√ Pengertian Otot Jantung

Diposting pada

Pengertian Otot Jantung

Pengertian Otot Jantung

Otot jantung ini merupakan jenis otot lurik tidak sadar yang ditemukan di dinding jantung, khususnya ialah myocardium. Sel-sel yang kemudian meliputi otot jantung, disebut dengan cardiomyocyte atau juga sel otot myocardiocyteal, dapat atau bisa berisi satu, dua, tiga serta empat inti sel (tiga atau empat sangat jarang)

Otot jantung ini ialah sebuah otot penyusun dinding jantung yang kemudian meliputi sel cardiomycocyte atau pun juga sel otot myocardiocyteal yang memiliki jumlah satu atau juga dua, namun terdapat juga yang berjumlah 3 atau 4 inti sel tapi hal tersebut dapat dibilang sangat jarang terjadi.

Otot jantung itu disebut juga dengan myocardium (Myo berarti otot, Caridum berarti jantung). Otot jantung tersebut bergerak dibawah kesadaran yang tidak dipengaruhi oleh adanya perintah otak atau juga saraf pusat. Otot jantung ini adalah gabungan otot polos serta otot lurik, hal tersebut disebabkan karna memiliki kesamaan, seperti otot jantung itu memiliki daerah gelap serta terang, mempunyai banyak inti sel yang terletak di tengah seperti otot lurik sedangkan untuk otot polos itu mempunyai kesamaan sifat seperti bergerak dengan secara involunter.

Otot jantung tersebut berkerja tanpa lelah, dan tanpa istirahat yang membuat darah itu terus mengalir artinya manusia itu akan tetap terus hidup apabila berhenti maka yang akan terjadi tentu adalah kematian. Otot jantung tersebut bergerak dengan secara involunter, maksudnya otot jantung tersebut bisa atau dapat terus bekerja, tanpa istirahat disebabkan karna memiliki sejumlah mitokondria, mioglobin serta juga suplai darah ke seluruh tubuh sehingga dapat atau bisa memungkinkan terjadinya metabolisme aerobik secara terus menerus serta adanya suplai oksigen dan juga nutrisi.

otot jantung ini memiliki bentuk silindris, panjang bercabang yang memiliki inti lebih dari satu yang terletak inti pada pusat sel dengan sistem kerja tidak sadar.


Ciri Otot Jantung

Ciri-Otot-Jantung

Adapun karakteristik atau juga ciri-ciri otot jantung diantaranya sebagai berikut :

  1. Mempunyai bentuk yang memanjang
  2. Bekerja terus tanpa tau istirahat
  3. Inti sel tersebut berada ditengah
  4. Bekerja diluar kesadaran atau dapat atau bisa disebut bekerja tanpa adanya pengaruhi oleh adanya saraf pusat atau otak
  5. Ukuran panjang pada serabut jantung itu antara 50 – 100 µm,
  6. Mempunyai diameter yakni sekitar 14 µm.
  7. Mempunyai jumlah serabut yakni kurang lebih 1500 filamen
  8. Serabut otot jantung tersebut berupa sarkolema yang terdiri atas myofibril-myofibril yang tampak secara berdampingan
  9. Terdiri atas satu serta dua inti sel atau juga bahkan dapat atau bisa  berjumlah tiga serta empat namun sangat jarang dijumpai
  10. Dipengaruhi oleh adanya saraf otonom (saraf simpatik serta saraf parasimpatik )
  11. Mempunyai bentuk silindris bercabang serta juga menyatu
  12. Mempunyai serabut yang bercabang-cabang
  13. Mempunyai diskus interkalaris, interkalaris ini merupakan suatu pembatas antar sarkomer (sebuah bahan dasar itu dari sebagian besar sel-sel otot atau pun dapat atau bisa disebut juga unit fungsional dasar otot lurik)

Fungsi Otot Jantung

Fungsi-Otot-Jantung

Adapun fungsi dari otot jantung diantaranya sebagai berikut :

  1. Membantu untuk memompa darah ke seluruh tubuh.
  2. Membersihkan hasil metabolisme tubuh (karbondioksida)
  3. Berperan di dalam membantu sel sel di sekitarnya untuk kemudian berkontraksi.
  4. Berperan di dalam proses pemompaan ventrikel di jantung.
  5. Sebagai peremas darah sehingga darah tersebut bisa atau dapat keluar dari jantung saat berkontraksi serta kemudian mengambil darah pada saaat relaksasi.
  6. Menunjang kerja organ jantung.

Cara Kerja Otot Jantung

Cara-Kerja-Otot-Jantung

Cara kerja otot jantung di dalam tubuh manusia yaitu bekerja di bawah sadar atau pun tanpa kendali dari individu tersebut, aktifitas atau kegiatan yang dilakukan otot jantung tersebut dipengaruhi oleh saraf otonom yang merupakan saraf simpatik serta saraf parasimpatik. Sehingga otot jantung tersevbut mampu bekerja secara terus menerus tanpa henti serta juga mampu untuk menjadi pemeran utama di dalam keberlangsungan hidup manusia.

Dengan kata lain pada saat otot jantung tersebut bekerja akan dipengaruhi oleh sel-sel khusus yang kemudian disebut dengan sel pacu jantung. Sel tersebut mempunyai tanggung jawab yakni sebagai pengendali kontraksi jantung manusia.

Kemudian sistem saraf tersebut kemudian akan mengirimkan sinyal kepada sel-sel pacu jantung yang bisa atau dapat mempercepat serta juga memperlambat detak jantung anda. Jadi , kita tidak dapat atau bisa mengendalikan kinerja dari otot ini.


Struktur Otot Jantung

struktur-otot-jantung

Adapun struktur dari otot jantung ini diantaranya sebagai berikut :

1. Perikardium Parietal

Menempel dilapisan luar serta juga menciptakan lapisan cairan yang membantu melumasi jantung. Lapisan dalam, atau juga endokardium, memisahkan otot itu dari darah yang dipompa di dalam bilik jantung.Pada saat kita melihat sedikit lebih dekat diotot tersebut, maka kita dapat atau bisa melihat bahwa itu diatur dalam lembaran sel, yang kemudian terhubung satu sama lain yakni dengan cara kerja kisi.

Yangmana dua sel tersebut bertemu persimpangan khusus yang disebut dengan cakram selingan yang mengunci kedua sel ditempatnya. Sementara daerah tersebut terlihat seperti cakram gelap di bawah mikroskop,Proyeksi tersebut mempunyai lubang kecil di dalamnya (gap junction) yang bisa atau dapat melewati impuls untuk berkontraksi ke sel yang terhubung.Jalinan antara serta di sekitar sel-sel ini adalah saraf serta pembuluh darah, yang kemudian membawa sinyal serta  oksigen itu ke otot jantung.

Pada tingkat mikroskopis, otot jantung tersebut kemudian diatur seperti otot rangka. Kedua jaringan otot lurik, yang berarti mereka itu menunjukkan pita gelap serta juga terang pada saat dilihat di bawah mikroskop.


2. Sarkoma

Sarkoma ini merupakan sebuah kumpulan serat protein yang merespons sinyal serta kontrak. Pada otot rangka dan juga jantung, sarkomer tersebut terbuat dari aktin dan miosin serta kemuidna didukung oleh protein yang sama.


3. Tropomyosin

Tropomyosin ini merupakan suatu protein yang membungkus aktin serta menghentikan myosin itu dari ikatan dengannya. Troponin ini adalah suatu protein yang kemudian memegang tropomyosin di tempatnya itu sampai sinyal untuk kontrak itu sudah diterima.


Jenis Penyakit Otot Jantung

Jenis-Penyakit-Otot-Jantung

Disebabkan oleh karna fungsinya dari otot jatung yang sangat penting di dalam menjalankan kerja jantung, maka wajar saja apabilaterdapat  gangguan pada otot jantung tersebut yang tentu akan berdampak buruk terhadap sirkulasi darah di dalam sebuah tubuh. Salah satu dari kelainan pada otot jantung itu disebut dengan kardiomiopati. Kardiomiopati ini merupakan menurunnya kekuatan otot jantung sehingga kemudian tidak dapat atau bisa mengalirkan darah itu ke seluruh tubuh dengan secara adekuat.

Terdapat empat tipe kardiomiopati, diantaranya :

Kardiomiopati dilatasi

Kardiomiopati dilatasi ini adalah salah satu jenis gangguan otot jantung yang paling sering sekali terjadi. Kondisi ini muncul pada saat otot jantung tersebut mengalami pembesaran serta meregang, sehingga kemudian serat otot tersebut menjadi lebih tipis serta tidak dapat atau bisa berkontraksi dengan baik. Kardiomiopati tersebut dilatasi dapat atau bisa diturunkan dengan secara genetik atapun juga disebabkan oleh karna tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol, gangguan katup jantung, penyakit jantung, infeksi seperti hepatitis dan HIV, serangan jantung, hingga konsumsi alkohol serta juga kokain itu dalam jangka panjang.


Kardiomiopati hipertropik

Kardiomiopati hipertropik ini muncul akibat menebalnya otot jantung itu dengan secara abnormal, khususnya di ventrikel (bilik) kiri jantung. Penebalan tersebut kemudian membuat otot jantung tersebut tidak dapat atau bisa memompa darah dengan secara normal. Biasanya, kardiomiopati hipertropik tersebut ialah penyakit genetik yang diturunkan oleh keluarga. Atau pun juga disebabkan karena penyakit lain, seperti misalnya diabetes, hipertensi, serta  gangguan tiroid.


Kardiomiopati restriktif

Kardiomiopati jenis ini lebih sering terjadi dilansia. Kardiomiopati jenis kemudian timbul sebagai dampak dari kurang elastisnya otot jantung tersebut sehingga tidak dapat atau bisa mengembang dengan baik. Hal tersebut membuat aliran darah yang menuju jantung tersebut menjadi berkurang atau juga bahkan terhenti. Tidak ada yang tahu pasti tentang penyebab dari munculnya kardiomiopati restriktif. Namun, kondisi tersebut bisa atau dapat merupakan bagian dari penyakit lain yang juga memengaruhi organ jantung, misalnya seperti hemokromatosis (penumpukan zat besi di dalam tubuh) serta juga penyakit jaringan ikat.


Aritmogenik displasia ventrikel kanan (arrhythmogenic right ventricular dysplasia)

Jenis kardiomiopati ini kemudian sangat jarang terjadi. Gangguan tersebut timbul akibat adanya pergantian otot bilik kanan yakni dengan jaringan parut. Pergantian tersebut kemudian menyebabkan dinding ruang jantung menipis serta merenggang. Akibatnya, irama jantung tersebut menjadi tidak beraturan serta tidak dapat atau bisa mengalirkan darah itu ke seluruh tubuh dengan optimal.


Menjaga Kesehatan Otot Jantung

Menjaga-Kesehatan-Otot-Jantung

Di dalam beberapa kasus, penyakit kardiomiopati tersebut tidak dapat dicegah, terlebih apabila kondisi ini muncul akibat adanya faktor genetika. Akan tetapi, kita masih bisa atau dapat mengurangi kemungkinan munculnya gejala kardiomiopati serta juga jenis penyakit jantung lainnya dengan menerapkan pola hidup sehat, seperti dibawah ini:

  1. Batasi mengkonsumsi minuman berkafein serta beralkohol.
  2. Berolahraga dengan secara teratur.
  3. Kelola stres dengan baik.
  4. Hentikan kebiasaan merokok.
  5. Jagalah berat badan ideal Anda. apabila kamu mempunyai riwayat obesitas, disarankan untuk dapat mengatur pola makan serta juga menurunkan berat badan.
  6. Mulailah melakukan diet sehat dengan secara teratur, kurangi memakan makanan yang manis sekali, tinggi garam, serta juga tinggi kolesterol.
  7. Istirahat yang cukup.
  8. Rutinlah memeriksakan diri ke dokter (kalau ada riwayat penyakit jantung).

Demikianlah penjelasan mengenai Pengertian Otot Jantung, Ciri, Fungsi, Struktur, Cara Kerja dan Jenis, semoga apa yang diuraikan dapat bermanfaat untuk anda. Terima kasih

Lihat Juga  √ Alveolus : Pengertian, Fungsi, Ciri dan Struktur Bagiannya
Lihat Juga  √ Pengertian Manajemen Aset, Tujuan, Siklus & Menurut Ahli
Lihat Juga  √ Pengertian Retail, Fungsi, Jenis, Contoh, & Menurut Para Ahli