√ Pengertian Manajemen Kualitas, Konsep, Pendekatan dan Kriteria

Diposting pada

Pendidikan.Co.Id – Pada kesempatan ini kita akan membahas mengenai Manajemen kualitas, Terdapat 3 point yakni pengertian, Pendekatan dan Kriteria dari Manajemen kualitas, penjelasannya sebagai berikut :

Pengertian Manajemen Kualitas, Konsep, Pendekatan dan Kriteria

Pengertian Manajemen Kualitas

Pengertian Manajemen kualitas ini memiliki arti ialah sebagai suatu tindakan mengawasi semua kegiatan/aktivitas dan tugas-tugas yang diperlukan untuk dapat mempertahankan tingkat keunggulan yang diinginkan. Hal tersebut termasuk penentuan kebijakan mutu, menciptakan serta juga menerapkan perencanaan mutu juga jaminan, dan tentu kontrol kualitas serta peningkatan kualitas.

Kualitas yang diawasi tersebut tidak hanya terbatas pada kualitas produk namun juga kualitas perusahaan dengan secara keseluruhan. Mulai dari kualitas karyawan yang dipekerjakan, bahkan juga sampai kualitas perusahaan dimata para konsumen. Semua hal tersebut juga termasuk dalam lingkup manajemen kualitas.

Konsep dari manajemen kualitas ini sudah ada sejak tahun 1920an serta juga mulai bisa diterapkan dengan baik dalam bisnis pada tahun 1950an.

Jepang itu merupakan negara pertama yang menerapakan manajemen kualitas ini. Di masa-masa sulit ekonomi Disebabkan karena kualitas produk yang rendah, industri Jepang mencoba mencari cara untuk berubah.

Salah satunnya ialah Toyota yang menerapakan kualitas kontrol serta juga manajemen kualitas dalam suatu proses produksi mereka. Dengan menerapkan pola manajemen baru tersebut, pada akhir tahun 1960 Jepang juga berhasil menjadi negara pengekspor paling sukses.

Karena dengan manajemen kualitas yang baik, maka barang tersebut bisa  memiliki kualitas yang baik dan tentu saja dengan biaya produksi yang lebih murah.

Konsep Manajemen Kualitas

Sederhannya, konsep manajemen kualitas ini memiliki 3 pilar utama, diantaranya:

  1. Fokus kepada pelanggan (Customer Focus)
  2. Peningkatan berkesinambungan dengan berbasis fakta (Continuous Improvement Based on Facts) – yang diambil konsep Kaizen serta juga siklus PDCA (Plan Do Check Action)
  3. Partisipasi Menyeluruh dari seluruh tingkatan SDM (Total Participation)

Pendekatan Manajemen Kualitas

Terdapat beberapa pendekatan yang bisa dilakukan sebelum melakukan manajemen kualitas ini. Davis juga menegaskan bahwa kualitas tersebut bukan hanya menekankan pada aspek akhir yakni produk serta jasa namun  juga menyangkut kualitas manusia, kualitas proses serta juga kualitas lingkungan.

Sangatlah mustahil menghasilkan produk serta jasa yang berkualitas tanpa dengan melalui manusia dan produk yang berkualitas. Davis mengidentifikasikan lima (5) pendekatan perspektif kualitas yang bisa digunakan oleh para praktisi bisnis, diantaranya:

1. Transcendental Approach

Kualitas dalam pendekatan tersebut merupakan  sesuatu yang dapat dirasakan, namun sulit didefinisikan dan dioperasionalkan ataupun juga diukur.

2. Product-based Approach

Kulitas dalam pendekatan ini ialah  suatu karakteristik atau juga atribut yang dapat/bisa diukur. Perbedaan kualitas mencerminkan adanya perbedaan atribut yang dimiliki produk dengan secara objektif, tetapi pendekatan ini tidak dapat/bisa menjelaskan perbedaan dalam selera serta juga preferensi individual.

3. User-based Approach

Kualitas dalam pendekatan tersebut didasarkan pada pemikiran bahwa kualitas tergantung pada orang yang memandangnya, serta juga produk yang paling memuaskan preferensi seseorang atau juga cocok dengan selera (fitnes for used) ialah produk yang berkualitas paling tinggi.

4. Manufacturing-based Approach

Kualitas dalam pendekatan ini memiliki sifat supply-based atau dari sudut pandang produsen yang mendefinisikan kualitas ialah sebagai sesuatu yang sesuai dengan persyaratan (conformance quality) serta juga prosedur.

Pendekatan tersebut memiliki titik fokus pada kesesuaian spesifikasi yang ditetapkan perusahaan dengan secara internal. Oleh sebab itu, yang menentukan kualitas ialah standar – standar yang ditetapkan perusahaan, serta juga bukan konsumen yang menggunakannya.

5. Value-based Approach

Kualitas dalam pendekatan tersebut adalah memandang kualitas dari segi nilai serta juga harga. Kualitas didefinisikan ialah sebagai “affordable ascellence”.

Oleh sebab itu kualitas dalam pandangan tersebut bersifat relatif, sehingga suatu produk yang memiliki kualitas paling tinggi itu belum tentu produk yang paling bernilai. Produk yang paling bernilai ialah produk yang paling tepat beli.

Kriteria Manajemen Kualitas

Manajemen kualitas tersebut dikatakan berhasil apabila apa yang dikelolanya itu telah memenuhi beberapa kriteria. Pendapat tersebut dinyatakan oleh Garvin. Menurut beliau kriteria tersebut diantaranya :

  1. Performance (kinerja) : merupakan karakteristik pokok dari produk inti.
  2. Features : merupakan karakteristik pelengkap atau juga sebagai tambahan
  3. Reliability (kehandalan) : merupakan kemungkinan tingkat kegagalan pemakaian
  4. Conformance (kesesuaian) : merupakan sejauh mana karakteristik desain serta juga operasi produk memenuhi standar – standar yang sudah ditetapkan sebelumnya.
  5. Durabilty (daya tahan) : merupakan mengukur berapa lama suatu umur teknis atau juga umur ekonomis suatu produk.
  6. Serviceability (pelayanan) : merupakan mudah untuk diperbaiki, yang melingkupi kecepatan, kompetensi, kenyamanan, fasilitas, dalam pemeliharaan serta juga penanganan keluahan yang memuaskan.
  7. Aesthetics (estetika) : merupakan menyangkut pola, rasa serta juga daya tarik produk
  8. Percived Quality : merupakan menyangkut Citra atau juga reputasi produk dan juga  tanggung jawab perusahaan terhadap produk.

Sekian dan terima kasih sudah membaca mengenai Pengertian Manajemen Kualitas, Konsep, Pendekatan dan Kriteria, Semoga apa yang dipaparkan diatas dapat bermanfaat untuk anda.

Lihat Juga  √ Pengertian Sel Saraf, Struktur, Bagian, Fungsi dan Jenisnya
Lihat Juga  √ Pengertian Kimia Analisis, Jenis, dan Metode
Lihat Juga  √ 8 Konsep Dasar Akuntasi, Pengertian, Tujuan dan Prinsipnya