√Pengertian Silvikultur, Dasar, Tujuan, Kegiatan dan kedudukan

Diposting pada

Pendidikan.Co.Id – Didalam pengelolaan hutan serta perbanyakan jenis tanaman pada bidang kehutanan sering sekali dikenal dengan istilah “SILVIKULTUR”. Kata SILVIKULTUR ini sudah tidak asing lagi bagi para petualang yang sering menata pertumbuhan pohon-pohon. Banyak para ahli yang memberikan definisi serta pengertian mengenai SILVIKULTUR dalam mengungkapkan dengan jelas makna sesungguhnya.

Definisi-definisi tersebut antara lain sebagai berikut, “Silvikultur” adalah :

  1. Seni dapat memproduksi serta memlihara hutan.
  2. Penerapan ilmu pengetahuan silvika didalam memperlakukan hutan.
  3. Teori serta praktek pengendalian, pembentukan komposisi serta pertumbuhan hutan.
  4. Ilmu serta juga seni membudidayakan hutan tanaman.

Pengertian Silvikultur, Dasar, Tujuan, Kegiatan dan kedudukan

Secara literatur lain, Sivikultur Hutan ini juga diartikan ialah sebagai suatu kegiatan / suatu aktivitas yang dijalankan untuk dapat menentukan pokok hutan atau dasar lahan untuk dapat memenuhi keperluan optimal dalam mencapai pertumbuhan yang maksimal.

Silvikultur tersebut juga didefinisikan ialah sebagai Ilmu pengetahuan serta juga seni membudidayakan hutan untuk dapat atau dapat memproduksi serta memelihara hutan. Meliputi teori serta juga praktek pengendalian, pembentukan komposisi juga pertumbuhan hutan.


Pengertian Silvikultur

Pengertian dari silvikulutur merupakan sebuah seni pembentukan dan pemeliharaan hutan pada ilmu silvika sesuai dengan tujuan tertentu dengan tidak meninggalkan aspek dari segi ekonomi.
Manfaat dari silvikultur  itu sendiri bisa berupa manfaat langsung ataupun juga tidak langsung, contohnya dari hasil hutan kayu atau juga dari hasil hutan non kayu beserta dengan hasil pengolahan lanjutannya

Dasar Silvikultur

Dasar dasar silvikultur ini dapat berupa:

  1. Merupakan ilmu pengetahuan biologi serta juga ilmu pengetahuan ekologi
  2. Silvikultur ini selalu berhubungan dengan sosial ekonomi juga administrasi
  3. Konflik ekologi, ekonomi, serta administrasi harus bisa diselesaikan
  4. Harus bisa menganalisis tegakan pohon juga keadaan sosial ekonomi masyarakat sekitar
  5. Silvikultur tersebut harus baik dan sifanya harus menguntungkan

Kedudukan Silvikultur

Kedudukan silvikultur ini bisa dilihat, sebagai berikut:

  • Silvikultur itu seperti agronomi pada pertanian
  • Silvikultur berhubungan dengan silvika, fisiologi, perlindungan hutan, juga ilmu tanah
  • Untuk membuktikan sebuah kebenaran formal serta juga ide ide baru di lapangan
  • Bekerja sama dengan faktor iklim juga tanah
  • Silvikultur dengan menggunakan metode yang tepat dalam aktivitas pengelolaan (azas pelestariaan)
  • Pihak manajemen akan mendapatkan keuntungan dari investasinya didalam menggunakan silvikultur
  • Bisa memilih serta juga menentukan pilihan didalam penerapan teknologi silvikultur

Tujuan Silvikultur

Tujuan dari silvikultur ini terdapat bermacam jenis, berikut ini merupakan tujuan dari silvikultur itu sendiri, sebagai berikut:

  1. Menentukan pilihan teknologi, yang mana bisa hingga merombak hutan itu sendiri. Dimana berguna untuk dapat mendapatkan bahan baku kayu (pulp, plywood, kayu, dll)
  2. Sebagai kawasan perlindungan sumber daya alam hayati atau sebagai suatu sistem tata air. Yangmana sedikit sekali tindakan pengelolaan didalam kawasan tersebut, sehingga hanya dengan cara membiarkannya dengan secara alamiah. namun juga diperlukan tindakan silvikultur apabila terjadi bencana alam
  3. Sebagai pembangunan serta juga pemeliharaan hutan juga menghasilkan sebuah produk barang yang  dapat berupa kayu dan non kayu, barang juga jasa
  4. Mengatur struktur tegakan pohon
  5. Mengubah sebagian ekosistem menjadi ekosistem yang baru, sebagiannya dapat dibiarkan alami
  6. Untuk pemanenan hasil hutan, pemandangan yang menarik juga bagus, sebagai wisata alam, mengontrol populasi hama, dan juga perlindungan air
  7. Mengontrol komposisi jenis dari aspek ekonomi ekologi, misalanya Tegakan hutan yang dikelola mempunyai jenis yang sedikit atau sebaliknya jenis yang berlebihan; jenis yang berharga atau juga eksotik dapat ditingkatkan jumlahnya
  8. Mengatur kerapatan tegakan yang dipengaruhi oleh diameter maupun tinggi; apabila tegakan rapat, maka diameter kecil serta melambat, memacu pertumbuhan, tinggi batang bebas cabang (TBBC) tinggi, juga mengalami prunning alami; apabila tinggi batang bebas cabang (TBBC) rendah atau tegakan jarang, maka diameternya besar, sehingga akan dilakukan penjarangan, begitu juga sebaliknya
  9. Pengendalian pertumbuhan sebuah tanaman, tergantung dari keadaan ruang tumbuh, bisa dengan cara memberikan ruang tumbuh, yang optimal untuk tanaman pokok
  10. Pengendalian rotasi, dimulai dari penanaman, lanjut ke pemeliharaan, lalu penjarangan, lalu panen daserta n dimulai lagi dari pemanenan, dan juga seterusnya
  11. Proteksi hama serta penyakit, dengan cara salvage cutting (tebang penyelamatan)
  12. Pelestarian ekosistem, tanah, terbentuknya lahan hutan, dan juga daur hara

Kegiatan Silvikultur

Kegiatan-Kegiatan didalam Silvikultur Hutan ini mencakup sebagai berikut:

Peremajaan hutan

Peremajaan hutan merupakan sebuah usaha memperbarui tegakkan hutan dengan cara menanam pohon-pohon yang baru. Metode peremajaan, pada suatu spesies yang digunakan serta juga kepadatan tegakan sebuah pohon itu dipilih dengan berdasarkan tujuan atau goals yang ingin dicapai. Peremajaan tersebut dapat dibedakan menjadi peremajaan alami serta peremajaan buatan. Peremajaan buatan sudah menjadi metode yang paling didalam menanam sebab lebih diandalkan jika dibandingkan dengan regenerasi alami. Penanaman tersebut bisa menggunakan bibit, akar yang belum tercabut atau juga dengan terubusan atau juga dengan menggunakan benih.

Perawatan hutan

Kegiatan atau aktivitas Perawatan hutan, meliputi sebagai beriktu:

1. Pengayaan

Pengayaan atau enrichment merupakan meningkatkan kepadatan tegakan hutan dengan cara menanam di hutan yang sudah tumbuh.

2. Penipisan atau thinning

merupakan suatu pengendalian jumlah pohon disuatu area tertentu, misalialah  dengan menebang pohon yang tumbuh dengan secara tidak normal atau karena kualitas kayu yang buruk sehingga akan dapat memberikan ruang lebih baik bagi pohon lain yang tentu kondisinya lebih sehat. Penipisan tersebbut bukan untuk menyediakan ruang dalam menanam kembali. Penipisan tersebut bisa saja dilakukan dengan tebang pilih atau dengan cara menebang pohon tertentu ataupun dengan secara mekanis dengan pola, misalnya ialah dengan menebang baris tertentu atau pada lokasi tertentu. Penipisan tersebut juga sering dilakukan dengan tujuan ekologi untuk melestarikan spesies tertentu serta bukan untuk meningkatkan hasil kayu.

3. Pemangkasan

Pemangkasan didalam sebuah silvikultur merupakan sebuah pemotongan cabang terendah dari sebuah pohon yang hasilnya itu tidak produktif dalam hal fotosintesis hal itu juga mencegah perkembangan mata kayu. Kayu yang terbebas dari mata kayu akan memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Umumnya sebuah cabang dengan daun yang tidak menerima suatu cahaya matahari dalam waktu lama akan runtuh dengan sendirinya, dan angin akan membantu dalam mempercepat keruntuhan cabang. Pohon dapat ditanam dengan jarak tertentu sehingga ranting terbawah sulit menerima cahaya matahari dan efek keruntuhan cabang secara alami tersebut dapat terjadi sesuai dengan tujuan.

Sekian dan uraian mengenai Pengertian Sulvikultur, Dasar, Tujuan, Kegiatan dan kedudukan, semoga dapat bermanfaat unntuk anda.

Lihat Juga  √Pengertian Etika, Ciri dan Jenis Secara Umum Menurut Para Ahli
Lihat Juga  √ Pengertian IMF, Tujuan, Anggota dan Fungsinya
Lihat Juga  Pengertian Teks Negosiasi : Struktur, Unsur, Dan Cirinya