√ Pengertian Energi Nuklir, Jenis, Sejarah, Keuntungan dan Kerugian

Diposting pada

Pendidikan.Co.Id – Kali ini kita akan membahas mengenai pengertian energi nuklir, Energi nuklir merupakan suatu energi yang dihasilkan oleh adanya reaksi nuklir yang terkendali. Dalam fisika nuklir, sebuah reaksi nuklir merupakan sebuah proses yangmana dua nuklei atau partikel nuklir itu bertubrukan, untuk dapat memproduksi hasil yang berbeda dari produk semula. Reaksi fisi nuklir ialah suatu reaksi pembelahan inti atom dari akibat tubrukan inti atom yang lainnya, dan juga menghasilkan energi dan atom baru yang bermassa lebih kecil, dan juga radiasi elektromagnetik. Reaksi fusi tersebut juga menghasilkan radiasi sinar alfa, beta serta juga gamma yang sangat berbahaya untuk manusia.

Pengertian Energi Nuklir, Jenis, Sejarah, Keuntungan dan Kerugian

Pengertian Energi Nuklir

Partikel nuklir ialah seperti proton serta neutron tidak rusak didalam proses fisi dan fusi, tapi koleksi mereka memiliki massa lebih rendah daripada apabila mereka berada dalam posisi dalam memisahkan / individu. Perbedaan besar dalam massa tersebut dilepaskan dalam bentuk panas seta radiasi dalam reaksi nuklir (panas dan radiasi sudah kehilangan massa, namun terkadang dilepaskan ke sistem, yang tidak terukur). Energi matahari merupakan salah satu contoh dari konversi energi ini. Di bawah sinar matahari, perubahan proses fusi hidrogen 4 miliar ton materi surya /(per)detik menjadi energi elektromagnetik, yang setelah itu diradiasikan ke ruang angkasa.

Pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

PLTN termasuk kedalam pembangkit listrik beban dasar, yang bisa bekerja dengan baik pada saat daya output konstan (meskipun mendidih reaktor air dapat turun setengah kekuatan pada malam hari). Daya yang dihasilkan per unit dari 40 MWe itu tanaman mulai 1000 MWe. Unit baru dibangun pada tahun 2005 dan mempunyai 600-1200 MWe.

Sejarah Nuklir

Reaktor nuklir pertama didalam menghasilkan listrik pembangkit stasiun EBR-I percobaan itu pada 20 Desember 1951 berlokasi Arco, Idaho, Amerika Serikat. Ditanggal 27 Juni 1954, pembangkit listrik pertama di dunia yang menghasilkan sebuah listrik nuklir untuk jaringan listrik (power grid) mulai beroperasi pada Obninsk, Uni Soviet. Pembangkit listrik tenaga nuklir pertama itu skala komersial Inggris Calder Hall, yang dibuka pada 17 Oktober 1956.

Jenis-Jenis PLTN

Pressurized Reactor Air untuk kapal. Reaktor tersebut menggunakan air laut ialah sebagai pendingin kondensor.
PLTN tersebut dikelompokkan dengan berdasarkan jenis reaktor yang digunakan. Namun ada juga PLTN yang menerapkan unit-unit independen, serta juga dapat menggunakan berbagai jenis reaktor. Selain dari itu, beberapa jenis reaktor berikut, di masa depan tersebut diharapkan memiliki atau mempunyai  sistem keselamatan pasif.
Reaktor daya fisi membangkitkan panas dengan melalui reaksi fisi nuklir dari isotop fisil uranium serta juga plutonium.
Selanjutnya, reaktor daya fisi tersebut dikelompokkan menjadi:

  1. Reaktor thermal menggunakan moderator neutron
    Didalam memperlambat atau neutron sedang saya-sehingga mereka dapat menghasilkan fisi berikutnya. Neutron yang dihasilkan dari fisi memiliki/mempunyai energi tinggi atau dalam keadaan yang cepat, serta juga harus diturunkan energi atau melambat (dibuat thermal) oleh moderator sehingga untuk dapat memastikan kelangsungan reaksi berantai. Hal tersebut berkaitan dengan jenis bahan bakar yang digunakan reaktor thermal yang lebih mempunyai neutron lambat ketimbang neutron cepat untuk fisi.
  2. Reaktor cepat mempertahankan reaksi berantai tanpa memerlukan moderator neutron.
    Karena reaktor cepat tersebut menggunakan berbagai denan jenis bahan bakar untuk reaktor termal, neutron yang dihasilkan [ada reaktor cepat tidak perlu diperlambat dalam memastikan reaksi fisi lanjutan. Dapat dikatakan, bahwa reaktor thermal tersebut menggunakan neutron thermal serta reaktor cepat menggunakan neutron cepat didalam proses fisi masing-masing.
  3. Reaktor subkritis dengan menggunakan sumber neutron luar  untuk menghasilkan reaksi berantai fisi.
    Ditahun 2004 ini hanya konsep teoritis, serta tidak ada prototipe sudah diusulkan atau dibangun untuk dapat menghasilkan listrik, walaupun beberapa laboratorium demonstrasi serta beberapa studi kelayakan sudah dilakukan.

Keuntungan dan Kekurangan

Dibawah ini merupakan keuntungan PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir), antara lain sebagai berikut :

Keuntungan PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir)

Keuntungan PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir) jika dibandingkan dengan pembangkit listrik utama lainnya antara lain :

  1. Tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca (selama operasi normal) – gas rumah kaca tersebut hanya dikeluarkan pada saat Diesel Generator Darurat berjalan serta beberapa menghasilkan gas)
  2. Tidak mencemari udara – tidak menghasilkan gas berbahaya misalnya seperti karbon monoksida, sulfur dioksida, aerosol, mercury, nitrogen oksida, partikulate atau asap fotokimia
  3. Tidak banyak menghasilkan limbah padat (selama operasi normal)
  4. Biaya bahan bakar rendah – karena hanya sedikit bahan bakar yang dibutuhkan
  5. Ketersediaan bahan bakar yang melimpah – karena bahan bakar yang diperlukan itu sedikit
  6. Baterai Nuklir – (lihat SSTAR)

Kekurangan PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir)

Berikut adalah beberapa hal yang kekurangan PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir) adalah sebagai berikut:

  1. Risiko kecelakaan nuklir – kecelakaan nuklir terbesar,  kecelakaan Chernobyl (yang tidak mempunyai bangunan penahanan)
  2. limbah nuklir – limbah radioaktif tingkat tinggi yang dihasilkan itu dapat bertahan selama ribuan tahun.
  3. limbah ex PLTN Serta Reaktor Riset. Limbah tidak harus disimpan di negara bagian pemilik pembangkit listrik tenaga
  4. nuklir Serta reaktor riset. Untuk limbah dari industri pengguna bahan radioaktif, tersebut dapat diproses dalam Limbah Treatment Plant Zat Radioaktif, contohnya, yang dimiliki oleh BATAN Serpong.

Sekian dan terima kasih, diatas merupakan penjelasan mengenai Pengertian Energi Nuklir, Jenis, Sejarah, Keuntungan dan Kerugian, semoga dapat bermanfaat untuk anda.

Lihat Juga  √ Pengertian Musik Ansambel, Jenis, Cara dan Contohnya
Lihat Juga  √ RNA (Ribonucleic Acid) : Pengertian, Fungsi, Struktur, Jenis dan Proses Terbentuknya
Lihat Juga  √ Pengertian Jaringan Meristem, Struktur, Fungsi, Ciri dan Sifat