√ Pengertian Derivatif, Transaksi, Alasan, Pelaku, Manfaat, dan Jenis

Diposting pada

Pendidikan.Co.Id – Dalam dunia keuangan tersebut sebuah istilah “derivatif”. Mungkin bagi kamu yang bergerak didalam bidang keuangan sudah banyak yang tahu mengenai apa yang dimaksud derivatif. Namun bagi kamu yang tidak bergerak didalam bidang keuangan tentu saja akan kesulitan bahkan tidak tahu mengenai apa yang dimaksud dengan derivatif.

Untuk itulah pada pembahasan kali ini kita akan membahas tentang pengertian derivatif selengkapnya sebagai berikut :

Pengertian Derivatif, Transaksi, Alasan, Pelaku, Manfaat, dan Jenis

Pengertian Derivatif

Derivatif ini merupakan kontrak yang sifatnya itu bilateral atau suatu perjanjian dalam penukaran pembayaran dengan penurunan nilai yang bersumber dari produk turunan. Derivatif tersebut terbenutk dari efek yang diturunkan dari instrumen efek lain yang disebut itu ialah sebagai “underlying”.

Di Indonesia sendiri juga terdapat beberapa macam instrumen derivatif diantaranya ialah seperti bukti right, waran serta kontrak berjangka. Derivatif  ini merupakan instrumen yang apabila tidak digunakan dengan secara berhati-hati, maka akan sangat beresiko.

Pengertian Transaksi Derivatif

Transaksi derivatif ini merupakan sebuah perjanjian antara dua (2) pihak yang dikenal sebagai counterparties (pihak-pihak yang saling berhubungan). Didalam istilah dasarnya, transaksi derivatif ini ialah sebuah kontrak bilateral atau sebuah perjanjian penukaran pembayaran yang nilainya itu tergantung dari/pada – diturunkan dari – nilai aset, tingkat referensi atau juga indeks.

Saat ini, transaksi derivatif ini terdiri dari sejumlah acuan pokok (underlying) yakni

  1. suku bunga (interest rate),
  2. kurs tukar (currency),
  3. komoditas (commodity),
  4. ekuitas (equity) dan
  5. indeks (index) lainnya.

Mayoritas transaksi derivatif ini merupakan produk-produk Over the Counter (OTC) yakni kontrak-kontrak yang dapat atau bisa dinegosiasikan dengan secara pribadi serta juga ditawarkan langsung kepada pengguna akhir, ialah sebagai lawan dari kontrak-kontrak yang telah atau sudah distandarisasi (futures) serta juga diperjualbelikan di bursa.

Menurut para dealer serta juga pengguna akhir (end user) fungsi dari suatu transaksi derivatif ini ialah untuk melindungi nilai (hedging) beberapa jenis risiko tertentu.

Alasan penggunaan derivatif, antara lain:

  • Kebutuhan-kebutuhan yang selalu berubah dan sangat bervariasi dari sekelompok pengguna;
  • Peralatan untuk mengelola risiko;
  • Hedging risiko-risiko saat ini dan masa datang;
  • Mengambil posisi-posisi risiko pasar;
  • Pencarian untuk hasil yang lebih besar;
  • Biaya pendanaan yang lebih rendah;
  • Memanfaatkan ketidakefisienan yang ada di antara pasar-pasar.

Pelaku Transaksi Derivatif

a. Pengguna Akhir (End Users)

Dengan berdasarkan Laporan G-30 pada tahun 1993, sebagian besar pengguna akhir derivatif ialah sekitar 80% merupakan perusahaan-perusahaan, disamping badan-badan pemerintah serta juga sektor publik. Alasan-alasan yang mendorong pengguna akhir tersebut menggunakan instrumen derivatif ini ialah :

  1. Sebagai sarana lindung nilai (hedging);
  2. Untuk memperoleh biaya dana yang lebih rendah;
  3. Mempertinggi keuntungan;
  4. Untuk dapat mendiversifikasikan sumber-sumber dana;
  5. Untuk dapat mencerminkan pandangan-pandangan pasar dengan melalui posisi yang diambil.

b. Pialang (Dealer)

Terdiri dari lembaga-lembaga keuangan yang bertindak ialah sebagai pialang. Fungsi dari dealer ini diantaranya sebagai berikut :

  • Menjaga likuiditas serta terus menerus tersedianya transaksi;
  • Memenuhi permintaan pengguna akhir dengan segera;
  • Memberikan kemampuan untuk dapat mempertinggi likuiditas pasar dan efisiensi harga.

Manfaat Derivatif

Dibawah ini merupakan beberapa manfaat dari Derivatif, diantaranya sebagai berikut :

Sebagai instrumen untuk memindahkan resiko ke pihak lain

Manfaat pertama dari derivatif ini ialah sebagai instrumen untuk dapat memindahkan resiko ke pihak lain. Sebagai contoh seorang petani jagung dapat menjual kontrak berjangka untuk hasil panen pada spekulator walaupun belum waktunya itu melakukan panen. Petani tersebut akan mendapatkan perlindungan resiko dari pergerakan naik turun nya harga jagung.

Sedangkan pihak spekulator siap untuk menerima resiko tersebut dengan harapan bisa mendapat keuntungan apabila harga jual jagung mengalami kenaikan serta juga sebaliknya apabila mengalami kerugian itu pada saat harga jual jagung menurun.

Sebagai sebuah aksi untuk mengambil keuntungan

Manfaat kedua dari derivatif ini ialah sebagai sebuah aksi untuk dapat mengambil keuntungan dengan memanfaatkan sebuah perbedaan nilai suatu aset acuan serta juga nilai satu aset lainnya.

Contohnya ialah mengambil keuntungan dari perbedaan harga indeks LQ-45 (ILQ-45) di Bursa Efek Lampung serta juga harga ILQ-45 di Bursa Efek Medan (future market).

Macam jenis Derivatif

Penjelasan dari jenis jenis derivatif ini ialah sebagai berikut ini:

Bukti Right

Bukti Right merupakan suatu proses penerbitan saham baru, dimana hak yang melekat untuk dapat memesan saham baru itu terlebih dahulu diberikan kepada pemegang saham yang lama. Di dalam undang-undang pasar modal, bukti right tersebut diartikan ialah sebagai hak memesan efek terlebih dahulu pada harga yang telah ditentukan dalam periode tertentu. Bukti right yang diterbitkan pada penawaran umum terbatas, di mana saham baru tersebut ditawarkan pertama kali kepada pemegang saham lama. Di pasar sekunder bukti right tersebut juga diperdagangkan dalam periode tertentu.

Waran

Waran merupakan sebuah hak membeli saham biasa pada waktu dan harga yang telah atau sudah ditentukan, umumnya hak waran tersebut dijual bersamaan dengan surat berharga lainnya contohnya seperti yaitu obligasi. Waran ini berfungsi ialah sebagai daya tarik bagi pembeli obligasi. Karena itulah waran tersebut biasanya melekat sebagai daya tarik pada penawaran umum saham atau juga obligasi. Umumnya harga pelaksanaan nya itu lebih rendah dibanding dengan harga pasar saham.

Kontrak Bejangka

Kontrak berjangka indeks saham merupaka suatu perjanjian atau kontrak bilateral ataupun juga antara kedua pihak yang diharuskan itu dalam menjual atau juga membeli produksi yang variabel pokoknya pada masa yang akan datang yang harganya telah atau sudah ditetapkan.

Nah itulah penjelasan mengenai Pengertian Derivatif, Transaksi, Alasan, Pelaku, Manfaat, dan Jenis, semoga apa yang diuraikan dapat bermanfaat untuk anda.

Lihat Juga  √ Pengertian Paragraf Naratif, Ciri, Macam Beserta Contohnya
Lihat Juga  √ Kalimat Baku & Tidak Baku : Pengertian, Ciri, Syarat dan Contohnya
Lihat Juga  √ Pengertian Tulang Pengumpil, Fungsi, Bagian dan Karakteristik