√ Pengertian Habitat

Diposting pada

pengertian-habitat

Pengertian Habitat

Habitat adalah suatu tempat di mana makhluk hidup atau juga organisme tinggal. Di dalam suatu habitat itu dapat atau bisa dikatakan sebagai tempat dimana bertemunya segala macam kondisi lingkungan terutama nya itu bagi makhluk hidup untuk dapat bertahan hidup. Contohnya itu berupa binatang, pasti mereka itu membutuhkan tempat untuk dapat mencari makan, bertemu dengan pasangannya dan juga untuk berkembang biak. Bagi tanaman, habitat ini artinya suatu tempat yang mempunyai perpaduan cahaya matahari, air, udara dan juga tanah itu dalam kondisi tepat. Sebagai contoh tumbuhan kaktus yang bisa hidup di tanah berpasir, iklim yang kering dan juga banyak terkena sinar matahari atau bisa juga dikatakan bahwa kaktus hidup di gurun.

Menurut Morrison, habitat ini bisa didefinisikan yakni sebagai sumber daya dan juga kondisi yang terdapat di suatu kawasan serta di tempati oleh suatu spesies. Menurut Alikodra mendefinsikan habitat ini adalah suatu kawasan yang terdiri dari komponen biotik serta abiotik dan juga merupakan suatu kesatuan untuk digunakan yakni sebagai tempat hidup dan juga berkembang biak untuk satwa liar. Serta menurut Dasman habitat ini merupakan sistem yang tercipta dari interaksi antar komponen biotik serta  komponen fisik, serta bisa atau dapat dikendalikan kehidupan satwa yang hidup di dalamnya.


Konsep habitat ini digunakan baik di dalam biologi serta ekologi, seperti di dalam arsitektur serta urbanisme, di dalam kasus terakhir itu diterapkan pada visi manusia (antropik). Walaupun terdapat beberapa definisi istilah, mereka itu mempunayi  kesamaan yang merujuk pada lokasi kehidupan: tempat di mana unsur biotik tersebut dapat ditemukan.

Istilah habitat ini seharusnya tidak dikacaukan dengan ceruk ekologis. Yang terakhir kita mengarah pada aspek yang lebih spesifik dari cara yang mana komunitas organisme ini berada di dalam habitatnya apabila dibandingkan dengan spesies pesaing atau juga pelengkap lainnya, dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan spesifik. Di dalam suatu habitat bisa atau dapat terdapat banyak relung ekologis yang berbeda.

Menurut Clements serta Shelford di tahun 1939, habitat merupakan lingkungan fisik yang terdapat di sekitar suatu spesies, atau juga populasi spesies, atau pun kelompok spesies, dan/atau komunitas.


Di dalam ilmu ekologi, apabila pada suatu tempat yang sama hidup segala macam kelompok spesies (mereka itu berbagi habitat yang sama) maka habitat itu disebut sebagai dengan istilah biotop

Terdapat beberapa golongan atau kelompok dari habitat seperti: hutan rimba, hutan kecil, gurun, lereng pegunungan, kolam, sungai, rawa, dan laut. Area pada padang rumput tertentu seperti halnya Pampas di Argentina ialah contoh suatu habitat. Habitat yang lebih luas ialah seperti padang belantara atau juga hutan hujan itu dinamakan Bioma.

Bioma merupakan sekelompok tumbuhan serta hewan yang tinggal pada suatu habitat disuatu lokasi geografis tertentu.


Terdapat beberapa komponen yang sangat penting di dalam habitat, diantaranya air, makanan, ruang serta tempat. Sebuah habitat itu bisa dikatakan sesuai apabila jumlah atau juga komposisi dari komponen itu berada di dalam jumlah yang tepat. Namun, beberapa habitat ini hanya terdiri dari beberapa komponen saja, walaupun begitu tetap masih bisa atau dapat disebut dengan habitat.

Lihat Juga  Daur Air

Contoh pada habitat harimau itu dengan jumlah buruannya yang cukup dan air, serta juga memiliki tempat tinggal yang sesuai, mungkin masih belum dapat dikatakan sesuai apabila dengan berdasarkan komponen penting yang dibutuhkan di dalam habitat. Harimau tersebut tidak butuh ruang yang luas untuk habitatnya, sebab kedepannya mereka itu akan kesulitan untuk dapat mencari buruan.

Seperti yang kita ketahui, apabila planet bumi yang kita tempati ini mempunyai berbagai macam habitat. Hal tersebut dipengaruhi oleh bentuk permukaan bumi, garis lintang serta lain sebagainya.


Klasifikasi Habitat

dibawah ini merupakan macam – macam atau klasifikasi dari habitat:

1. Daerah Habitat Padang Rumput

Daerah-Habitat-Padang-Rumput

padang rumput merupakan ekosistem yang terjadi di wilayah padang rumput. Maksudnya, interaksi yang dilakukan oleh organisme- organisme padang rumput itu dengan komponen- komponen biotik serta abiotik yang berada di lingkungannya.

Ciri – ciri:

  • Terbentang dari mulai kawasan tropis itu sampai pada kawasan subtropis
  • Secara umum memiliki curah hujanitu  25 sampai pada 50 cm per tahun
  • Hujannya itu tidak teratur, drainase yang menyebabkan tumbuhan itu sulit untuk mendapatkan air. Serta hanya rumput saja yang dapat bertahan hidup.
  • Daerah padang rumput yang basah, seperti halnya Amerika Utara mempunyai tinggi rumput bisa mencapai 3 meter, seperti rumput bluestem di India.

2. Daerah Tundra

Daerah-Tundra

Tundra merupakan suatu bioma tempat terhambatnya suatu pertumbuhan pohon dengan rendahnya suhu lingkungan sekitar. Oleh sebab itu, daerah ini disebut dengan daerah tanpa pohon. Tundra ini terdapat di wilayah bumi sebelah utara (yakni lingkaran arktika), juga ditemukan di daerah dekat antartika, serta terdapat juga di puncak pada pegunungan yang tinggi.

Ciri – ciri:

Terdapat di belahan bumi bagian utara serta hanya berada pada daerah lingkaran kutub utara saja.
Beriklim kutub, yakni musim dingin yang panjang serta gelap, dan juga musim panas yang juga panjang.
Tidak ditemukan pohon yang berukuran tinggi. Hanya terdapat pohon mirip semak belukar. Banyak ditemukan lumut (sphagnum serta tichens).
Tumbuhan yang hidup di daerah tundra bisa atau dapat beradaptasi dengan suhu yang rendah atau dingin serta akan tetap hidup walaupun kondisi beku.


3. Daerah Gurun

Daerah-Gurun

Untuk tumbuhan yang hidup di daerah gurun itu biasanya akan tumbuh itu dengan secara menahun. Sebab tumbuhan itu kemudian akan menyesuaikan dengan kondisi daerah yang sulit terdapat air itu dengan bentuk morfologi. Tumbuhan yang hidup di gurun ini biasanya mempunyai daun kecil, tebal serta memiliki akar yang sangat panjang.

Ciri – ciri:

Banyak ditemukan di daerah tropis serta berbatasan dengan kawasan padang rumput.
Mempunyai curah hujan yang sangat rendah, yakni kurang dari 25 cm per tahun.
Penguapan sangat tinggi, sinar matahari sangat terik, serta suhu tinggi (mencapai 40oC bahkan juga lebih pada musim panas).
Pada malam hari, suhu dapat turun sangat rendah.


4. Daerah Hutan Basah

Daerah-Hutan-Basah

Atau Hutan hujan tropika ini merupakan suatu bioma berupa hutan yang kondisinya itu selalu basah atau juga lembap, yang bisa atau dapat atau bisa ditemui di wilayah sekitar khatulistiwa; yakni kurang lebih pada lintang 0°–10° ke utara serta ke selatan garis khatulistiwa

Ciri – ciri:

Hutan basah ini banyak di temukan pada daerah tropis.
Banyak ditemukan segala macam jenis pohon yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Hutan basah di seluruh dunia itu mempunyai persamaan terutama itu pada ekologi serta spesies.
Curah hujan juga sangat tinggi, yakni lebih dari 200 cm per tahun.
Tinggi pohon bisa atau dapat mencapai 20 – 40 m.
Mendapat sinar matahari yang cukup, akan tetapi tidak cukup untuk bisa atau dapat menembus sampai ke dasar hutan.
Terdapat iklim mikro di sekitar permukaan tanah atau juga di bawah kanopi.

Lihat Juga  √ Tari flamenco : Pengertian, Sejarah, Ragam Gerak, dan Intisari

5. Daerah Hutan Gugur

Daerah-Hutan-Gugur

Hutan gugur ini pun mempunyai nama lain disebut dengan hutan musim tropika atau juga disebut dengan  hutan monsun (monsoon forest). Hutan gugur ini adalah salah satu bioma yang berupa hutan yang terletak di wilayah yang memiliki iklim tropis sertasubtropis.

Ciri – ciri:

  • Terletak di 30o – 40o LU / LS. Seperti pada wilayah Amerika Serikat bagian timur, Inggris serta juga sebagian Australia.
  • Curah hujan itu antara 75 – 100 cm per tahun.
  • Morfologi pohon itu berdaun lebar, hijau di musim dingin, namun tetapi rontok saat musim panas dan juga tajuk yang rapat.
  • Jarak satu pohon dengan pohon yang lain tidak rapat atau juga renggang.
  • Musim panas yang hangat serta musim dingin yang tidak terlalu dingin.
  • Jenis tumbuhan relatif sedikit.
  • Memiliki 4 musim.

6. Daerah Hutan Taiga

Daerah-Hutan-Taiga

Bioma taiga atau disebut dengan bioma boreal atau juga hutan taiga dan/atau hutan konifer ini terletak di antara daerah subtropis serta kutub di belahan bumi bagian utara. Bioma Taiga ini adalah bioma terestrial atau daratan. Bioma taiga ini juga terletak tepat di bawah bioma tundra.

Ciri – ciri:

  • Tumbuhan di dominasi oleh tumbuhan berdaun jarum atau juga konifer serta akan selalu ada sepanjang tahun.
  • Tidak mempunyai banyak spesies tanaman serta hewan.
  • Musim dingin nya itu cukup panjang, sedangkan untuk musim panas sangat singkat.
  • Mempunyai 4 musim, musim panas, musim semi, musim gugur serta musim dingin.
  • Curah hujan ini mencapai 35 – 40 cm per tahun.
  • \Selama musim dingin, air tanah ini akan berubah menjadi es serta es tersebut dapat mencapai 2 meter di bawah tanah.

7. Habitat Air Tawar

Habitat-Air-Tawar

Habitat air tawar ini dapat dibagi menjadi dua jenis, diantaranya perairan mengalir (lotik) serta perairan menggenang (lentik). Perairan mengalir ini bergerak secara terus menerus kearah tertentu, sedangkan untuk perairan menggenang perairan yang massa airnya itu memiliki waktu singgah hanya sementara.

Termasuk sungai, kolam, rawa serta danau. Ciri – cirinya diantaranya :

  • Terdapat aliran air yanng disebabkan oleh cuaca serta iklim.
  • Secara fisik dan juga biologi, yakni sebagai perantara antara habitat darat dengan habitat air laut.
  • Mempunyai kadar garam yang rendah.

8. Habitat Laut

Habitat-Laut

Ekosistem laut bisa juga disebut sebagai ekosistem bahari ini adalah ekosistem yang ada di perairan laut, yang terdiri dari ekosistem perairan dalam dan ekosistem pantai pasir dangkal atau litoral, serta juga ekosistem pasang surut

Ciri – ciri:

  • Kadar garam untuk daerah tropis ini lebih tinggi apabila dibanding dengan daerah yang jauh dari khatulistiwa.
  • Terbagi menjadi fotik (yakni cukup untuk mendapat cahaya matahari) serta afotik (yakni kurang mendapat cahaya matahari).

Jenis Habitat

Berdasarkan Fungsi Ruang

Dengan berdasarkan fungsi ruang, habitat ini dikelompokan menjadi:

  • Habitat yang berkesinambungan, kondisi yang luas melebihi daerah yang mampu untuk dijajah oleh makhluk hidup.
  • Habitat yang terputus – putus, kondisi baik serta tidak berselang seling, makhluk hidup itu mudah menyebar dari satu tempat ke tempat lain.
  • Habitat terisolasi, area yang terbatas dan juga terpisah jauh dengan area lainnya.
Lihat Juga  √ Pengertian Obligasi, Karakteristik, dan Jenis, Menurut Para Ahli

Berdasarkan Waktu

Berdasarkan waktu, habitat ini dibedakan menjadi:

  • Habitat konstan, habitat yang dengan secara terus menerus berada pada keadaan baik maupun kurang baik.
  • Habitat semusim, habitat yang kondisinya itu secara teratur berganti – ganti.
  • Habitat tidak menentu, habitat yang mengalami periode kondisi baik itu dengan lamanya bervariasi serta diselingi oleh adanya periode dengan kondisi kurang baik yang lamanya dan juga bervariasi.
  • Habitat ephemeral, habitat dengan periode kondisi baik itu berlangsung singkat, dan juga diikuti oleh periode dengan kondisi kurang baik serta juga berlangsung sangat lama.

Peran dan Fungsi dari Habitat

Dibawah ini merupakan fungsi utama dari habitat, diantaranya sebagai berikut :

  1. Tempat untuk hidup
    Fungsi utama dari habitat ialah sebagai tempat hidup makhluk hidup. Dengan habitat yang sesuai tentu suatu spesies makhluk hidup itu bisa atau dapat berkembangbiak, mencari makanan, sampai pada bertahan hidup.
  2. Sebagai tempat perlindungan
    Habitat yang cocok unruk suatu makhluk hidup, tentu memiliki kemungkinan besar bisa atau dapat bertahan dari segala macam ancaman, contohnya saja seperti ancaman dari predator (pemangsa).

Peran Habitat ialah sebagai berikut

  • Sebagai tempat tinggal untuk seluruh makhluk hidup di bumi.
  • Tempat tumbuh serta berkembangnya makhluk hidup.
  • Karena habitat ini terbagi menjadi beberapa macam, oleh sebab itu habitat ini menjadi tempat tinggal yang cocok bagi makhluk hidup tertentu. Seperti contoh ialah tanaman kaktus yang hanya dapat hidup di habitat gurun atau juga padang pasir atau tanaman pohon yang banyak ditemukan pada daerah hutan hujan.

Ceruk ekologis

Ceruk ekologis ini merupakan cara di mana suatu spesies atau juga komunitas organisme ini diposisikan di dalam habitat spesifik ini terhadap kondisi lingkungan (menguntungkan, atau tidak menguntungkan) serta spesies lain yang hidup bersama pada ruang itu (predator, mangsa, pengunjung, dll.). ).

Dengan kata lain, pada saat berbicara mengenai relung ekologiDi dalam sebuah habitat itu dapat dikatakan sebagai tempat bertemunya segala mas suatu spesies, itu disebutkan hubungan spesifiknya itu dengan unsur-unsur lain yang merupakan bagian dari suatu ekosistem.

Contoh Habitat

Dibawah ini merupakan contoh dari habitat di sekitar kita , beberapa diantaranya ialah sebagai berikut :

  • Habitat Notonecta (sejenis hewan air) ini pada daerah danau, kolam, serta perairan yang dangkal yang di tumbuhi oleh adanya vegetasi.
  • Habitat pohon durian ialah tanah daratan dataran rendah.
  • Habitat eceng gondok ini ialah daerah perairan yang terbuka.
  • Habitat hiu, paus, lumba-lumba ialah laut.
  • Habitat ikan mas, ikan nila, ikan gurame, ialah perairan tawar.
  • Habitat harimau ialah hutan.
  • Habitat buaya muara ialah di perairan payau.
  • Habitat pohon bakau ialah daerah pasang surut atau daerah pantai.
  • Habitat pohon cemara gunung ialah hutan dataran tinggi.

Demikianlah penjelasan mengenai Pengertian Habitat, Klasifikasi, Jenis, Fungsi, Peran dan Contoh