√ Pengertian Ligamen

Diposting pada

Pengertian-Ligamen

Pengertian Ligamen

Ligamen ini merupakan jaringan berbentuk pita yang tersusun dari serabut-serabut yang memiliki peran di dalam menghubungkan antara tulang yang satu itu dengan tulang yang lain pada sendi. Ligament ini merupakan pita jaringan elastis yang mengikat luar ujung tulang yang saling membentuk persendian, membantu dalam mengontrol rentang gerak, serta menstabilkan mereka sehingga tulang dapat atau bisa bergerak dengan baik.

Tanpa adanya ligament, antara tulang yang satu itu dengan tulang yang lain tidak akan menyatu serta juga tidak dapat atau bisa melakukan pergerakan di saat otot berkontraksi. Meskipun bisa, gerakan yang ditimbulkan itu tidak akan sempurna.

Ligament ini biasanya mempunyai elastisitas yang tinggi, yang dapat atau bisa memperpanjang serta mengubah bentuk mereka pada saat berada di dalam ketegangan serta kemudian kembali ke bentuk aslinya saat ketegangan itu mereda. Namun, terdapat beberapa pengecualian di dalam hal ini, seperti ligament ovarium ligament putaran rahim, serta ligament suspensorium ovarium.


Anatomi Ligamen

Ligamen adalah pita jaringan ikat yang menghubungkan tulang atau menyokong organ dalam. Beberapa ligamenberbeda struktur fibrosanya, beberapa menjadi lipatan fasciaatau peritoneumberindurasi, yang lain merupakan milik pembuluh atau organ-organ fetus (Dorland W. N., 2002).

Ligamen disusun oleh jaringan ikat berupa pita-pita berkas kolagen kuat yang berfungsi melekatkan tulang pada tulang dan untuk membatasi derajat gerak pada sendi. Ligamen bisa merupakan struktur tersendiri atau tersisip di dalam simpai. Biasanya terdapat beberapa serat elastin di antara berkas kolagen ligamen(Fawcett, 2002).

Ligamen termasuk ke dalam jaringan ikat padat teratur (textus connectivus typus regularis) yang memiliki daya regang yang besar. Ligamentum melekat pada tulang dan mengalami daya tarikan yang kuat secara terus menerus. Serat kolagenyang tersusun padat dan sejajar memberikan tahanan yang kuat terhadap daya tarikan pada satu arah atau sumbu. Karena susunan serat kolagen padat maka terdapat substantia fundamentalisyang sedikit, dan jenis sel yang dominan adalah fibroblast, yang terletak diantara 10deretan serat kolagen. Serat kolagen merupakan protein fibrosa tebal kuat yang tidak bercabang. Serat kolagen penyusun ligamenmerupakan serat kolagen tipe I (Eroschenko, 2010).


Struktur Ligamen

Ligament ini adalah jaringan ikat yang mempunyai komponen-komponen biomekanik yang unik. Ia digambarkan yakni sebagai pita padat jaringan ikat kolagen. Struktur ligament ini terdiri dari protein yang disebut juga dengan kolagen. Protein kolagen tersebut berbentuk panjang, fleksibel, serta berbentuk seperti benang atau serat.

Serat kolagen ini banyak ditemukan di tubuh manusia atau pun mamalia lainnya. Kehadiran jaringan kolagen ini membuat kulit menjadi elastis serta membentuk sebagian besar jaringan ikat. Sifat elastis yang dipunyai membuat kulit dapat atau bisa teregang pada saat tubuh melakukan gerakan seperti itu melipat siku, serta lain sebagainya. Serat kolagen ini sering diatur di dalam pola persimpangan, yang membantu mencegah sendi tubuh itu bergerak melebihi batas kewajarannya.


Fungsi Ligamen

Adapun fungsi ligamen diantaranya sebagai berikut :

1. Menentukan rentang gerakan

Ligament yang berada di dalam tiap-tiap sendi tubuh bertanggung jawab itu terhadap menentukan sejauh mana rentang gerakan yang dari sendi tersebut. Sehingga dengan demikian, dapat atau bisa mencegah terjadinya dislokasi sendi. Ligament ini juga dapat atau bisa membantu mencegah hiperekstensi tulang atau sendi. Jadi singkatnya, ligament ini memiliki fungsi untuk menstabilkan sendi serta membimbing mereka itu selama gerakan.


2. Perlindungan tulang dan sendi

Ligament ini bisa atau dapat memberikan perlindungan terhadap tulang serta sendi dari patah, disebabkan karna pada saat terjadi ketegangan pada sendi, ligament ini bisa atau dapat berubah bentuk di bawah beban konstan.

3. Proprioseptif

Fungsi lain dari ligament ini ialah untuk mempertahankan postur seseorang dengan sistem proprioseptif. Contohnya ialah seperti pada saat sendi lutut dibengkokkan, maka akan merangsang saraf proprioseptif dalam membuat kontraksi otot pada saat yang bersamaan ,sehingga membuat orang menyadari posisi lutut serta kaki.


Jenis dan Fungsi Ligamen

Ligament ini bisa atau dapat diklasifikasikan ke dalam tiga kategori utaman, diantaranya sebagai berikut:

1. Ligament articular

Ligament-articular

Ligament articular ini adalah jaringan ikat yang menghubungkan antara tulang-tulang di dalam membentuk sendi. Ligament ini sangat kuat serta berserat padat. Fungsi dari ligament articular ialah dalam mengubungkan jaringan serta juga membantu melenturkan atau pun memperpanjang jaringan tubuh. Contoh ligament ini ialah seperti :

  1. Bagian kepala serta leher melingkupi ligament krikotiroid, ligament periodontal, serta ligament suspensorium okluar
  2. Bagian pergelangan tangam terdiri dari ligament palmar radiokalpar, ligament dorsal radiokarpal, ligament kolateral, serta lain sebagainya.
  3. Bagian dada melingkupi ligament suspensorium
  4. Bagian lutut melingkupi ligament kolateral lateralis, ligament patella, ligamen kaudal, ligament cruciatum anterior,  dan ligament kolateral

2. Ligament remnant fetal

Ligament-remnant-fetal

Ligament ini adalah suatu ligament yang telah atau sudah ada sejak lahir serta masih tetap berkembang menjadi jaringan menyerupai ligament. Contohnya ialah seperti :

  • Ligament venosum
  • Ligament arteriosum
  • Tali arteri umbilikalis
  • Ligamentum lingkaran hati

3. Ligament peritoneal

Ligament-peritoneal

Ini adalah ligament yang terbentuk di dalam serta pada sekitar lapisan membrane dari rongga perut. Ligament peritoneal ini melingakari (mengeliligi ) sejumlah pembuluh darah pada rongga perut, memiliki peran pada bagianpenting dari sistem reproduksi pada wanita serta termasuk pembuluh darah portal ke hati. Contoh dari ligament ini ialah seperti :

  1. Ligament hepatoduodenal
  2. Ligament uterus

4. Ligament Aksesorium

Ligament-Aksesorium

Ini adalah ligament dengan struktur yang bisa atau dapat memperkuat ligament lain (pembantu). Contohnya ialah seperti ligament yang terdapat di tulang belakang yang dapat atau bisa memberikan stabilitas tulang atau juga tulang rawan


Mekanisme (Cara) Kerja Ligamen

Pada dasarnya, prinsip kerja dari ligament ini sangat berhubungan dengan tendon. Ligament serta tendon ini adalah jaringan pasif yang tidak mempunyai kemampuan melakukan kontraksi dalam menghasilkan gerakan. Tendon ini membantu terjadinya pergerakan sendi itu dengan cara mentransmisikan tekanan dari otot ke tulang. Dibandingkan dengan otot, tendon mempunyai serat yang kaku, mempunyai kekuatan tarik yang besar, serta bisa menahan tegangan yang besar. Oleh sebab itu pada ruang yang pergerakannya itu terbatas, kerjasama otot ke tulang dilaksanakan oleh tendon.

Tendon ini mampu menahan beban yang sangat besar itu dengan deformasi yang sangat kecil. Sifat ini juga mampu menjadikan tendon dalam mentransformasikan gaya ke tulang itu tanpa menghabiskan energi untuk regangan tendon.

Ligament ini sendiri memiliki peran melanjutkan gaya yang ditransmisikan dari otot antara tulang yang satu itu dengan tulang yang lain, sehingga pada saat terjadi suatu pergerakan, stabilitas sendi ini bisa atau dapat dipertahankan. Tendon serta ligament ini termasuk kuat serta tidak akan putus dengan mudah. Kerusakan ini umumnya terjadi pada pertemuan dengan tulang.


Cedera Pada Ligamen

Oleh sebab ligament ini memainkan peranan yang penting di dalam pergerakan sendi, maka ia juga dapat atau bisa mengalami cedera. Cedera pada ligament ini sering disebut oleh orang yang tidak paham (awam) itu dengan istilah kata terkilir. Terkilir tersebut terjadi disebabkan karna adanya regangan yang melebihi batas normal suatu kemampuan ligament. Pada saat ligament rusak lebih parah, maka bisa atau dapat terjadi robek atau pecah. Berikut ini adalah macam jenis cedera yang dapat terjadi pada ligament, diantaranya :

1. Cedera ligament di lutut

Dapat disebabkan karna beberapa situasi, seperti halnya seperti memutar lutut dengan kaki yang ditahan,  melompat serta mendarat dengan posisi lutut tertekuk, memperluas gerakan lutut itu terlalu jauh, menghentikan secara tiba-tiba di saat berjalan serta juga mengangkat badan dari satu sisi ke sisi lain itu dengan secara tiba tiba.

Terdapat 4 (empat) ligamen yang rentan terkena cedera di daerah lutut, diantaranya :

  1. Ligamentum cruriatum anterior
  2. Ligamentum cruriatum posterior
  3. Lateral ligament kolateral
  4. Medial ligament kolateral

2. Cedera pergelangan kaki

Cedera pergelangan kaki terjadi pada saat ligament yang mendukung tulang-tulang pergelangan kaki teregang atau juga terobek. Cedera pergelangan kaki ini adalah cedera yang paling sering terjadi oleh para atlet. Penyebabnya ialah seperti kesalahan di dalam mendarat saat melompat, berlari di permukaan yang tidak rata, serta lain sebagainya.

Faktor-faktor yang mempengaruhi cedera pergelangan kaki ialah seperti :

  1. Kelemahan otot terutama itu di sekitar pergelangan kaki
  2. Lemah atau juga longgarnya suatu ligament yang berada pada sendi dipergelangan kaki
  3. Fleksibilitas yang buruk
  4. Kurang dalam melakukan pemanasan serta pergangan itu sebelum berolahraga
  5. Keseimbangan yang buruk

3. Cedera pergelangan tangan

Cedera ini terjadi disebabkan karna adanya regangan yang berlebihan pada ligament di sekitar pergelangan tangan. Derajat cedera pada pergelangan tangan tersebut dapat dibagi menjadi 3, diantaranya:

  1. Derajat 1 : ligament tersebut meregang tanpa jelas robekannya
  2. Derajat 2 : ligament ini robek sebagian
  3. Derajat 3 : ligament ini robek total

Demikianlah penjelasan mengenai Pengertian Ligamen, Anatomi, Fungsi, Struktur, Mekanisme, Jenis dan Cedera, semoga apa yang diuraikan dapat bermanfaat untuk anda.

Lihat Juga  √ Pengertian Brainware, Fungsi, Jenis, Komponen dan Contohnya

Lihat Juga  √ Pengertian OPEC, Sejarah, Tujuan, Prinsip, Syarat dan Anggotanya

Lihat Juga  √ Pengertian Close Source, Kelebihan & Kekurangan dan Contohnya