tindakan-DiLakukan-Anamnesa

Telah terdapat 2 tindakan yang bisa atau dapat dilakukan oleh Anamnesa yakni :

Auto-anamnesa

ini merupakan suatu kegiatan atau aktivitas yang secara langsung di wawancara terhadap pasien, disebabkan karna pasien sendiri dianggap mampu untuk kemudian menjawab seluruh pertanyaan.

Allo-anamnesa

ini merupakan suatu kegiatan atau aktivitas yang dilakukan dengan orang lain terhadap keluarga pasien supaya dapat memperoleh sebuah informasi yang penting mengenai keadaan pasien. disebabkan karna hal yang demikian Biasanya untuk memastikan bahwa keluarga pasien tersebut dapat atau bisa mengetahui mengenai keadaan pasien.

Untuk dapat lebih mudahnya di dalam mengemukakan pendapat perhatikan perhatikan contoh dibawah ini :

Contohnya :

  • Apakah Pasien di dalam keadaan tidak sadarkan diri
  • Apakah Pasien tidak bisa atau dapat berkomunikasi
  • Apakah Pasien dalam keadaan gangguan jiwa

Persiapan Anamnesa

Persiapan-Anamnesa

Dari penjelasan di atas mengenai Anamnesa maka kemudian perlu juga kita perhatikan baik atau benarnya sebuah tindakan yang kemudian di lakukan oleh seorang tenaga medis atau juga dokter.

Adapun persiapan yang yang melakukan anamnesa itu menguasai dengan baik mengenai teori atau pengetahuan kedokteran.

Mustahil bagi seseorang dokter akan bisa atau dapat mengarahkan sebuah pertanyaan-pertanyaan serta juga mengambil sebuah kesimpulan yang memiliki sifat baik dari ilmu kedokteran.

Seseorang dokter kemudian akan merasa kebingungan disebabkan karna kehilangan akal disaat melakukan atau tidak memiliki sebuah gambaran mengenai penyakit yang dapat atau bisa menimbulkan keluhan atau gejala tersebut dari pasien.

Pada umumnya apabila selesai melakukan tindakan dokter atau juga dari tenaga medis, diagnosis yang paling umum ditemukan ini ialah mengenai kemampuan seorang dokter terhadap pasien disebabkan karna kurang nya ilmu pengetahuan kedokteran yang memadai.


Sistematika Anamnesis

Sistematika-Anamnesis

Sebuah anamnesis yang baik tentu haruslah mengikuti suatu metode atau juga sistematika yang baku sehingga mudah diikuti. Tujuannya ialah supaya selama melakukan anamnesis seorang perawat tersebut tidak kehilangan arah, supaya tidak ada pertanyaan atau pun informasi yang terlewat. Sistematika tersebut juga berguna di dalam pembuatan status pasien supaya memudahkan siapa saja yang membacanya. Sistematika tersebut terdiri atas :

  1. Data umum pasien
  2. Keluhan utama
  3. Riwayat penyakit sekarang
  4. Riwayat penyakit dahulu
  5. Riwayat penyakit keluarga
  6. Riwayat kebiasaan/sosial
  7. Anamnesis sistem

Tahapan Pemeriksaan Anamnesa

Tahapan-Pemeriksaan-Anamnesa

Adapun tahapan di dalam pemeriksaan anamnesa diantaranya ialah sebagai berikut :

Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan fisik ini ialah sebuah pengumpulan data yang akurat yakni dengan cara melakukan pemeriksaan di kondisi fisik dari pasien.

Di dalam Pemeriksaan fisik seperti ini meliputi :

  1. Inspeksi ini ialah bentuk pemeriksaan yang dilakukan terhadap pasien yakni dengan cara melihat atau juga memperhatikan dari keseluruhan tubuh pasien itu dengan sistematis.
  2. Palpasi ini merupakan bentuk pemeriksaan fisik yang di laksanakan dengan cara meraba pada bagian tubuh terasa sakit atau juga yang tidak normal
  3. Perkusi ini ialah bentuk dari pemeriksaan fisik yang dilakukan yakni dengan cara mengetuk daerah tertentu dari bagian badan jari yakni dengan mendengar suara detak jantungnya.
  4. Auskultasi ini ialah suatu bentuk pemeriksaan fisik yang kemudian dilakukan dengan mendengarkan cara bunyi-bunyi yang terjadi sehingga bisa atau dapat di proses fisiologi atau pun juga tindakan medis dengan menggunakan alat bantu yakni seperti stetoskop.

Tindakan Diagnosis

Tindakan diagnosis ini adalah sebuah penetapan jenis penyakit yang tertentu yakni dengan berdasarkan analisis dan hasil pemeriksaan dengan teliti, sehingga kemudian tindakan yang seperti ini kemudian dapat menentukan pengobatan di dalam diagnosis yang ditinjau dari segi prosesnya diantaranya :

Diagnosis awal ini merupakan sebuah penetapan diagnosis yang awal yang belum diikuti dari pemeriksaan yang lebih mendalam
Diagnosis banding ini merupakan dari sejumlah diagnosis yang lebih dari satu sehingga ditetapkan yakni dengan adanya pertimbangan medis yang kemudian di tetapkan lebih lanjut
Diagnosis akhir ini merupakan bentuk tindakan diagnosis yang menjadikan pasien dirawat sehingga didasarkan pada output atau hasil pemeriksaan yang mendalam

Sebuah diagnosis yang kemudian ditinjau dari segi penyakit ialah sebagai berikut :

  1. Diagnosis utama ini merupakan suatu bentuk dari jenis penyakit yang utama diderita dari pasien setelah dilakukan suatu pemeriksaan yang mendalam
  2. Diagnosis komplikasi, ini merupakan suatu bentuk penyakit yang memiliki sifat komplikasi disebabkan karna berasal dari penyakit yang utama
  3. Diagnosis kedua ini merupakan suatu bentuk dari penyakit yang menyertai diagnosis utama sehingga kemudian penyakit utama itu sudah ada sebelum diagnosis utamatersebut ditemukan

Tindakan Medis

Tindakan medis, ini merupakan suatu intervensi medis yang dilakukan pada seseorang dengan berdasar atas indikasi medis tertentu yang dapat atau bisa mengakibatkan integritas jaringan atau organ terganggu. Tindakan tersebut bisa atau dapat berupa :

  1. Tindakan terapetik yang mempunyai tujuan untuk pengobatan
  2. Tindakan diagnostik yang mempunyai tujuan untuk dapat menegaskan atau juga menetapkan penyakit diagnosis.
  3. Tindakan medis ini merupakan sebuah tindakan yang kemudian dilakukan apabila telah ada persetujuan dari pasien yang terkait terhadap tindakan medis.

Tujuan Anamnesa

Tujuan-Anamnesa

Guna untuk membentuk sebuah hubungan dokter itu dengan pasien maka mempunyai beberapa tujuan ialah sebagai berikut :

Membentuk Hubungan Dokter dan Pasien

  1. Melakukan sambung rasa dengan mengucapkan salam
  2. Bersikap ramah dan sopan
  3. Menjaga suasana yang santai tapi juga serius
  4. Berbicara dengan jelas
  5. Menggunakan bahasa yang mudah di mengerti dan dipahami oleh pasien
  6. Menggali informasi secara detail
  7. Menjadi pendengar yang baik.
  8. Mengetahui bahasa non verbal
  9. Mencatat hasil wawancara
  10. Melakukan umpan balik
  11. Melakukan cross check
  12. Bersikap netral terhadap pasien
  13. Wawancara tidak seperti interogasi

Menggali Informasi Medik

  1. Untuk menggali sebuah informasi medik dapat menanyakan :
  2. Menanyakan keluhan utama
  3. Menanyakan identitas serta juga data pribadi yang berkaitan yakni dengan latar belakang pasien.
  4. Keluhan sistem pada semua badan baik yang dirasakan atau tidak, tanpa menggali keluhan atau durasi penyakit yang di rasakan sekarang.

Dasar Hukum Anamnesa

Dasar-Hukum-Anamnesa

Kewenangan guna melakukan anamesa tersebut kemudian diatur dalam Permenkes no 2052 tahun 2011 mengenai Izin Praktik serta juga Pelaksanaan Praktik Kedokteran Pasal 20 ayat (1): Dokter serta Dokter Gigi yang telah atau sudah mempunyai SIP berwenang untuk dapat menyelenggarakan praktik kedokteran, yang meliputi antara lain sebagai berikut :

huruf a : mewawancarai pasien, yang dimaksud yakni dengan mewawancarai pasien ialah anamnesa. Untuk dapat melaksanakan kewenangan tersebut, dokter kemudian berhak memperoleh informasi yang lengkap serta juga jujur dari pasien atau juga keluarganya (UU no 29/2004 mengenai Praktik Kedokteran, Pasal 50 huruf c) serta juga sebaliknya memberikan informasi yang lengkap serta jujur mengenai masalah kesehatan, menjadi kewajiban pasien (UU no 29/2004 mengenai Praktik Kedokteran, Pasal 53 huruf a).

Meskipun anemnesa tersebut sudah diatur di dalam ketentuan dalam perundangan yang berlaku, tetapi masih banyak dokter atau pun juga tenaga kesehatan lainnya atau pun juga bahkan pasien serta keluarganya, itu menganggap bahwa anamnesa tersebut bukan hal yang penting. Beberapa dokter tersebut kemudian melakukan anamnesa tersebut hanya semata mata saja, karna proses anamnesa tersebut membutuhkan waktu yang cukup panjang, sehingga kemudian anamnesa tersebut kemudian sering dianggap hanya membuang waktu. Diera digital seperti sekarang ini, kemudian banyak dokter tersebut mulai mengenyampingkan adanya anamnesa ini serta juga kemudian lebih mengandalkan pada sebuah pemeriksaan penunjang yang berteknologi canggih, sehingga kemudian anamnesa tersebut sering diabaikan oleh dokter.


Hal Yang Harus Diperhatikan

Hal-Yang-Harus-diperhatikan

Di dalam melakukan anamnesis terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan, antara lain :

  1. Tempat dan suasana
  2. Penampilan Perawat
  3. Periksa kartu dan data pasien
  4. Dorongan kepada pasien untuk menceritakan keluhannya
  5. Gunakan bahasa/istilah yang dapat dimengerti
  6. Buat catatan
  7. Perhatikan pasiennya
  8. Gunakan metode yang sistematis

5. Tantangan dalam Anamnesis

  1. Pasien yang tertutup
  2. Pasien yang terlalu banyak keluhan
  3. Hambatan bahasa dan atau intelektual
  4. Pasien dengan gangguan atau penyakit jiwa
  5. Pasien yang cenderung marah dan menyalahkan

Demikianlah penjelasan mengenai Pengertian Anamnesa, Tujuan, Tahapan, Hukum, Tantangan dan Sistem, semoga apa yang diuraikan dapat bermanfaat untuk anda. Terima kasih

Lihat Juga  √ Pengertian Trakea, Fungsi, Struktur Beserta Lapisannya
Lihat Juga  √ Pengertian Hyperlink, Fungsi, Jenis, Contoh dan Cara Membuatnya
Lihat Juga  Pengertian Analisis