√ Pengertian Revolusi Bumi, Proses, Akibat Beserta Manfaatnya

Diposting pada

Pendidikan.Co.Id – Dikesempatan ini kita akan membahas mengenai revolusi bumi, penjelasan mengenai revolusi ini akan diuraikan dengan beberapa point penting seperti, proses revolusi bumi, akibat dan juga manfaat dari revolusi bumi, penjelasan selengkapnya mengenai revolusi bumi ini akan diuraikan sebagai berikut :

Pengertian Revolusi Bumi, Proses, Akibat Beserta Manfaatnya

Pengertian Revolusi

Revolusi merupakan kata yang mempunyai arti sebagai perubahan dalam waktu yang cepat. Kata revolusi ini juga mempunyai kebalikan atau antonim, ialah  “evolusi” yang artinta perubahan yang terjadi dalam waktu lama. Namun, revolusi yang dibicarakan sekarang bukanlah revolusi yang semacam itu, namun revolusi yang akan dibicarakan ialah mengenai revolusi bumi. Revolusi bumi yang akan bicarakan ini ialah sama dengan revolusi- revolusi yang dilakukan planet- planet di tata surya. Revolusi yang dimaksud ialah pergerakan planet- planet didalam mengelilingi pusat tata surya, ialah matahari.

Revolusi bumi artinya adalah aktivitas bumi mengitari matahari yakni sebagai pusat tata surya. Revolusi bumi juga sering disebut dengan kegiatan Bumi dalam mengorbit matahari (baca: bagian- bagian matahari). Waktu yang dihabiskan bumi di dalam sekali mengitari matahari tersebut satu tahun. Sehingga adanya penanggalan hingga tahunan tersebut dikarenakan adanya revolusi planet Bumi. Tidak hanya bumi yang melakukan revolusi, tapi juga planet- planet yang lainnya, serta bahkan benda- benda langit seperti misalnya bintang- bintang serta asteroid juga melakukan revolusi terhadap matahari. Sementara dari hal tidak hanya matahari saja yang berperan yakni sebagai pusat yang dikelilingi, namun planet juga menjadi pusat serta dikelilingi oleh benda langit yang disebut dengan sebutan satelit. Hampir seluruth planet itu memiliki satelit alamnya masing- masing serta tiap-tiap satelit tersebut mengelilingi planet- planetnya.

Orbit Bumi

Dalam mempelajari revolusi bumi, tidak lepas dari yang namanya orbit bumi. Orbit ini merupakan lintasan yang dipunyai setiap planet dalam kegiatan/aktivitas dalam mengelilingi matahar. Lintasan atau orbit tersebut sangatlah penting disebabkan menciptakan keteraturan bagi planet didalam mengitari matahari, sehingga tidak terjadi tubrukan antara satu planet dengan planet lainnya. Orbit yang dimiliki oleh planet- planet tersebut ialah oval atau lonjong, termasuk juga orbit bumi.

Proses Revolusi Bumi

Bumi ini melakukan revolusi tanpa henti serta tidak berhenti. Proses revolusi bumi tersebut terjadi dalam waktu panjang yang mana kita kenal sebagai sebutan tahun. Bumi ini membutuhkan waktu sekitar 365 hari untuk satu (1) kali mengorbit matahari atau juga melakukan revolusi bumi. Dalam proses revolusi bumi tersebut kedudukan bumi tidak tetap. apabila kita mencermati datangnya sinar matahari pada bulan Maret, Juni, September, serta juga Desember, maka kita akan mengetahui bahwa arah sinar matahari datangnya itu tidaklah tetap. Pada tanggal 21 Maret, matahari berada di garis lintang nol derajat Khatulistiwa, dan untuk tanggal 21 Juni matahari itu terletak di garis balik utara,serta tanggal 23 September matahari itu kembali lagi ke khatulistiwa, serta pada tanggal 22 Desember matahari tersebut terletak di garis balik selatan. Pergeseran- pergeseran yang dialami matahari itu merupakan pergeseran yang tidak nyata atau juga dinamakan pergeseran semu. Pergeseran semu matahari tersebut merupakan peristiwa tahunan.

Lihat Juga  √ Pengertian Struktur Sosial, Bentuk, Ciri, Fungsi, beserta Contohnya

Pergeseran semu tahunan matahari itu disebabkan poros bumi selalu menunjuk ke satu arah serta arah itu membentuk sudut 66° dengan bidang tempuhan atau juga peredaran bumi. Atau bisa juga dikatakan bidang khatulistiwa bumi ini membentuk sudut 23° dengan bidang tempuhan atau juga peredaran bumi. Karena kedudukan yang sedemikian ini maka sinar matahari tersebut tidak selalu menyinari permukaan bumi yang sama, namun berubah- ubah itu sesuai dengan kedudukan bumi disaat itu. Dan hal tersebut cukup membuktikan bahwa bumi itu melakukan revolusi atau mengorbit bulan.

Akibat Revolusi Bumi

Revolusi Bumi ini merupakan peristiwa tata surya yang sangat berpengaruh bagi kelangsungan hidup seluruh makhluk hidup yang ada di bumi. Terdapat banyak sekali akibat atau dampak yang ditimbulkan dari peristiwa revolusi bumi yang tentu saja hal itu sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Dibawah ini merupakan beberapa akibat revolusi bumi antara lain adalah sebagai berikut:

Terjadinya gerak semu matahari

Revolusi bumi yang merupakan gerakan bumi mengelilingi matahari, menyebabkan timbulnya gerak semu matahari.

Terjadinya perbedaan waktu siang dan malam

Akibat dari adanya revolusi bumi tersebut terjadinya perbedaan waktu antara siang serta malam. Sebenarnya terjadinya siang dan malam ini merupakan akibat rotasi Bumi (yakni perputaran Bumi pada porosnya), namun revolusi bumi ini juga berpengaruh terhadap perbedaan waktu atau lamanya siang dan juga malam. Perbedaan waktu atau lamanya siang serta malam tersebut dibagi menjadi tiga bagian waktu atau periode, yakni 21 Maret – 23 Desember, 23 Seotember – 21 Maret, dan 21 Maret – 23 September. Penjelasan lebih detail mengenai periode- periode tersebut adalah sebagai berikut:

Periode 21 Maret hingga 23 Desember, terjadi peristiwa/kejadian berikut ini:

  • Kutub utara itu mendekati matahari, sementara kutub selatan itu menjauhi matahari
  • Belahan bumi utara itu menerima sinar matahari lebih banyak ketimbang belahan bumi selatan
  • Waktu siang hari di belahan bumi utara itu lebih lama daripada waktu siang di belahan bumi selatan
  • Beberada daerah di sekitar kutub utara uty mengalami siang hari selama 24 jam, serta beberapa daerah di sekitar kutub selatan itu mengalami malam hari selama 24 jam
  • Apabila diamati dari wilayah khatulistiwa, tampak matahari bergeser ke arah utara
  • Kutub utara paling dekat dengan matahari ialah pada tanggal 21 Juni. Pada saat tanggal ini dilakukan pengamatan, maka tampak matahari itu bergeser 23,5 derajat ke arah utara.
Lihat Juga  √ Pengertian Konstitusi, Tujuan, Fungis, Sifat dan Jenisnya

Periode 23 September hingga 21 Maret, terjadi peristiwa/kejadian berikut ini:

  • Kutub selatan itu lebih dekat dengan matahari, sedangkan untuk kutub utara itu lebih jauh dengan matahari
  • Belahan bumi bagian selatan itu menerima sinar matahari lebih banyak ketimbang belahan bumi utara
  • Lama waktu siang hari di belahan bumi selatan itu akan lebih panjang dibandingkan di belahan bumi utara
  • Beberapa daerah pada sekitaran kutub utara mengalami waktu malam hari itu selama 24 jam, dan beberapa daerah pada sekitar kutub selatan itu mengalami siang hari itu selama 24 jam
  • Apabila diamati dari khatulistiwa, maka matahari tersebut terlihat bergeser ke arah selatan
  • Kutub selatan paling dekat dengan matahari ialah pada tanggal 22 Desember. Pada saat tanggal tersebut dilakukan pengamatan, maka tampak matahari itu bergeser 23,5 derajat ke arah selatan.

Periode 21 Maret hingga 23 September, terjadi peristiwa/kejadian berikut ini:

  • Kutub utara serta kutub selatan memiliki jarak yang sama ke matahari
  • Belahan bumi utara serta belahan bumi selatan itu menerima sinar matahari yang juga sama banyak
  • Panjang siang serta malam di seluruh permukaan Bumi itu sama
    Dari daerah khatulistiwa, tampak matahari berada di atas kepala

Nah, itulah beberapa posisi dari matahari yang seperti berganti- ganti apabila dilihat dari Bumi, serta menyebabkan perbedaan lama waktu siang serta malam hari. itu semua terjadi akibat kegiatan/aktivitas revolusi bumi.

Terjadinya perubahan musim di Bumi

Dampak atau juga akibat dari revolusi bumi yang selanjutnya ialah terjadinya perubahan musim di bumi. Jadi, adanya musim yang berbeda- beda di bumi tersebut tidak lain merupakan akibat adanya revolusi Bumi. Kita tahu bahwa di belahan bumi utara serta belahan bumi selatan itu mempunyai empat musim, yakni musim panas, musim gugur, musim dingin serta juga musim semi. Keempat musim tersebut datang silih berganti dengan secara beraturan.

Adanya rasi bitang yang tampak berbeda di setiap bulannya
Dampak atau juga akibat adanya revolusi bumi yang selanjutya ialah terlihatnya rasi bitang yang berbeda- beda tiap-tiap bulannya. Rasi bintang inilah yang akrab kita sebut dengan sebutan zodiak.

Penetapan kalender masehi

Dampak atau akibat adanya revolusi bumi yang selanjutnya ialah adanya penetapan kalender masehi. Revolusi bumi ini akan berpengaruh pada penetapan kalender masehi. Berdasar pada pembagian bujur, yakni bujur barat serta bujur timur, maka ditetapan bahwa batas penanggalan internasional ialah bujur 180 derajat. Hal tersebut berakibat bahwa apabila di belahan timur itu bujur 180 derajat tanggal 10 maka di belahan barat itu bujur 180 derajat masing tanggal 9, seperti meloncat satu hari. perhitungan kalender masehi mengacu pada periode revolusi bumi yang mana satu tahun sama dengan 362, 25 hari.

Lihat Juga  √ Pengertian Sintaksis, Struktur, Objek, Lingkup, Satuan, dan Fungsinya

Manfaat Revolusi Bumi

Bumi ini memberikan banyak kebaikan bagi manusia, binatang dab juga tumbuh- tumbuhan. Tanpa adanya kebaikan dari bumi ini maka manusia, binatang serta juga tumbuh- tumbuhan itu tidak dapat bertahan hidup. Salah satu aktivitas yang perlu dibicarakan tentang manfaatnya ialah revolusi bumi. Dari beberapa dampak/akibat yang sudah dipaparkan di atas, kita sudah dapat mengetahui yang mana dampak yang sekaligus manfaat. Beberapa manfaat yang ditimbulkan dari adanya revolusi bumi diantaranya sebagai berikut:

  1. Kita dapat merasakan pergantian musim
    Dengan adanya pergantian musim ini tentu akan berdampak baik itu kita, guna menjaga kestabilan, bayangkan saja apabila kita hanya merasakan musim kemarau/ hujan saja.
  2. Kita bisa melihat berbagai macam bentuk rasi bintang.
    Rasi Bintang yang berbeda menimbulkan zodiak, Zodiak sendiri dipercaya bisa digunakan untuk menentukan nasib seseorang dengan berdasarkan tanggal lahirnya. Dengan demikian mereka bisa lebih waspada atau juga mengetahui mengenai persoalan yang akan dia hadapi. Terlepas hal tersebut benar atau tidak, namun para astrologi ini dapat dijadikan hiburan, serta bahkan sebagai sumber mata pencaharian buat para peramal. Dan hal tersebut merupakan salah satu manfaat yang dapat dapat diperoleh dari adanya revolusi bumi.
  3. Kita mempunyai satuan waktu (Penanggalan) yang pasti.
    Sampai saat sekarang ini, kita menggunakan penanggalan yang disebut sebutan  penanggalan Masehi. Penanggalan Masehi tersebut didasarkan pada revolusi bumi terhadap matahari. Satuan terbesar didalam penanggalan ini ialah tahun. Satu tahun masehi periodenya itu ialah satu kali revoluisi Bumi, yaknisekitar 365 hari. dengan adanya tahun tersebut, kita dapat mengenal bulan serta tanggal sebagai satuan waktu yang lebih kecil. Sehingga untuk dapat memecahkan problematika waktu itu sudah dapat dicapai. Manfaat ini benar- benar bisa kita dirasakan oleh semua manusia di alam raya ini

Nah itulah penjelasan mengenai Pengertian Revolusi Bumi, Proses, Akibat Beserta Manfaatnya, semoga apa yang diuraikan dapat bermanfaat untuk anda.