√ Pengertian Cairan Serebrospinal, Proses Terbentuk, Letak dan Fungsinya

Diposting pada

Pendidikan.Co.Id – Kesempatan ini kita akan membahas mengenai Cairan Serebrospinal, penjelasan selengkapnya akan diuraikan sebagai berikut :

Pengertian Cairan Serebrospinal, Proses Terbentuknya, Letak dan Fungsinya

Pengertian Cairan Serbrospina

Cairan serebrospinal (Zalir serebrospinal) atau (Liquor cerebrospinalis, cerebrospinal fluid, CSF) merupakan sejenis cairan tubuh yang menempati ruang sub-arachnoid serta sistem ventrikular yang menyelimuti otak serta juga sumsum tulang belakang. CSF ini merupakan larutan yang menyangga sistem saraf pusat. Oleh sebab CSF, otak tersebut bisa mengambang dengan sempurna serta tidak mengalami gangguan oleh beratnya sendiri, terutama saat terjadi gerakan kepala.

Cairan serebrospinal ini berupa suatu cairan bening yang terdapat di otak, sterna serta juga ruang subarachnoid yang mengelilingi otak serta juga medulla spinalis (sumsum tulang belakang). Cairan tersebut mempunyai/memiliki tekanan yang konstan serta memiliki ruangan-rungan yang saling berhubungan satu sama lain.

Cairan serebrospinal ini dihasilkan oleh pleksus choriodeus ventriculus lateralis, yakni suatu ruangan yang terletak di dalam otak manusia yang lalu cairan yang dihasilkan tersebut dialirkan ke ventrikel lateralis. Cairan serebrospinal ini memiliki fungsi ialah sebagai peredam mekanis terhadap kejut. Cairan tersebut juga memberikan pelumas antara tulang serta sekitarnya dan juga otak dengan sumsum tulang belakang. Saat seseorang mengalami cedera kepala, cairan tersebut bertindak ialah sebagai bantal yang akan meminimalisir atau juga mengurangi efek daripada cedera tersebut.

Proses Terbentuknya Cairan Serebrospinal (CSS)

Sebagian besar cairan serebrospinal (sebanyak 2/3 atau lebih) diproduksi di dalam pleksus koroideus ventrikel serebri. Sejumlah kecil dari cairan serebrospinal ini dibentuk oleh sel ependim yang membatasi ventrikel serta juga membran araknoid, dan juga sisanya terbentuk dari cairan yang bocor ke ruangan perivascular di sekitar pembuluh darah otak (kebocoran sawar darah otak).

Pada orang dewasa normal, volume cairan serebrospinal yakni sekitar 21 ml/jam atau juga 500 ml/hari. Totalnya itu hanya sekitar 150 ml.

Letak Cairan Serebrospinal (CSS)

Secara anatomis, cairan serebrospinal ini ditemukan di dalam ruang-ruang otak (ventrikel) otak), yakni pada:

  • Ruang Subaraknoid
  • Ventrikel otak
  • Kanal pusat sumsum tulang belakang

Cairan tersebut dihasilkan di dalam pleksus koroid yang terdapat di atas (atap) ventrikel ketiga serta keempat dan hyga pada dinding tengah ventrikel lateral. Cairan tersevyt dihasilkan secara terus menerus, yang diimbangi dengan proses penyerapan kembali (absorpsi) kembali ke dalam darah.

Aliran Cairan Serebrospinal (CSS)

Aliran yang dilewati cairan serebrospinal mulai dari saat terbentuk hingga diabsorpsi kembali ke dalam darah yaitu:

Dari ventrikel lateral ini menuju ventrikel III (disini cairan serebrospinal akan bertambah banyak) lalu mengalir dengan melalui akuaduktus sylvii ke dalam ventrikel IV (yang juga menghasilkan cairan serebrospinal), selanjutnya keluar dengan melalui foramen magendie serta luschka (lubang yang terdapat di tengkorak) ke dalam ruang subaraknoid lalu ke sinus venosus kranial dengan melalui vili araknoid (vili ini merupakan berkas pia araknoid yang menembus duramater (salah satu lapisan otak).

Jika salah satu dari foramen tersebut mengalami suatu penyumbatan, maka cairan tersebut serebrospinalnya akan secara terus bertambah, sehingga ventrikel otak itu juga akan semakin membesar disebabkan karena tekanan cairan yang semakin banyak tersebut. Pembesaran ventrikel tersebut akan mengakibatkan penekanan pada saraf-saraf di sekitarnya. Sehingga akan mengganggu fungsi normal dari kerja otak. Apabila hal tersebut terjadi pada bayi baru lahir, maka kepala bayi itu akan membesar, dan disebut dengan istilah yakni hidrosefalus.

Fungsi Cairan Serebrospinal (CSS)

Fungsi utama cairan serebrospinal yakni untuk dapat melindungi sistem saraf pusat yang terdiri dari otak serta juga sumsum tulang belakang dari trauma berupa tekanan atau juga benturan dari luar. Selain dari itu, cairan serebrospinal ini juga berperan dalam mempertahankan lingkungan cairan supaya sesuai dengan otak.

Di ibaratkan, cairan serebrospinal merupakan air yang digunakan untuk vusa mengapungkan otak. Sehingga apabila terjadi tekanan atau juga benturan, tidak secara langsung mengenai otak, sehingga bisa  meminimalkan cedera yang terjadi.

Cairan serebrospinal ini dapat menunjang keseimbangan komposisi jaringan di dalam tengkorak. Bersama dengan otak serta darah yang berada di dalam kapiler, ketiganya itu berperan dalam menjaga tekanan intrakranial (tekanan dalam ruang tengkorak) didalam batas yang normal. Menurut postulat Kellie Monroe, apabila salah satu dari ketiga komponen tersebut jumlahnya melebihi batas normal, maka akan menyebabkan peningkatan tekanan intrakranial. Komposisi cairan tersebut terdiri dari campuran plasma darah serta cairan interstitial (air, elektrolit, oksigen, karbon dioksida, glukosa, beberapa leukosit (terutama limfosit) dan juga sedikit protein.

Sekian dan terima kasih sudah membaca mengenai Pengertian Cairan Serebrospinal, Proses Terbentuknya, Letak dan Fungsinya, semoga apa yang diuraikan dapat bermanfaat untuk anda.

Lihat Juga  √ Pengertian Promosi, Tujuan, dan Jenisnya Menurut Para Ahli
Lihat Juga  √ Pengertian Bea Cukai, Ciri, Aspek, Tugas, dan Fungsinya
Lihat Juga  √ Pengertian Budi Pekerti, Macam, Tujuan Beserta Manfaatnya