√ Pengertian Geosfer

Diposting pada

pengertian-geosfer

Pengertian Geosfer

Pengertian dari geosfer ini adalah suatu fenomena atau pun kejadian atau peristiwa yang sudah terjadi di permukaan bumi. Hal ini juga mencakup lapisan yang terdiri dari atmosfer, litosfer, biosfer, hidrosfer, serta juga antroposfer. Geosfer ini sendiri berasal dari kata geo yang berati wilayah serta spere memiliki arti yang menanungi atau juga yang mengelilingi.

Bumi ini mempunyai beberapa lapisan utama, diantaranya :

Barisfer ini merupakan lapisan inti bumi yang berupa bahan padat yang isinya itu terdiri dari lapisan nikel sertajuga ferum besi atau lapisan nife. Barisfer ini memiliki jari – jari sekitar 3.470 km.
lapisan asthenosfer mautle ini ialah lapisan bumi yang terletak pada lapisan nife serta juga memiliki tebal itu sekitar 1.700 km. Lapisan ini pun terdiri atas bahan cair yang memiliki suhu tinggi dan juga berpijar dengan berat jenis itu sekitar 5 gr/cm.
Lithosfer ini adalah lapisan terluar dari kulit bumi yang terletak di lapisan asthenosfer mautle yang memiliki ketebalan itu sekitar 1.200 km dengan rata – rata berat jenisnya ialah 2,8 gr/cm.


Pengertian Geosfer Menurut Para Ahli

Untuk dapat mengerti lebih lanjut mengenai geosfer ini maka kita dapat merujuk pada beberapa pendapat para ahli, Adapun definisi geosfer yang dikemukan menurut para ahli, diantaranya sebagai berikut :

Wikipedia

Geosfer ini bisa diartikan sebagai nama kolektif untuk litosfer, hidrosfer, kriosfer, serta atmosfer.


Fisika Aristotelian

Geosfer merupakan suatu istilah yang diterapkan pada 4 lapisan alami bola bumi yang terkonsentrasi di sekitar pusat Bumi, seperti yang dijelaskan di dalam kuliah Fisika serta Meteorologi. Keempat lapisan itu bisa untuk menjelaskan gerakan dari empat elemen terestrial


Teks modern (dalam sains sistem Bumi)

Geosfer ini mengacu pada bagian Bumi yang padat; ini digunakan secara bersama dengan atmosfer, hidrosfer, serta  biosfer untuk dapat menggambarkan sistem Bumi (interaksi sistem ini dengan magnetosfer kadang-kadang terdaftar). Di dalam konteks itu, terkadang istilah litosfer tersebut digunakan sebagai pengganti geosfer atau juga bagian Bumi yang padat. Litosfer, sebagaimana juga, hanya mengacu pada lapisan paling atas dari Bumi padat (batuan kerak samudera serta juga benua juga mantel paling atas).

Sejak eksplorasi ruang angkasa dimulai, sudah diamati bahwa tingkat ionosfer atau juga plasmasfer sangat beragam, serta seringkali jauh lebih besar daripada yang sebelumnya, kadang-kadang juga meluas ke batas magnetosfer atau juga geomagnetosfer Bumi. Batas luar yang dari materi geogenik ini sudah disebut sebagai “geopause”, untuk dapat menunjukkan kelangkaan relatif materi di luarnya, yang mana angin di dalam pengertian matahari mendominasi.


Bagian dan Lapisan Geosfer

Bagian-dan-Lapisan-Geosfer

Atmosfer

Atmosfer ini adalah suatu lapisan yang menyelimuti serta juga melindungi sebuah planet di tata surya dari permukaan planet itu sampai jauh di luar angkasa. Di bumi, atmosfer terdapat dari ketinggian 0 km diatas permukaan tanah sampai pada 560 km di atas permukaan bumi. Atmosfer ini melindungi kehidupan pada bumi itu dengan menyerap radiasi sinar ultraviolet dari matahari serta juga mengurangi suhu ekstrim diantara ialah siang serta malam.

Atmosfer Bumi ini terdiri atas:

  • Nitrogen (78.17%)
  • Oksigen (20.97%)
  • Argon (0.9%)
  • Karbondioksida (sekitar 0.0357%)
  • Uap air dan juga gas

Selain dari kandungan diatas, Lapisan atmosfer bumi ini juga memiliki lapisan atau bagian – bagian yang memiliki fungsi guna melindungi bumi, diantaranya ialah :


Troposfer

Dengan adanya lapisan ini kehidupan pada bumi ini terlindung dari sengatan radiasi yang dipancarkan oleh benda – benda pada langit lain. Dibandingkan lapisan atmosfer yang lain nya, lapisan ini juga adalah lapisan yang paling tipis (kurang lebih sekitar 15 cm dari permukaan tanah). Pada lapisan ini, hampir seluruh jenis cuaca, perubahan suhu yang mendadak, angin, tekanan, serta juga kelembaban yang kita rasakan sehari – hari berlangsung.


Stratosfer

Pada lapisan ini angin yang sangat besar dan kencang terjadi. Disini pun juga merupakan tempat terbangnya pesawat udara. Dari bagian tengah stratosfer sampai keatas, pola suhunya itu akan berubah semakin bertambah dan akan semakin naik, disebabkan karna  terjadi bertambahnya lapisan dengan konsentrasi ozon yang juga bertambah. Lapisan ozon ini juga menyerap radiasi dari sinar ultraviolet yang dipancarkan oleh matahari guna menghindari terjadinya penyebab pemanasan global.


Mesosfer

Lapisan ini jaraknya itu kurang lebih sekitar 20 mil/40 km diatas permukaan bumi, disini terdapat suatu lapisan transisi menuju lapisan mesosfer. Pada lapisan ini, suhu itu kembali turun disaat ketinggian bertambah sampai menjadi kurang lebih itu sekitar -143°C di dekat bagian atas dari lapisan ini, ialah kurang sekitar lebih 81 km diatas permukaan bumi. Suhu serendah ini tentu mungkin akan terjadi awan noctilucent, yang terbentuk dari kristal es.


Termosfer

Di lapisan termosfer ini dapat memantulkan gelombang radio. Sebelum munculnya erat satelit, lapisan ini sangat bermanfaat guna memancarkan gelombang radio pada jarak jauh.


Eksosfer

lapisan Eksosfer yang berada dibagian terluar dari atmosfer. merupakan tempat adanya refleksi cahaya matahari yang dipantulkan dari partikel debu meteoritic. Cahaya matahari yang dipantulkan pun juga disebut ialah sebagai cahaya Zodiakal.

Itulah ada beberapa lapisan – lapisan Atmosfer yang menyelimuti pun juga melindungi bumi. Kita dapat bayangkan jika dunia tak ada Atmosfer yang melindungi planet bumi yang kita tinggali ini. Oleh karena nya sudah seharusnya Atmosfer bumi ini harus kita jaga dari sesuatu yang berpotensi merusaknya.


Macam – macam Geosfer

Geosfer ini terdiri atas 5 lapisan, diantaranya:

Atmosfer

Atmosfer

Pengertian atmosfer ini adalah suatu lapisan gas yang melingkupi sebuah planet, termasuk juga bumi, dari permukaan planet itu sampai jauh di luar angkasa. Atmosfer bumi tersebut terdapat dari ketinggian 0 km di atas permukaan tanah, sampai pada sekitar 560 km dari atas permukaan Bumi.

Kepadatan atmosfer tersebut menurun apabila semakin jauh ke luar angkasa, disebabkan karna daya tarik gravitasi planet, yang menarik gas serta aerosol (yakni partikel tersuspensi mikroskopis  seperti debu, jelaga, asap, atau bahan kimia) ke dalam, paling dekat itu dengan permukaan. Atmosfer pada beberapa planet, seperti misalnya Merkurius, itu hampir tidak ada, disebabkan karna atmosfer primordial telah atau sudah lolos dari daya tarik gravitasi planet yang relatif rendah serta juga sudah dilepaskan ke angkasa.

Planet-planet lain, seperti misalnya Venus, Bumi, Mars, serta planet luar padraksasa tata surya, sudah  mempertahankan atmosfer. Selain dari itu, atmosfer Bumi juga telah mampu menahan air pada masing-masing dari tiga fase (padat, cair, serta gas), yang tentu sangat penting bagi perkembangan dari kehidupan di planet ini.


Litosfer

Litosfer

Litosfer merupakan bagian Bumi yang padat atau paling kaku serta terluar. Walapun litosfer ini masih dianggap elastis, namun tidak kental. Litosfer ini jauh lebih getas dibandingan astenosfer. Elastisitas serta keuletan litosfer ini bergantung pada suhu, tekanan, serta kelengkungan Bumi itu sendiri. Litosfer ini mempunyai suatu kemampuan untuk melakukan pemanasan yang berhubungan dengan konveksi yang terjadi pada mantel plastik di bawah litosfer.

Litosfer ini bukanlah lapisan kontinu, ia terbagi menjadi lempeng tektonik yang dapat bergerak. Ini merupakan suatu lapisan yang mempunyai kedalaman itu sekitar 100 km. Bagian paling dalam serta terpanas litosfer ini dikenal sebagai astenosfer.


Hidrosfer

Hidrosfer

Pengertian hidrosfir merupakan jumlahdari  total air di planet. Termasuk air yang juga ada di permukaan planet, di bawah tanah, serta di udara. Hidrosfer pada suatu planet itu bisa ataudapat berupa cairan, uap, atau juga es. Secara keseluruhan, hidrosfer ini sangat besar jumlahnya, di lautan hidrosfer tersebut melingkupi sekitar 71% dari luas permukaan Bumi.

Hidrosfer  ini memainkan peran kunci di dalam perkembangan serta kelangsungan hidup. Diperkirakan bahwa organisme hidup paling awal muncul di dalam air. Selain dari itu, tiap-tiap kehidupan manusia itu dimulai di lingkungan berair yakni rahim ibunya, sel serta jaringan kita sebagian besar juga merupakan air, serta sebagian besar dari reaksi kimia yang merupakan bagian dari proses kehidupan itu terjadi di dalam air.


Biosfer

Biosfer

Pengertian biosfer ini merupakan suatu lapisan planet Bumi dimana kehidupan ada. Lapisan tersebut berkisar dari ketinggian sampai pada sepuluh kilometer di atas permukaan laut. Biosfer ini merupakan salah satu dari empat lapisan yang mengelilingi Bumi dengan bersama litosfer (batu), hidrosfer (air) serta atmosfer (udara) serta itu merupakan jumlah dari seluruh ekosistem.

Biosfer sifatnya adalah unik. Sejauh ini belum terdapat kehidupan di tempat lain di alam semesta. Kehidupan di Bumi ini bergantung pada matahari. Energi yang disediakan oleh adanya cahaya matahari, itu ditangkap oleh tanaman, beberapa bakteri serta protista, yang digunakan di dalam proses fotosintesi.

Energi yang ditangkap itu kemudian mengubah karbon dioksida menjadi senyawa organik seperti misalnya gula serta menghasilkan oksigen. Sebagian besar spesies hewan, jamur, tanaman parasit serta banyak bakteri itu tergantung dengan secara langsung atau juga tidak langsung pada fotosintesis.

Sehingga bisa dikatakan bahwa biosfer ini merupakan suatu sistem yang dicirikan oleh siklus materi yang terus menerus serta aliran energi surya yang menyertainya di mana molekul-molekul besar serta juga sel-sel tertentu itu bereproduksi sendiri. Air merupakan faktor predisposisi utama, disebabkan seluruh kehidupan bergantung pada air.


Antroposfer

Antroposfer

Pengertian antroposfer disebut juga dengan technosphere merupakan suatu bagian dari lingkungan yang dibuat atau juga dimodifikasi oleh manusia untuk digunakan di dalam aktivitas manusia serta habitat manusia. Antroposfer ini merupakan bagian dari permukaan bumi yang dihuni oleh manusia.

 

Contoh Serta fenomena Geosfer

Fenomena pada Atmosfer

Fenomena-pada-Atmosfer

Terdapat suatu perubahan musim di belahan bumi yang berpengaruh bagi kehidupan baik itu secara langsung atau pun tidak langsung. Sebagai contoh dari terjadinya perubahan musim yang disebabkan oleh faktor penyebab iklim musim di Indonesia yakni pada saat musim penghujan para petani itu memanfaatkannya dengan memulai melakukan penanaman di sawah tadah hujan. Selain dari itu juga saat musim penghujan para nelayan juga biasanya mengurungkan niat untuk berlayar. Hal tersebut disebabkan karena pasang surut air laut itu tak dapat diprediksi secara pasti.
Adanya perubahan unsur – unsur cuaca. Contoh seperti perbedaan jenis pakaian yang digunakan oleh penduduk di daerah beriklim dingin itu biasanya mereka akan mengenakan pakaian yang bahannya itu tebal, sedangkan untuk penduduk di daerah beriklim panas mereka itu lebih cenderung mengenakan pakaian berbahan yang tipis.


Fenomena pada Litosfer

Fenomena-pada-Litosfer

Seperti terjadinya gempa disebabkan karna pergeseran pada lempeng tektonik. Contoh dari fenomena geosfer di dalam kehidupan sehari-hari ini dapat kita temui di Indonesia. Gempa yang disebabkan pergeseran lempeng tektoniksenantiasa sering terjadi di berbagai wilayah Indonesia, seperti pada gempa di Karo, di Jogjakarta, serta juga gempa di Papua.
Terjadinya erosi pada daerah miring, maka dari hal itu perlu dilakukan pembuatan sengkedan atau disebut juga dengan terasering di daerah miring dalam upaya mengurangi tingkat erosi.


Fenomena pada Hidrosfer

Fenomena-pada-Hidrosfer

Jumlah cadangan air pada tanah yang dipengaruhi oleh suatu peresapan air ke dalam tanah serta juga faktor yang mempengaruhi potensi air tanah yang lainnya. Jenis batuan ini juga penutup lahan pun bisa atau dapat mempengaruhi peresapan air. Selain dari itu juga, penggunaan air tanah oleh manusia ikut mempengaruhi ketersediaan pada air tanah.
Terdapat adanya salju yang di pegunungan Jaya Wijaya, Papua, Indonesia. Contoh dari fenomena geosfer pada kehidupan sehari – hari ini merupakan contoh yang unik yang terdapat di Negara Indonesia, karena adanya salju di daerah Indonesia yang mempunyai iklim tropis.


Fenomena pada Biosfer

Fenomena-pada-Biosfer

Terdapat adanya persebaran flora serta juga fauna yang terdapat di belahan bumi. Fenomena ini disebabkan oleh disebabkan karna kondisi habitat yang mendukungnya, seperti adanya harimau Jawa, onta di Arab serta juga burung cendrawasih itu di  papua juga habitatnya. Selain dari itu juga, keberadaan fauna di belahan dunia ini pun dimanfaatkan oleh manusia, ialah sebagai contoh di Indonesia penduduk itu memanfaatkan hewan seperti misalnya sapi, kerbau serta juga kuda, sedangkan di Thailand penduduknya itu memanfaatkan gajah di dalam membantu kegiatan atau aktiitas sehari-hari.
Terdapat keragaman konsumsi bahan pangan yang disebabkan oleh karena perbedaan flora serta juga fauna. Contohnya saja di Indonesia makanan pokoknya itu ialah nasi disebabkan Indonesia merupakan daerah penghasil padi.


Fenomena pada Antroposfer

Fenomena-pada-Antroposfer

Adanya keragaman adat serta juga budaya di belahan bumi. Keragaman ini juga sangat mempengaruhi kehidupan manusia itu sendiri, mencakup juga cara berinteraksi, ketrampilan yang berbeda dan juga kebutuhan yang berbeda.
Adanya potensi sumber daya alam (SDA) yang berbeda yang bisa atau dapat menyebabkan perbedaan pada cara pemanfaatannya ini juga, maka dari itu pengolahan dan juga alat yang digunakan akan berbeda juga disebabkan karna perbedaan jenis – jenis sumber daya alam ini.


Demikianlah penjelasan mengenai Pengertian Geosfer, Macam, Bagian, Lapisan, Fenomena & Contoh. semoga apa yang diuraikan dapat bermanfaat untuk anda. Terima kasih

Lihat Juga  √ Pengertian Sistem Informasi Geografis (SIG)
Lihat Juga  √ Pengertian Manajemen Perusahaan, Fungsi, Tingkatan dan Tugasnya
Lihat Juga  √ Pengertian Perjanjian Internasional, Fungsi, Proses Tahapan dan Asasnya