√ Pengertian Cahaya, Sifat, Jenis, Beserta Manfaatnya

Diposting pada

Pendidikan.Co.Id – Pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai Cahaya, adapun penjelasan selengkapnya dibwah ini :

Pengertian Cahaya, Sifat, Jenis, Beserta Manfaatnya

Pengertian Cahaya

Pengertian Cahaya merupakan suatu pancaran elektromagnetik yang bisa terlihat oleh mata manusia. Atau juga definisi cahaya yang lainnya ialah merupakan suatu radiasi elektromagnetik, baik itu dengan panjang gelombang kasat mata atau pu juga yang tidak. Sedangkan benda yang memancarkan cahaya itu disebut dengan sebutan sumber cahaya.

Sifat-sifat cahaya

Cahaya ini memiliki beberapa sifat, diantaranya ialah sebagai berikut :

Cahaya merambat lurus

Untuk bisa membuktikan bahwa cahaya itu merambat lurus, itu bisa dilihat dari cahaya matahari yang masuk lewat celah-celah atau juga dengan melalui jendela yang terdapat di rumah kamu. Serta Apabila kamu amati lampu sebuah kendaraan di waktu malam hari,cahaya lampu kendaraan itu akan merambat lurus. Banyak sekali kejadian-kejadian yang terjadi didalam kehidupan yang bisa membuktikan bahwa cahaya ini mempunyai sifat yang dapat merambat lurus.

Cahaya dapat menembus benda bening

Sifat cahaya selanjutnya, cahaya ini juga dapat masuk ke dalam sebuah rumah dengan melalui jendela yang memiliki kaca. Kaca dari jendela yang bening ini dapat ditembus oleh cahaya matahari, apabila kaca jendela itu di tutup dengan menggunakan kain warna hitam maka cahaya itu tidak dapat menembus kaca jendela tersebut, peristiwa tersebut bisa membuktikan sifat dari cahaya yang kedua adalah dapat menembus benda bening.

Cahaya dapat diuraikan

Penguraian cahaya atau dikenal juga dengan dispersi merupakan penguraian cahaya putih menjadi cahaya yang memiliki bermacam-macam warna. Contohnya seperti pelangi, pelangi tersebut terjadi akibat dari cahaya matahari yang diuraikan oleh titik-titik air hujan, peristiwa tersebut bisa menunjukan bahwa cahaya ini dapat diuraikan.

Cahaya dapat dipantulkan

Sifat keempat dari cahaya yang lainnya ialah dapat di pantulkan, terdapat 2 jenis pemantulan cahaya diantaranya pemantulan baur serta juga pemantulan teratur. Pemantulan baur ini terjadi apabila cahaya mengenai permukaan yang tidak rata, biasanya pemantulan dari sinar ini menghasilkan pemantulannya tak beraturan. Dan pemantulan teratur tersebut terjadi apabila cahaya mengenai permukaan yang rata, mengkilap atau juga licin seperti contohnya cahaya yang menganai cermin yang datar serta sinar hasil yang dipantulkannya mempunyai arah yang teratur.

Dengan berdasarkan bentuk dari permukaan cermin ini dapat dibedakan menjadi 3 macam diantaranya: cermin datar, cembung dan cekung, berikut di bawah ini penjelasannya:

1. Cermin datar

Cermin datar ini merupakan cermin yang permukaannya tidak melengkung, seperti cermin yang digunakan oleh kita sehari-hari. Adapun sifat dari cermin datar ini diantaranya:

  1. Ukuran bayangannya sama dengan ukuran bendanya.
  2. Lalu jarak antara bayangan sama dengan jarak dari benda ker cermin tersebut.
  3. Penampakan bayangan berlawanan dengan benda, seperti contohnya jika kamu bercermin
  4. tangan kiri kamu pada bayangan di cermin akan menjadi tangan kanan.
  5. Bayangan pada cermin datar bersifat semu atau maya, maksudnya bayangan dapat kamu
  6. lihat tetapi tidak dapat ditangkap layar.
  7. Dan bayangan pada cermin datar tegak.

2. Cermin cembung

Cermin cembung merupakan sebuah cermin yang permukaannya itu melengkung kearah luar. Cermin ini biasanya digunakan pada kaca spion kendaraan. Bayangan dari cermin cembung ini memiliki sifat maya, tegak, diperkecil dari ukuran benda sesungguhnya.

3. Cermin cekung

Cermin cekung merupakan sebuah cermin yang permukaannya melengkung kea rah bagian dalam. Biasanya cermin ini digunakan yakni sebagai reflektor pada lampu mobil, lampu senter, serta juga pada sendok. Adapun sifat dari cermin cekung ini diantaranya:

  1. Bayangan benda pada cermin bersifat tegak, diperbesar dan juga maya.
  2. Dan jika benda jauh dari cermin cekung, maka bayangannya bersifat nyata dan juga terbalik.

Cahaya dapat dibiaskan

Pembiasan merupakan suatu peristiwa pembelokan arah rambat dari cahaya pada saat melewati medium rambatan yang berbeda. Kalau cahaya yang datang itu berasal dari zat yang kurang kerapatannya, ke zat lebih kerapatannya maka cahaya itu akan dibiaskan mendekati garis normal. contoh nya Seperti cahaya dari udara ke air. Sebaliknya kalau cahaya yang datang itu dari zat yang lebih kerapatannya ke zat yang kurang kerapatannya, maka cahaya itu juga akan dibiaskan menjauhi garis normal. contohnya  Seperti cahaya dari air ke udara.

Jenis-Jenis Berkas Cahaya

Cahaya ini bergerak menurut suatu garis lurus yang disebut dengan sebutan berkas cahaya, selanjutnya disebut juga dengan sinar. Dalam fisika, Terdapat tiga macam berkas cahaya yakni  sebagai berikut :

Berkas mengumpul atau konvergen

Merupakan jalannya sinar-sinar yang menuju pada 1 (satu) titik yang sama. Peristiwa berkas mengumpul tersebut dapat terjadi pada pemantulan cahaya pada cermin cekung dan juga pembiasan cahaya pada lensa cembung.

Berkas menyebar atau divergen

Merupakan jalannya sinar-sinar dari satu titik yang sama yang setelah itu menyebar ke berbagai arah dengan secara teratur. Peritiwa berkas menyebar tersebut terjadi pada pemantulan cahaya pada cermin cembung dan juga  pembiasan cahaya pada lensa cekung.

Berkas sejajar atau pararel

Merupakan jalannya sinar-sinar dari suatu sumber menuju arah yang sama didalam satu garis lurus. Peristiwa berkas sejajar ini terjadi pada pemantulan cahaya pada cermin datar dan juga pada sinar senter pada saat dinyalakan.

Manfaat Cahaya

Cahaya ini memiliki manfaat atau juga kegunaan yang sangat besar bagi kehidupan yang terdapat di Bumi. Dibawah ini merupakan manfaat cahaya, diantaranya sebagai berikut :

Fungsi Optik

Tanpa adanya cahaya matahari, manusia akan kesulitan untuk melihat apapun. Hal tersebut dikarenakan tidak ada cahaya yang bisa dipantulkan objek yang dilihat sehingga tidak ada yang diinterpretasikan di sistem pengelihatan manusia yakni  mata.

Fotosintesis

Tumbuhan memanfaatkan cahaya matahari untuk dapat membuat makanannya sendiri yang disebut dengan proses fotosintesis. Sehingga meskipun tanpa diberi pupuk, tumbuhan itu dapat hidup serta juga tumbuh dengan sendirinya.

Foto Rontgen

di bidang kedokteran, gelombang cahaya matahari dimanfaatkan dalam foto rontgen atau juga sinar-X. Foto rontgen ini merupakan teknik pemeriksaan penunjang yang penting didalam mendiagnosa suatu penyakit dalam ilmu medis.

Pembangkit Listrik

fungsi cahaya yakni sebagai pembangkit listrik adalah pemanfaatan cahaya matahari (cahaya matahari diubah menjadi energi listrik) untuk dapat memasok daya listrik di satelit komunikasi dengan melalui sel surya. Panel surya tersebut akan mendapatkan energi listrik dari cahaya matahari dengan menempatkan panel surya yang dilengkapi dengan kontroler (mengupayakan matahari untuk selalu jatuh tegak lurus panel) dengan posisi statis menghadap matahari. Walaupun sebenarnya fungsi cahaya matahari ubu dapat digantikan oleh generator listrik, namun disebabkan efek polusi penggunaan generator listrik tinggi, maka penggunaan generator listrik ini tidak dianjurkan.

Lampu Kendaraan

Sifat cahaya yang selalu merambat lurus itu dimanfaatkan manusia dalam pembuatan lampu kendaraan bermotor. Sehingga pada waktu malam hari, kita bisa leluasa berkendara.

Peralatan Kaca

Sifat cahaya yang bisa menembus benda bening bisa dimanfaatkan orang untuk dapat membuat berbagai macam peralatan berbahan kaca bening seperti contohnya kacamata, akuarium, kaca mobil, termometer dan lain sebagainya.

Alat Optik

Sifat-sifat cahaya yang bisa dipantulkan serta juga dibiaskan menjadi prinsip dasar dalam pembuatan alat-alat optik untuk aktivitas/ kegiatan keilmuan seperti misalnya mikroskop, teleskop (teropong), lup (kaca pembesar), periskop, kamera dan lain sebagainya.

Pemanasan Ruangan

Pemanfaatan cahaya matahari didalam pemanasan ruangan terdiri dari beberapa teknik, diantaranya:

  1. Jendela
    Prinsip ini diterapkan dengan membuat lubang pada dinding untuk dapat meneruskan panas matahari dari luar masuk ke dalam bangunan. Untuk mendapatkan panas yang optimal maka pada jendela itu lebih baik dipasang dengan kaca ganda. walaupun ada juga jendela tanpa kaca yang banyakjuga digunakan.
  2. Dinding Trombe
    Dinding trombe merupakan dinding yang biasanya itu berupa kaca yang diluarnya itu terdapat ruangan sempit berisi udara. Pemanfaatan cahaya mataharinya yakni memberi panas pada permukaan luar ruangan, Setelah itu panas tersebut dengan secara perlahan dipindahkan kedalam ruangan sempit. Yang kemudian panas di dalam ruangan sempit itu akan dikonveksikan ke dalam bangunan dengan melalui saluran udara pada dinding trombe.

Kompor Matahari

Metode yang digunakan pada kompor jenis ini ialah dengan memanfaatkan sebuah cermin cekung besar untuk dapat menyerap panas dari cahaya matahri yang sebelumnya sudah difokuskan pada satu titik. Prinsip tersebut akan menghasilkan panas yang besar yang tentu bisa digunakan untuk menggantikan panas dari kompor minyak atau juga kayu bakar. Selain dari hal itu, kebutuhan akan energi fosil (ex. solar, bensin dsb.) serta juga energi listrik untuk memasak juga dapat dikurangi.

Nah itulah penjelasan mengenai Pengertian Cahaya, Sifat, Jenis, beserta Manfaatnya, semoga apa yang dipaparkan diatas mengenai cahaya dapat bermanfaat bagi anda semua. Terima kasih

Lihat Juga  √ Pengertian Teks Eksposisi, Tujuan, Fungsi, Manfaat, Jenis dan Strukturnya
Lihat Juga  √ AFNEI : Pengertian, Sejarah, Tugas, & Tujuan Ke Indonesia
Lihat Juga  √ Pengertian Dialog, Manfaat, Cara Menyusun, dan Syaratnya